Pengertian Na'at dan Man'ut dan Contohnya

Pengertian Na’at dan Man’ut dan Contohnya dalam Al-Quran

Diposting pada

Hasiltani.id – Pengertian Na’at dan Man’ut dan Contohnya dalam Al-Quran. Na’at dan Man’ut merupakan konsep penting dalam ilmu tata bahasa Arab, khususnya dalam studi Nahwu.

Dua istilah ini memiliki peran vital dalam memahami struktur kalimat Arab dan memberikan dimensi makna yang lebih mendalam.

Dalam konteks tata bahasa Arab, Na’at adalah kata yang memberikan sifat atau karakteristik kepada kata benda yang disebut Man’ut.

Pada dasarnya, Na’at adalah kata yang menjelaskan atau mengkualifikasi kata benda yang disebut Man’ut. Man’ut sendiri adalah kata benda yang dijelaskan atau dikualifikasi oleh Na’at.

Untuk lebih memahaminya, mari telaah pengertian Na’at dan Man’ut beserta beberapa contoh konkret dalam ayat-ayat Al-Quran.

Dengan memahami konsep Na’at dan Man’ut, kita dapat meresapi keindahan dan kedalaman struktur bahasa Arab yang digunakan dalam teks suci Al-Quran.

Artikel ini akan membahas pengertian Na’at dan Man’ut, serta memberikan beberapa contoh nyata dalam ayat-ayat Al-Quran untuk memperkaya pemahaman kita tentang struktur kalimat dalam bahasa Arab.

Pengertian Naat dan Man’ut

Dalam pembahasan Pengertian Na’at dan Man’ut dan Contohnya, Hasiltani membahas mengenai Pengertian Na’at dan Man’ut.

Dalam terjemahan Matan Al Jurumiyah karya K.H. Misbah Mustofa, naat didefinisikan sebagai berikut:

التابع المشتق أو المؤوّل بالمشتق الموضح لمتبوعه فى المعارف أو المخصص له فى النكرات

Naat adalah kata benda yang mengikuti kata benda sebelumnya (man’ut), dan kata benda tersebut dapat berbentuk musytaq (dapat dipecah) atau muawwal bil mustaq yang menjelaskan man’utnya jika berupa kata benda yang dikenal atau mengkhususkan man’utnya jika berupa kata benda yang tidak dikenal.

Baca Juga :  Mengungkap Makna Asfala Safilin yang Mendalam Beserta Tafsirannya

Sementara itu, Imam Ibnu Malik dalam kitab Alfiyah Ibnu Malik menjelaskan naat sebagai berikut:

فالنعت تابع متمّ ما سبق * بوسمه أو وسم ما به اعتلق

Naat adalah kata yang menyertainya kata sebelumnya menurut bentuk i’robnya. Keberadaan kata tersebut bertujuan untuk melengkapi kata sebelumnya yang memerlukan penjelasan atau pengkhususan, dan kata tersebut juga harus mengandung kata ganti yang merujuk kembali pada yang disebutkan sebelumnya atau kata ganti yang terhubung dengan yang disebutkan sebelumnya.

Pengertian man’ut adalah kata benda yang diikuti oleh naat, seperti contoh dalam kalimat “جَاءَ زَيْدٌ العَاقِلُ” (Ja’a Zaidun al-‘Aaqilu). Kata “زَيْدٌ” adalah man’ut karena diikuti oleh kata “العَاقِلُ” yang berfungsi sebagai naat.

Naat dapat dibagi menjadi dua jenis:

  1. Naat Haqiqi: Naat yang menunjukkan kata ganti yang kembali kepada man’ut. Sebagai contoh, “جَاءَ زَيْدٌ العَاقِلُ” artinya Zaid yang cerdas telah datang. Kata “العَاقِلُ” sebagai naat menunjukkan kata ganti yang merujuk kembali kepada man’ut.
  2. Naat Sababi: Naat yang menunjukkan kata benda yang merujuk kepada kata ganti yang kembali kepada man’ut. Sebagai contoh, “مررت برجلٍ حسنٍ وجهِه” artinya aku berjalan berjumpa dengan seorang lelaki yang tampan wajahnya. Kata “حسنٍ” berfungsi sebagai naat, menunjukkan kata benda yang merujuk kepada kata ganti وجهِه dalam kata benda ini, terdapat kata ganti (ه) yang kembali kepada man’ut.

Ketentuan Na’at dan Man’ut

Dalam Pengertian Na’at dan Man’ut dan Contohnya, ketentuan dari naat dan man’ut adalah bahwa naat harus sesuai dengan man’ut dalam 4 dari 10 aspek berikut:

1. I’robnya (Rofa, Nashob, dan Jar)

Naat dan man’ut harus memiliki i’rob yang sama, seperti contohnya:

  • Rofa’: “جَاءَ زَيْدٌ العَاقِلُ”
  • Nashob: “رَأَيْتُ زَيْدًا العَاقِلَ”
  • Jar: “مَرَرْتُ بِزَيْدٍ العَاقِلِ”
Baca Juga :  Penjelasan Tentang Jumlah Ismiyah dan Contoh-Contohnya

2. Ma’rifat dan Nakirah

Naat dan man’ut harus serupa dalam hal nakirah (tidak ditentukan) dan ma’rifat (ditentukan), seperti contohnya:

  • Nakirah: “جَاءَ رَجُلٌ عَاقِلٌ”
  • Ma’rifat: “جَاءَ زَيْدٌ العَاقِلُ”

3. Mudzakkar dan Muannats

Naat dan man’ut harus sesuai dalam hal jenis kelamin (mudzakkar atau muannats), seperti contohnya:

  • Mudzakkar: “مَرَرْتُ بِزَيْدٍ العَاقِلِ”
  • Muannats: “مَرَرْتُ بِمُسْلِمَةٍ عَاقِلَةٍ”

4. Mufrod, Tatsniyah, dan Jamak

Naat dan man’ut harus sesuai dalam hal bentuk tunggal (mufrod), bentuk jamak dua (tatsniyah), dan bentuk jamak banyak (jamak), seperti contohnya:

  • Mufrod: “جَاءَ زَيْدٌ العَاقِلُ”
  • Tatsniyah: “جَاءَ زَيْدَانِ العَاقِلَانِ”
  • Jamak: “جَاءَ زَيْدُوْنَ العَاقِلُوْنَ”

Contoh Na’at dan Man’ut

Dalam Pengertian Na’at dan Man’ut dan Contohnya, berikut adalah beberapa contoh naat dan man’ut dalam Al-Quran:

فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ ٢٢

Artinya:

“dalam surga yang tinggi.” Contoh naat dan man’ut terdapat dalam Al-Quran surat Al-Haqqah ayat 22, di mana naat dan man’ut telah memenuhi 4 dari 10 hal, yaitu sama-sama jar, nakirah, muannats, dan mufrod.

قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَاِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاۤؤُكُمْ جَزَاۤءً مَّوْفُوْرًا٦٣

Artinya:

Dia (Allah) berfirman, “Pergilah, siapa saja di antara mereka yang mengikuti kamu, sesungguhnya (neraka) Jahanamlah balasanmu semua sebagai balasan yang sempurna.” Contoh naat dan man’ut terdapat dalam kalimat جَزَاۤءً مَّوْفُوْرًا dalam surat Al-Isra ayat 63, di mana naat dan man’ut sudah memenuhi 4 dari 10 hal, yaitu sama-sama nashob, nakirah, mudzakar, dan mufrod.

وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ ٢

Artinya:

“demi Kitab yang ditulis.” Contoh naat dan man’ut terdapat dalam kalimat كِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ dalam surat At-Tur ayat 2, di mana naat dan man’ut sudah memenuhi 4 dari 10 hal, yaitu sama-sama jar, nakirah, mudzakar, dan mufrod.

وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ ٥

Artinya:

“demi atap yang ditinggikan (langit).” Contoh naat dan man’ut terdapat dalam kalimat السَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ dalam surat At-Tur ayat 5, di mana naat dan man’ut sudah memenuhi 4 dari 10 hal, yaitu sama-sama jar, ma’rifat, mudzakar, dan mufrod.

Baca Juga :  Makna Mendalam Miftahul Jannah Laa Ilaaha Illallah

وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ ٦

Artinya:

“dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api).” Contoh naat dan man’ut terdapat dalam kalimat الْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ dalam surat At-Tur ayat 6, di mana naat dan man’ut sudah memenuhi 4 dari 10 hal, yaitu sama-sama jar, ma’rifat, mudzakar, dan mufrod.

Baca juga: Pengertian, Manfaat dan Pembagian Naat Manut

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Pengertian Na’at dan Man’ut dan Contohnya.

Dalam eksplorasi makna bahasa Arab, pengertian Na’at dan Man’ut membuka pintu kepada pemahaman yang lebih mendalam terhadap struktur kalimat dalam Al-Quran.

Na’at, sebagai kata yang memberikan sifat atau karakteristik, dan Man’ut, sebagai kata benda yang dijelaskan, saling melengkapi dalam membentuk kalimat-kalimat yang penuh makna.

Melalui contoh-contoh yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran, kita dapat merasakan kekuatan dan keindahan struktur bahasa Arab yang dipilih oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu-Nya.

Penggunaan Na’at dan Man’ut dalam Al-Quran tidak hanya memperkaya tata bahasa Arab, tetapi juga memberikan dimensi makna yang lebih kaya dan mendalam.

Sebagai penutup, pemahaman terhadap konsep Na’at dan Man’ut memberi kita kunci untuk menggali makna yang tersembunyi dalam ayat-ayat Al-Quran.

Dengan meneliti dan merenungkan struktur kalimat yang digunakan dalam teks suci ini, kita dapat memperdalam hubungan spiritual dengan wahyu Allah SWT.

Na’at dan Man’ut bukan hanya aspek tata bahasa, melainkan jendela ke dalam kebijaksanaan dan keindahan firman-Nya yang abadi.

Terimakasih telah membaca artikel Pengertian Na’at dan Man’ut dan Contohnya ini, semoga informasi mengenai Pengertian Na’at dan Man’ut dan Contohnya ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *