Surat Al Baqarah Ayat 186-190

Surat Al-Baqarah Ayat 186-190 – Arab, Latin dan Terjemahannya

Diposting pada

Hasiltani.id – Surat Al-Baqarah Ayat 186-190 – Arab, Latin dan Terjemahannya. Surat Al-Baqarah, sebagai salah satu bagian paling penting dari Al-Qur’an, adalah sumber berbagai ajaran dan petunjuk dalam Islam.

Surat ini memiliki panjang yang mencengangkan, terdiri dari 286 ayat yang menggambarkan keragaman pesan dan ajaran dari Allah.

Dalam artikel ini, kita akan memfokuskan perhatian pada Surat Al-Baqarah ayat 186-190 , yang membawa pesan-pesan yang mendalam tentang keimanan, hubungan sosial, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita menjelajahi makna dan pesan-pesan penting yang terkandung dalam ayat-ayat ini, yang menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan sesuai dengan ajaran Islam.

Mengenai Surat Al-Baqarah

Sebelum membahas mengenai Surat Al-Baqarah Ayat 186-190, Hasiltani akan membahas mengenai Surat Al-Baqarah ini.

Surat Al-Baqarah adalah surat kedua dalam Al-Qur’an, dan ini adalah salah satu dari 114 surat yang ada dalam Al-Qur’an. Surat Al-Baqarah adalah surat terpanjang dalam Al-Qur’an, terdiri dari 286 ayat. Surat ini memiliki banyak pesan dan ajaran penting dalam Islam, dan ini dianggap sebagai salah satu surat yang paling penting dalam Al-Qur’an.

Surat Al-Baqarah (البقرة) berarti “Sapi Betina” dalam bahasa Arab. Nama ini diambil dari kisah sapi betina yang disebutkan dalam surat ini (ayat 67-73), yang merupakan salah satu bagian dari cerita tentang perintah Allah kepada Bani Israel.

Surat Al-Baqarah adalah surat terpanjang dalam Al-Qur’an, terdiri dari 286 ayat. Surat ini mencakup berbagai topik dan ajaran yang luas, termasuk hukum-hukum Islam, kisah-kisah nabi, dan peringatan moral.

Surat Al-Baqarah berisi banyak ajaran penting, termasuk tuntunan dalam beribadah, hukum-hukum Islam, etika, dan moral. Surat ini juga menekankan pentingnya keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah.

Surat Al-Baqarah mencakup kisah-kisah beberapa nabi, termasuk Nabi Adam, Nabi Ibrahim (Abraham), Nabi Musa (Moses), dan Nabi Isa (Yesus). Kisah-kisah ini digunakan sebagai pelajaran untuk umat manusia tentang kepatuhan kepada Allah.

Baca Juga :  Surat Al-Baqarah Ayat 71-75 – Arab, Latin dan Terjemahannya

Surat Al-Baqarah juga berisi hukum-hukum yang relevan untuk kehidupan sehari-hari umat Islam, seperti hukum waris, hukum pernikahan, dan hukum perdagangan.

Surat Al-Baqarah menekankan pentingnya toleransi, keadilan, dan kasih sayang dalam hubungan sosial dan antarumat beragama. Surat ini juga mengecam sikap sombong, ketidakpatuhan, dan ketidakadilan.

Surat ini juga berisi beberapa doa dan permohonan kepada Allah, termasuk doa untuk petunjuk, pengampunan, dan perlindungan dari godaan setan.

Bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 186-190

Berikut adalah Surat Al-Baqarah Ayat 186-190 arab, latin beserta terjemahanya:

Ayat 186:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦

wa iżā sa`alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb, ujību da’watad-dā’i iżā da’āni falyastajībụ lī walyu`minụ bī la’allahum yarsyudụn. 

Artinya:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Ayat 187:

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ ١٨٧

uḥilla lakum lailataṣ-ṣiyāmir-rafaṡu ilā nisā`ikum, hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn, ‘alimallāhu annakum kuntum takhtānụna anfusakum fa tāba ‘alaikum wa ‘afā ‘angkum, fal-āna bāsyirụhunna wabtagụ mā kataballāhu lakum, wa kulụ wasyrabụ ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr, ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-laīl, wa lā tubāsyirụhunna wa antum ‘ākifụna fil-masājid, tilka ḥudụdullāhi fa lā taqrabụhā, każālika yubayyinullāhu āyātihī lin-nāsi la’allahum yattaqụn. 

Artinya:

Baca Juga :  Ilmu Terawangan Ayat Kursi, Rahasia Keutamaan

Diharamkan bagimu (meminang) wanita-wanita yang sedang haidh, kecuali wanita-wanita yang telah kamu miliki (nikahinya). Dan (diharamkan bagimu pula) meminang wanita-wanita yang sedang dalam keadaan sucinya dari haidh, hingga mereka telah bersih. Kemudian, apabila mereka telah bersih, maka jima’lah mereka dengan cara yang dihalalkan Allah bagi kamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Ayat 188:

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ١٨٨

wa lā ta`kulū amwālakum bainakum bil-bāṭili wa tudlụ bihā ilal-ḥukkāmi lita`kulụ farīqam min amwālin-nāsi bil-iṡmi wa antum ta’lamụn. 

Artinya:

Dan janganlah kamu memakan harta-harta kamu di antara kamu sendiri dengan jalan yang batil dan janganlah kamu menyuap hakim-hakim (dengan cara yang jahat) untuk (mengakali) sebagian orang dengan dosa, sedang kamu mengetahui (perbuatannya).

Ayat 189:

يَسـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰىۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ١٨٩

yas`alụnaka ‘anil-ahillah, qul hiya mawāqītu lin-nāsi wal-ḥajj, wa laisal-birru bi`an ta`tul-buyụta min ẓuhụrihā wa lākinnal-birra manittaqā, wa`tul-buyụta min abwābihā wattaqullāha la’allakum tufliḥụn. 

Artinya:

Mereka yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, (itu) sebagai seumpama seorang laki-laki yang menanamkan benih yang tujuh butir, pada tiap-tiap tongkol seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Ayat 190:

وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ ١٩٠

wa qātilụ fī sabīlillāhillażīna yuqātilụnakum wa lā ta’tadụ, innallāha lā yuḥibbul-mu’tadīn

Artinya:

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi pemberian itu dengan menyusahkan (meneriakkan) derita dan tidak (pula) menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka, (sebaliknya), mereka tiada kepadanya (yakni si pemberi) sedikitpun kekhawatiran dan mereka tiada pula bersedih hati.

Baca Juga :  Cara Melunturkan Ilmu Seseorang dan Peningkatan Diri

Kandungan dalam Surat Al-Baqarah Ayat 186-190

Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 186-190, ayat-ayat ini mengandung ajaran-ajaran tentang berdoa kepada Allah, hukum-hukum tentang hubungan suami-istri selama masa haidh (siklus menstruasi), larangan mengambil harta orang lain secara tidak sah, pentingnya infak (menyumbangkan harta) di jalan Allah, dan cara yang benar dalam memberikan sedekah tanpa menyakiti perasaan orang yang menerimanya.

Surat Al-Baqarah adalah sumber berbagai ajaran penting dalam Islam, dan ayat-ayat ini adalah contoh dari berbagai perintah dan petunjuk yang terdapat dalam surat ini.

Baca juga:

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Surat Al-Baqarah Ayat 186-190.

Surat Al-Baqarah ayat 186-190 adalah bagian dari Al-Qur’an yang mengandung ajaran-ajaran penting dalam Islam. Ayat 186 mengingatkan kita akan dekatnya Allah, yang senantiasa mendengar doa-doa kita.

Ayat 187 memberikan petunjuk mengenai hubungan suami-istri dan kebersihan dalam agama. Ayat 188 menegaskan larangan terhadap tindakan tidak sah dalam urusan harta dan peradilan.

Ayat 189 dan 190 menggarisbawahi pentingnya infak dan sedekah yang tulus, tanpa menyusahkan orang lain.

Dalam Surat Al-Baqarah, Allah memberikan pedoman yang mendalam tentang berbagai aspek kehidupan, etika, dan hukum dalam Islam.

Kita diajarkan untuk berdoa kepada Allah, menjaga keadilan dalam semua urusan, dan berbuat baik kepada sesama manusia.

Semua ajaran ini mengingatkan kita untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah dan menjalani kehidupan yang bermakna, adil, dan bermoral.

Maka, mari kita selalu merenungkan ajaran-ajaran berharga dari Surat Al-Baqarah ayat 186-190 dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita, sehingga kita dapat hidup dalam rahmat dan petunjuk Allah.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga informasi mengenai Surat Al-Baqarah Ayat 186-190 ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *