Contoh Nun Mati dan Tanwin Dalam Al-Quran

Contoh Nun Mati dan Tanwin Dalam Al-Quran – Eksplorasi Tajwid

Diposting pada

Hasiltani.id – Contoh Nun Mati dan Tanwin Dalam Al-Quran – Eksplorasi Tajwid. Dalam membaca Al-Quran, kita sering menemui berbagai hukum tajwid yang mengatur cara melafalkan huruf-huruf Arab.

Salah satu aspek penting dalam tajwid adalah nun mati dan tanwin. Nun mati dan tanwin merupakan bagian dari ilmu tajwid yang mengatur cara pengucapan dan perubahan bunyi huruf tertentu dalam Al-Quran.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi contoh konkret nun mati dan tanwin yang dapat ditemui dalam berbagai ayat Al-Quran.

Pemahaman yang baik terhadap hukum-hukum ini penting agar kita dapat membaca Al-Quran dengan benar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam ilmu tajwid.

Mari kita simak bersama contoh nun mati dan tanwin dalam Al-Quran untuk memperkaya pemahaman kita terhadap keindahan bacaan kitab suci ini.

Contoh Nun Mati dan Tanwin Dalam Al-Quran

Dalam ilmu tajwid, terdapat lima aturan penting yang mengatur bacaan nun mati dan tanwin ketika bertemu dengan huruf hijaiyah.

Kelima aturan tersebut meliputi idhar, idhgham bighunnah, idgham bilaghunnah, iqlab, dan ikhfa’.

Mari kita tinjau contoh nun mati dan tanwin dalam Al-Quran:

1. Surat Annas ayat 4

Surat Annas ayat 4, yang berbunyi “مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤” yang dapat diartikan sebagai “dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi.”

Pada ayat ini, kita temui nun mati yang bertemu dengan huruf syin, dan hal ini mengikuti aturan bacaan ikhfa.

Artinya, dalam melafalkan ayat ini, nun mati tersebut dibaca dengan cara menyamarkan atau menyembunyikan suara nun mati, sesuai dengan prinsip ikhfa.

2. Surat Al-Falaq ayat 2

Surat Al-Falaq ayat 2 yang berbunyi “مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢” atau “dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,” kita kembali menjumpai nun mati yang berhadapan dengan huruf syin.

Dalam hal ini, bacaan nun mati juga mengikuti aturan ikhfa, di mana pengucapannya dilakukan dengan cara menyamarkan suara nun mati.

3. Surat Al-Falaq ayat 3

Surat Al-Falaq ayat 3, “وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣,” atau “dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,” kembali menunjukkan penerapan aturan ikhfa pada nun mati yang bertemu dengan huruf syin.

Baca Juga :  Penjelasan Alif Layyinah Secara Lengkap

4. Surat Al-Falaq ayat 4

Surat Al-Falaq ayat 4, “وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤,” yang berarti “dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),” tetap mengikuti aturan ikhfa untuk nun mati yang berhadapan dengan huruf syin.

5. Surat Al-Falaq ayat 5

Surat Al-Falaq ayat 5, “وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥,” yang diterjemahkan sebagai “dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki,” juga mempertahankan prinsip ikhfa pada nun mati yang bertemu dengan huruf syin.

6. Surat Al Lahab ayat 1

Surat Al Lahab ayat 1, tertulis “تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ ١” yang diterjemahkan sebagai “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.”

Dalam konteks ini, ungkapan “kedua tangan Abu Lahab” sebenarnya merujuk kepada dirinya sendiri.

Pada ayat ini, terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf wawu, dan hal ini dikenal sebagai bacaan idgham bighunnah.

Pembacaan nun mati dengan tanwin di sini dilakukan dengan menyatukan atau menggabungkan suara nun mati dengan huruf wawu, sesuai dengan aturan idgham bighunnah.

7. Surat Al Lahab ayat 3

Surat Al Lahab ayat 3 yang berbunyi “سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ ٣,” atau “Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka),” kita temui tanwin yang bertemu dengan huruf dzal.

Dalam hal ini, bacaan nun mati mengikuti aturan ikhfa, di mana suara nun mati tersebut disamarkan atau disembunyikan ketika berhadapan dengan huruf dzal.

8. Surat Al Lahab ayat 5

Surat Al Lahab ayat 5, “فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ ٥,” yang berarti “Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal,” kita kembali menemui tanwin yang bertemu dengan huruf mim.

Dalam hal ini, bacaan nun mati mengikuti aturan idgham bighunnah, di mana suara nun mati bersatu atau digabungkan dengan huruf mim.

9. Surat Al Kafirun ayat 3

Surat Al Kafirun ayat 3 “وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ٣,” yang diterjemahkan sebagai “Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah,” kita jumpai nun mati bertemu dengan huruf ta’.

Dalam hal ini, bacaan nun mati mengikuti aturan ikhfa, di mana suara nun mati tersebut disamarkan ketika bertemu dengan huruf ta’.

10. Surat Al Kafirun ayat 4

Surat Al Kafirun ayat 4, “وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ٤,” atau “Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,” kita temui tanwin bertemu dengan huruf mim.

Dalam hal ini, bacaan nun mati mengikuti aturan idgham bighunnah, di mana suara nun mati bersatu atau digabungkan dengan huruf mim.

Baca Juga :  Contoh Ikhfa Syafawi di Juz 30 - Memahami Aturan Tajwid

11. Surat Al-Kafirun ayat 5

Surat Al-Kafirun ayat 5 menyatakan, “وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ٥,” yang diterjemahkan sebagai “Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.”

Pada ayat ini, terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf ta’.

Dalam konteks ini, bacaan nun mati mengikuti aturan ikhfa, di mana suara nun mati tersebut disamarkan ketika berhadapan dengan huruf ta’.

12. Surat Al-Kausar ayat 2

Surat Al-Kausar ayat 2 berbunyi, “فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢,” atau “Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Pada ayat ini, terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf ha kecil. Dalam hal ini, bacaan nun mati mengikuti aturan idzhar halqi, di mana suara nun mati tersebut diterangkan dengan jelas dan terbaca.

13. Surat Al-Ma’un ayat 4

Surat Al-Ma’un ayat 4, tertulis “فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ٤,” yang diterjemahkan sebagai “Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat.”

Pada ayat ini, terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf lam. Dalam konteks ini, bacaan nun mati mengikuti aturan idgham bilaghunnah, di mana suara nun mati tersebut bersatu atau digabungkan dengan huruf lam.

14. Surat Al-Ma’un ayat 5

Surat Al-Ma’un ayat 5, tertulis “الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ٥,” yang diterjemahkan sebagai “(yaitu) yang lalai terhadap salatnya.”

Pada ayat ini, terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf shod. Dalam hal ini, bacaan nun mati mengikuti aturan ikhfa, di mana suara nun mati tersebut disamarkan ketika berhadapan dengan huruf shod.

15. Surat Al-Quraisy ayat 4

Surat Al-Quraisy ayat 4 menyatakan, “الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ࣖ ٤,” yang diterjemahkan sebagai “yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.”

Pada ayat ini, terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf jim dan nun mati yang bertemu dengan huruf kho’.

Dalam konteks ini, nun mati bertemu dengan huruf jim mengikuti aturan ikhfa, di mana suara nun mati tersebut disamarkan.

Sementara nun mati bertemu dengan huruf kho’ mengikuti aturan idhar, di mana suara nun mati tersebut diterangkan dengan jelas dan terbaca.

16. Surat Al-Fil ayat 4

Surat Al-Fil ayat 4 menyatakan, “تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ٤,” yang diterjemahkan sebagai “yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar.”

Pada ayat ini, terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf mim. Dalam konteks ini, bacaan tanwin mengikuti aturan idgham bighunnah, di mana suara tanwin tersebut bersatu atau digabungkan dengan huruf mim.

17. Surat Al-Fil ayat 5

Surat Al-Fil ayat 5 berbunyi, “فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ ٥,” yang diterjemahkan sebagai “sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” Pada ayat ini, terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf mim.

Baca Juga :  Contoh Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Harfi dalam Tajwid Al Quran

Dalam hal ini, bacaan tanwin mengikuti aturan idgham bighunnah, di mana suara tanwin tersebut bersatu atau digabungkan dengan huruf mim.

18. Surat Al-Humazah ayat 1

Surat Al-Humazah ayat 1 menyatakan, “وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ ١,” yang diterjemahkan sebagai “Celakalah setiap pengumpat lagi pencela.”

Pada ayat ini, terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf lam. Dalam konteks ini, bacaan tanwin mengikuti aturan idgham bilaghunnah, di mana suara tanwin tersebut bersatu atau digabungkan dengan huruf lam.

19. Surat Al-Humazah ayat 2

Surat Al-Humazah ayat 2 berbunyi, “الَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ ٢,” yang diterjemahkan sebagai “yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.”

Pada ayat ini, terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf wawu. Dalam hal ini, bacaan tanwin mengikuti aturan idgham bighunnah, di mana suara tanwin tersebut bersatu atau digabungkan dengan huruf wawu.

20. Surat Al-Humazah ayat 4

Surat Al-Humazah ayat 4 menyatakan, “كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ ٤,” yang diterjemahkan sebagai “Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.”

Pada ayat ini, terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf ba’. Dalam konteks ini, bacaan nun mati mengikuti aturan iqlab, di mana suara nun mati tersebut berubah menjadi huruf mim.

21. Surat Al-Humazah ayat 9

Surat Al-Humazah ayat 9 berbunyi, “فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ ٩,” yang diterjemahkan sebagai “(sedangkan mereka) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

Pada ayat ini, terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf mim. Dalam hal ini, bacaan tanwin mengikuti aturan idgham bighunnah, di mana suara tanwin tersebut bersatu atau digabungkan dengan huruf mim.

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Contoh Nun Mati dan Tanwin Dalam Al-Quran.

Dengan melibatkan diri dalam eksplorasi nun mati dan tanwin dalam Al-Quran, kita dapat menyaksikan keindahan dan keteladanan bacaan kitab suci ini.

Hukum tajwid yang berkaitan dengan nun mati dan tanwin memberikan dimensi baru dalam pemahaman kita terhadap cara membaca Al-Quran dengan tajwid yang benar.

Contoh-contoh yang telah kita tinjau menggambarkan kompleksitas dan kehalusan aturan bacaan, yang sekaligus menunjukkan keunikan dan kekayaan linguistik Al-Quran.

Semoga pemahaman ini dapat memotivasi kita untuk terus memperdalam ilmu tajwid dan menjadikan bacaan kita lebih mendekati standar yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Dengan itu, kita dapat meraih manfaat spiritual dan keberkahan dari setiap ayat yang kita baca dalam Al-Quran.

Terimakasih telah membaca artikel Contoh Nun Mati dan Tanwin Dalam Al-Quran ini, semoga informasi mengenai Contoh Nun Mati dan Tanwin Dalam Al-Quran ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *