Surat Al-Baqarah Ayat 221-225

Surat Al-Baqarah Ayat 221-225 – Arab, Latin dan Terjemahannya

Diposting pada

Hasiltani.id – Surat Al-Baqarah Ayat 221-225 – Arab, Latin dan Terjemahannya. Bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 221-225 merupakan bagian yang sangat penting dalam Al-Quran yang menyampaikan pesan-pesan berharga tentang pernikahan, sumpah, dan niat tulus dalam Islam.

Ayat-ayat ini memberikan pandangan yang dalam tentang bagaimana hubungan pernikahan harus dijalani dalam kerangka iman dan takwa kepada Allah. Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya niat tulus dalam setiap tindakan kita.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi makna dan pesan-pesan yang terkandung dalam Surat Al-Baqarah Ayat 221-225 dan bagaimana mereka dapat membimbing kita untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna sesuai dengan ajaran Islam.

Mari kita pelajari lebih lanjut tentang hikmah dari bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 221-225.

Mengenai Surat Al-Baqarah

Sebelum membahas mengenai bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 221-225, kita perlu mengetahui informasi mengenai Surat Al- Baqarah.

Surat Al-Baqarah, yang merupakan surat kedua dalam Al-Quran, terdiri dari 286 ayat dan termasuk dalam kategori surat Madaniyah, yakni surat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Surat Al-Baqarah juga sering disebut sebagai “Fustatul Quran” atau “Puncak Al-Quran” karena mengandung berbagai hukum dan pedoman yang tidak disebutkan dalam surat-surat lain dalam Al-Quran.

Surat ini bukan hanya memuat petunjuk tentang ibadah, moralitas, dan ajaran agama, tetapi juga berisi aturan-aturan praktis untuk kehidupan sehari-hari, menjadikannya salah satu surat yang paling penting dan komprehensif dalam Al-Quran.

Bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 221-225

Berikut adalah bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 221-225 Arab, latin dan terjemahannya:

Ayat 221: Pilihan Pernikahan dalam Islam

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ٢٢١

Baca Juga :  Doa Ilmu Pengasihan Nabi Sulaiman - Menaklukkan Hati

wa lā tangkiḥul-musyrikāti ḥattā yu`minn, wa la`amatum mu`minatun khairum mim musyrikatiw walau a’jabatkum, wa lā tungkiḥul-musyrikīna ḥattā yu`minụ, wa la’abdum mu`minun khairum mim musyrikiw walau a’jabakum, ulā`ika yad’ụna ilan-nāri wallāhu yad’ū ilal-jannati wal-magfirati bi`iżnih, wa yubayyinu āyātihī lin-nāsi la’allahum yatażakkarụn.

Artinya: Dan janganlah kamu menikahi perempuan yang beragama musyrik sebelum mereka memeluk iman. Sesungguhnya, seorang hamba perempuan yang beriman jauh lebih baik daripada perempuan yang beragama musyrik, meskipun perempuan musyrik itu menarik hatimu. Dan janganlah kamu menjodohkan laki-laki yang beragama musyrik dengan perempuan yang beriman sebelum mereka memeluk iman. Sesungguhnya, seorang hamba laki-laki yang beriman jauh lebih baik daripada laki-laki yang beragama musyrik, meskipun laki-laki musyrik itu menarik hatimu. Mereka mengajak ke arah neraka, sementara Allah mengundang menuju surga dan pengampunan dengan izin-Nya. Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka dapat mengambil pelajaran.

Ayat 221 dari Surat Al-Baqarah menggarisbawahi pentingnya memilih pasangan hidup yang sesuai dalam ajaran Islam. Ayat ini mengingatkan kita tentang pentingnya mempertimbangkan nilai-nilai keagamaan dan moral dalam proses pemilihan pasangan hidup.

Islam mendorong kita untuk menikahi seseorang yang beriman dan bertakwa, karena hal ini akan memperkuat ikatan pernikahan dan mendatangkan berkah.

Pentingnya menikahi seseorang dengan nilai-nilai yang sejalan dengan ajaran Islam adalah landasan kuat dalam kehidupan berumah tangga yang bahagia dan sukses. Ini adalah prinsip yang harus dipahami oleh setiap muslim yang ingin menjalani pernikahan yang bermakna.

Ayat 222: Haid dan Puasa

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ ٢٢٢

wa yas`alụnaka ‘anil-maḥīḍ, qul huwa ażan fa’tazilun-nisā`a fil-maḥīḍi wa lā taqrabụhunna ḥattā yaṭ-hurn, fa iżā taṭahharna fa`tụhunna min ḥaiṡu amarakumullāh, innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn.

Artinya: Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Haid adalah sesuatu yang tidak suci.” Oleh karena itu, jauhilah istri-istrimu ketika mereka sedang haid, dan jangan mendekati mereka sampai mereka suci. Setelah mereka telah bersuci, maka jalinlah hubungan suami-istri seperti yang telah Allah perintahkan kepadamu. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menjaga kebersihan diri.

Baca Juga :  Khodam Surat Al-Anam Ayat 103, Keajaiban dan Makna Mendalam

Ayat 222 dari Surat Al-Baqarah menjelaskan tentang haid dan aturan puasa bagi wanita muslim. Ini adalah bagian dari panduan yang sangat rinci dalam Islam tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan ritual keagamaan.

Ayat ini memberikan pemahaman yang jelas tentang bagaimana seorang wanita harus mengatur ibadahnya selama masa haid dan bagaimana hal ini memengaruhi kewajiban puasanya.

Ayat 223: Seksualitas dalam Islam

نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ ٢٢٣

nisā`ukum ḥarṡul lakum fa`tụ ḥarṡakum annā syi`tum wa qaddimụ li`anfusikum, wattaqullāha wa’lamū annakum mulāqụh, wa basysyiril-mu`minīn.

Artinya: Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka pergilah ke ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu inginkan. Utamakanlah yang baik untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa suatu hari kamu pasti akan menghadap-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.

Ayat 223 membahas masalah hubungan suami-istri dan menyoroti pentingnya komunikasi dan pengertian dalam hubungan seksual.

Islam memberikan panduan yang sangat rinci tentang etika seksualitas dalam pernikahan, dan ayat ini memperingatkan agar suami dan istri saling menghormati satu sama lain.

Ayat 224: Menghormati Kesepakatan dan Janji

وَلَا تَجْعَلُوا اللّٰهَ عُرْضَةً لِّاَيْمَانِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْا وَتَتَّقُوْا وَتُصْلِحُوْا بَيْنَ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ٢٢٤

wa lā taj’alullāha ‘urḍatal li`aimānikum an tabarrụ wa tattaqụ wa tuṣliḥụ bainan-nās, wallāhu samī’un ‘alīm.

Artinya: Dan janganlah kamu menggunakan nama Allah dalam sumpahmu sebagai alasan untuk menghambat usaha berbuat kebaikan, menjalankan ketaqwaan, atau menciptakan perdamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga janji dan perjanjian dalam Islam. Kepercayaan dan kejujuran adalah nilai-nilai yang sangat dihargai dalam ajaran Islam, dan ayat ini mengingatkan kita untuk selalu memenuhi komitmen kita dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga :  Surat Al-Baqarah Ayat 186-190 – Arab, Latin dan Terjemahannya

Ayat 225: Berpikir Sebelum Berbicara

ا يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِاللَّغْوِ فِيْٓ اَيْمَانِكُمْ وَلٰكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوْبُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ ٢٢٥

lā yu`ākhiżukumullāhu bil-lagwi fī aimānikum wa lākiy yu`ākhiżukum bimā kasabat qulụbukum, wallāhu gafụrun ḥalīm.

Artinya:
Allah tidak akan menghukummu karena sumpah yang keluar tanpa disengaja, tetapi Dia akan menghukummu berdasarkan niat yang tersembunyi dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.

Ayat ini mengajarkan pentingnya berpikir sebelum berbicara. Islam mengajarkan agar kita berbicara dengan kata-kata yang baik dan santun, serta menghindari perkataan yang dapat menimbulkan konflik atau menyakiti perasaan orang lain. Ini adalah ajaran yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Baca juga:

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Surat Al-Baqarah Ayat 221-225.

Surat Al-Baqarah Ayat 221-225 membawa pesan yang mendalam tentang pentingnya menjalin hubungan pernikahan dalam Islam dengan berlandaskan iman dan takwa.

Ayat-ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menjadikan sumpah sebagai penghalang dalam berbuat kebaikan dan menciptakan kedamaian di antara sesama.

Allah, Yang Maha Pengampun dan Maha Penyantun, menilai niat kita dalam tindakan kita. Oleh karena itu, dalam setiap langkah kehidupan, baik dalam pernikahan maupun dalam tindakan sehari-hari, marilah kita selalu mengutamakan niat yang tulus dan bertaqwa kepada Allah.

Dengan demikian, kita dapat hidup sesuai dengan ajaran-Nya dan mendapatkan berkah-Nya di dunia dan akhirat. Surat Al-Baqarah Ayat 221-225 memberikan panduan yang berharga untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dalam cahaya Islam.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga informasi mengenai Surat Al-Baqarah Ayat 221-225 ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *