Cacing Sutera Pakan Alami Utama Larva Benih Lele

Cacing Sutera Pakan Alami Utama Larva Benih Lele

Diposting pada

Hasiltani.id – Cacing Sutera Pakan Alami Utama Larva Benih Lele – Mengoptimalkan Pertumbuhan Lele. Cacing Sutera Pakan Alami Utama Larva Benih Lele telah menjadi pilihan yang populer di kalangan peternak lele yang ingin meningkatkan kualitas pertumbuhan dan kesehatan benih lele mereka.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang cacing sutera dan bagaimana Sobat Tani dapat menggunakannya sebagai pakan utama untuk larva benih lele Sobat Tani. Hasiltani akan menjelajahi manfaat cacing sutera, metode pemeliharaan yang tepat.

Jadi, mari kita mulai dan pelajari lebih lanjut tentang cacing sutera pakan alami utama larva benih lele Sobat Tani!

Apa itu Cacing Sutera?

Cacing sutera (Bombyx mori) adalah serangga yang dikenal karena menghasilkan sutera dalam bentuk benang. Sutera yang dihasilkan oleh cacing sutera telah lama digunakan dalam industri tekstil.

Namun, cacing sutera juga memiliki manfaat sebagai pakan alami utama untuk larva benih lele.

Sejarah dan Asal Usul Cacing Sutera

Cacing sutera pertama kali dipelihara di Tiongkok kuno sekitar 5.000 tahun yang lalu. Kemudian, teknik pemeliharaan cacing sutera menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk India, Timur Tengah, dan Eropa.

Saat ini, pemeliharaan cacing sutera telah menjadi industri yang berkembang pesat di banyak negara.

Karakteristik Fisik Cacing Sutera

Cacing sutera memiliki tubuh yang panjang, berwarna putih hingga kekuningan. Mereka memiliki kepala hitam dengan beberapa rambut pendek dan tiga pasang kaki di bagian depan.

Cacing sutera tidak memiliki alat mulut yang berkembang sempurna dan tidak dapat makan setelah menetas.

Manfaat Cacing Sutera sebagai Pakan Alami Utama Larva Benih Lele

  • Cacing ini sangat diminati oleh para petani ikan, sehingga penjualannya menjadi lebih mudah.
  • Cacing ini memiliki konsumen yang jelas, terutama para pembibit ikan air tawar.
  • Jumlah orang yang terlibat dalam budidaya ikan cukup banyak, sehingga permintaan cacing sutra di pasar juga tinggi.
  • Harga cacing ini stabil dari waktu ke waktu.
  • Cacing dapat dijual dalam keadaan basah atau kering.
  • Pemeliharaannya sangat mudah.

Memiliki Jangka Waktu yang Lebih Lama Dalam Hal Pembusukan

Dalam cacing sutera pakan alami utama larva benih lele, salah satu alasan penggunaan cacing sutra untuk larva lele adalah karena larva lele membutuhkan pakan alami. Selain kutu air, cacing sutra merupakan alternatif utama yang mudah ditemukan di beberapa daerah.

Cacing sutra berwarna merah ini memiliki jangka waktu yang lebih lama dalam hal pembusukan dibandingkan dengan pakan pelet, terutama jika diberikan dalam keadaan hidup tanpa dicacah atau dihaluskan. Cacing sutra dapat bertahan hidup setidaknya 3 hari di dalam air kolam.

Membersihkan Cacing Sutera

Dalam cacing sutera pakan alami utama larva benih lele, sebelum memberikannya kepada bibit lele, cacing sutra, baik yang berasal dari alam maupun dari peternakan, harus dibersihkan terlebih dahulu. Cacing-cacing yang baru diambil dari selokan biasanya kotor, berbau lumpur, dan mungkin terkontaminasi dengan limbah lain di dalam selokan. Hal ini dapat menyebabkan keracunan pada larva dan bahkan menyebabkan kematian.

Untuk membersihkannya, cacing sutra perlu dicuci dengan air bersih beberapa kali. Setelah itu, cacing perlu mengalami proses pemberokan atau puasa. Caranya adalah dengan menempatkannya dalam kolam atau wadah berisi air jernih selama minimal 10 hingga 12 jam sebelum diberikan kepada ikan.

Untuk menjaga agar cacing tidak mati dengan cepat, perlu menyediakan aliran air di dalam kolam agar terjadi aerasi. Ketinggian air yang cukup adalah sekitar 3 hingga 4 cm di atas tumpukan cacing. Juga, buat peneduh di atas tempat penampungan cacing sutra jika terik matahari terlalu kuat di siang hari.

Pemberian Cacing Sutera kepada Larva Benih Lele

Dalam cacing sutera pakan alami utama larva benih lele, pemberian pakan cacing sutra pada proses pembenihan lele biasanya dimulai ketika lele berusia antara 5 hari hingga 2 minggu. Namun, dalam praktiknya, sebagian larva yang berusia 3 atau 4 hari sudah mulai merespon pakan cacing sutra yang diberikan. Hasiltani biasanya mulai memberikan cacing sutra pada benih lele saat berusia 4 hari.

Untuk larva ikan lele yang berusia beberapa hari, disarankan agar cacing sutra dicacah atau dilembutkan terlebih dahulu agar dapat diterima dengan baik oleh ikan. Cacing utuh kadang-kadang menjadi penyebab kematian benih ikan yang masih muda ini, meskipun jumlahnya mungkin tidak signifikan.

Di kolam Hasiltani, beberapa kasus anak ikan ditemukan mati saat sedang menelan cacing sutra utuh.

Cacing sutra yang dicacah atau dilembutkan memudahkan ikan untuk menerima pakan ini. Namun, akibatnya, kualitas air akan lebih cepat menurun dibandingkan jika cacing sutra diberikan dalam keadaan utuh.

Setelah mencapai usia dua minggu, pakan mulai bervariasi dengan menggunakan pakan pabrikan, dan volume pemberian cacing sutra mulai dikurangi.

Teknik Pembiakan Cacing Sutera

Dalam cacing sutera pakan alami utama larva benih lele, selain diperoleh dari alam, cacing sutra saat ini banyak dikembangbiakkan oleh para peternak. Mereka melakukan pemeliharaan cacing sutra mulai dari menggunakan wadah bak plastik kecil hingga mengkonversi sawah menjadi kolam khusus untuk budidaya cacing sutra.

Peluang usaha cacing sutra masih menjanjikan mengingat keberadaan hewan ini yang cukup langka terutama saat musim hujan tiba. Selain itu, tidak semua daerah mudah untuk menemukan cacing sutra. Sekarang juga tersedia cacing sutra dalam bentuk kering yang tersedia di pasaran, tentunya dengan harga yang relatif lebih tinggi daripada cacing sutra hidup.

Jika Sobat Tani tidak memiliki tempat khusus untuk menyimpan cacing sutra di rumah, disarankan untuk membeli cacing hidup dalam jumlah yang sedikit. Membeli terlalu banyak dan menyimpannya dalam wadah meskipun diberi air tetap akan menyebabkan banyak cacing sutra mati dan akhirnya membusuk dengan sia-sia.

Dalam prakteknya, memberikan cacing sutra secara penuh kepada benih dalam jumlah yang banyak selama dua minggu akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Solusinya adalah menyelingi pemberian cacing sutra dengan pelet halus agar tidak terlalu memberatkan pengeluaran finansial.

Penutup

Dalam artikel ini, Hasiltani.id telah membahas tentang Cacing Sutera Pakan Alami Utama Larva Benih Lele. Dalam pembenihan lele, cacing sutra telah menjadi pakan alami utama yang sangat penting bagi larva benih lele. Ketersediaannya yang terbatas serta kualitas nutrisinya yang tinggi menjadikan cacing sutra sebagai pilihan yang tak tergantikan.

Peternak ikan lele baik di alam maupun di peternakan telah mengakui manfaat besar dari pemberian cacing sutra pada tahap awal perkembangan benih lele. Pentingnya perawatan dan persiapan cacing sutra sebelum diberikan kepada benih lele tidak dapat disepelekan.

Tahapan pembersihan, pemotongan, dan pemberokan cacing sutra menjadi langkah penting guna memastikan kesehatan dan kualitas nutrisi yang optimal. Selain itu, pemilihan jumlah dan metode pemberian cacing sutra yang tepat juga memainkan peranan penting untuk menjaga keberhasilan budidaya lele.

Meskipun tantangan finansial dan pengelolaan tempat penampungan sering muncul, cacing sutra tetap menjadi pilihan yang diunggulkan dalam pembenihan lele. Keunggulannya sebagai pakan alami utama dan kontribusinya dalam pertumbuhan serta kesehatan larva benih lele tidak dapat digantikan oleh pakan lainnya.

Dengan demikian, pemahaman yang baik mengenai perawatan, pemberian, dan manfaat cacing sutra sebagai pakan alami utama larva benih lele akan sangat berharga bagi para peternak. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dan permintaan yang terus meningkat, pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola cacing sutra sebagai pakan alami menjadi kunci sukses dalam budidaya ikan lele secara efisien dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *