Surat Al-Baqarah Ayat 216-220

Surat Al-Baqarah Ayat 216-220 – Arab, Latin dan Terjemahannya

Diposting pada

Hasiltani.id – Surat Al-Baqarah Ayat 216-220 – Arab, Latin dan Terjemahannya.Dalam perjalanan rohani umat Muslim, bacaan dan pemahaman terhadap ayat-ayat suci Al-Quran adalah inti dari praktik keagamaan mereka.

Al-Quran, sebagai kitab suci agama Islam, adalah sumber pedoman utama yang memberikan petunjuk tentang bagaimana menjalani kehidupan yang benar, adil, dan bermakna.

Salah satu surah yang mengandung pesan-pesan penting adalah Surat Al-Baqarah, yang merupakan surah kedua dalam Al-Quran.

Dalam artikel ini, kita akan merenungkan bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 216-220 dalam bahasa Arab latin beserta terjemahannya, serta mencari pemahaman mendalam tentang pesan-pesan berharga yang terkandung di dalamnya.

Mari kita memulai perjalanan kita untuk mengeksplorasi makna dan hikmah yang terkandung dalam ayat-ayat ini.

Mengenai Surat Al-Baqarah

Sebelum membahas mengenai bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 216-220, Hasiltani akan membahas mengenai Surat Al-Baqarah ini.

Surat Al-Baqarah adalah surah kedua dalam Al-Quran, kitab suci Islam. Surah ini terdiri dari 286 ayat dan merupakan salah satu surah terpanjang dalam Al-Quran. Nama “Al-Baqarah” dalam bahasa Arab berarti “sapi betina,” dan surah ini dinamai demikian karena terdapat kisah tentang sapi betina dalam surah ini.

Surat Al-Baqarah adalah surah kedua dalam Al-Quran, kitab suci Islam. Surah ini terdiri dari 286 ayat dan merupakan salah satu surah terpanjang dalam Al-Quran. Nama “Al-Baqarah” dalam bahasa Arab berarti “sapi betina,” dan surah ini dinamai demikian karena terdapat kisah tentang sapi betina dalam surah ini.

Surat Al-Baqarah adalah salah satu surah terpanjang dalam Al-Quran dan memiliki signifikansi besar dalam Islam. Surah ini mengandung berbagai ajaran, petunjuk, dan cerita-cerita penting yang menjadi landasan ajaran Islam.

Surat Al-Baqarah membahas berbagai aspek ajaran Islam, termasuk keimanan, ibadah, etika, hukum, dan sejarah umat manusia. Surah ini juga mengandung petunjuk tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam Surat Al-Baqarah, terdapat beberapa ayat yang sangat terkenal, seperti Ayat Kursi (Ayat 255), yang menggambarkan sifat-sifat Allah, dan ayat-ayat tentang puasa, zakat, dan haji.

Surat Al-Baqarah sering dibaca dalam berbagai ibadah Muslim, termasuk dalam salat dan dalam berbagai perayaan keagamaan. Ayat Kursi juga sering dibaca sebagai doa perlindungan.

Surat Al-Baqarah berisi hukum-hukum dan pedoman yang relevan dalam kehidupan sehari-hari Muslim. Ini mencakup hukum pernikahan, perdagangan, warisan, dan lain-lain.

Surat Al-Baqarah berisi kisah-kisah tentang nabi-nabi dan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam, termasuk kisah tentang Adam dan Hawa, Nuh dan bahtera, Musa dan Fir’aun, dan lain-lain.

Baca Juga :  Cara Mengamalkan Surat Yasin Ayat 82 untuk Pelet

Surat Al-Baqarah mengandung banyak pengajaran dan petunjuk untuk umat manusia dalam menjalani kehidupan mereka. Surah ini menekankan pentingnya keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah.

Bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 216-220

Beberapa penafsiran dari ayat Al-Baqarah ini mengatakan, “Sama seperti orang yang meninggalkan keimanan di antara kamu dan kemudian meninggal dalam keadaan kufur, maka mereka akan sia-sia amal perbuatan mereka, baik di dunia maupun di akhirat, dan mereka adalah penghuni neraka yang akan kekal di dalamnya.”

Berikut adalah Bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 216-220 arab, latin dan terjemahannya:

Ayat 216:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ٢١٦

kutiba ‘alaikumul-qitālu wa huwa kur-hul lakum, wa ‘asā an takrahụ syai`aw wa huwa khairul lakum, wa ‘asā an tuḥibbụ syai`aw wa huwa syarrul lakum, wallāhu ya’lamu wa antum lā ta’lamụn.

Artinya:

“Kamu diwajibkan untuk berperang, meskipun itu tidak selalu menyenangkan bagi kamu. Terkadang, sesuatu yang kamu tidak sukai mungkin baik bagimu, dan sesuatu yang kamu sukai mungkin tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sementara kamu tidak selalu mengetahui.”

Ayat 217:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَكُفْرٌۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ اَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ اِنِ اسْتَطَاعُوْا ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ٢١٧

yas`alụnaka ‘anisy-syahril-ḥarāmi qitālin fīh, qul qitālun fīhi kabīr, wa ṣaddun ‘an sabīlillāhi wa kufrum bihī wal-masjidil-ḥarāmi wa ikhrāju ahlihī min-hu akbaru ‘indallāh, wal-fitnatu akbaru minal-qatl, wa lā yazālụna yuqātilụnakum ḥattā yaruddụkum ‘an dīnikum inistaṭā’ụ, wa may yartadid mingkum ‘an dīnihī fa yamut wa huwa kāfirun fa ulā`ika ḥabiṭat a’māluhum fid-dun-yā wal-ākhirah, wa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn.

Artinya:

Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang berperang di dalam bulan haram. Katakanlah, “Berperang di dalam bulan itu adalah dosa besar. Namun, menghalangi orang dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, melarang akses ke Masjidilharam, dan mengusir penduduknya adalah dosa yang lebih besar di mata Allah. Fitnah (kesesatan) juga lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (meninggalkan) agamamu, jika mereka mampu melakukannya. Orang yang murtad di antara kamu dari agamanya, kemudian dia mati dalam kekafiran, maka amalannya akan sia-sia di dunia dan di akhirat, dan dia akan menjadi penghuni neraka yang kekal di dalamnya.”

Baca Juga :  Rahasia Belajar Ilmu Makrifat Maka Kafir dalam Perspektif Islam

Ayat 218:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٢١٨

innallażīna āmanụ wallażīna hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi ulā`ika yarjụna raḥmatallāh, wallāhu gafụrur raḥīm

Artinya:

Orang-orang yang beriman, melakukan hijrah, dan berjuang di jalan Allah, mereka adalah yang menggantungkan harapan pada kasih sayang Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Ayat 219:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ ٢١٩

yas`alụnaka ‘anil-khamri wal-maisir, qul fīhimā iṡmung kabīruw wa manafi’u lin-nāsi wa iṡmuhumā akbaru min-naf’ihimā, wa yas`alụnaka māżā yunfiqụn, qulil-‘afw, każālika yubayyinullāhu lakumul-āyāti la’allakum tatafakkarụn

Artinya:

Mereka menanyakan padamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Namun, dosa dalam keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka harus nafkahkan. Katakanlah, “Kelebihan dari yang diperlukan.” Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu dapat merenungkan.

Ayat 220:

فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ٢٢٠

fid-dun-yā wal-ākhirah, wa yas`alụnaka ‘anil-yatāmā, qul iṣlāḥul lahum khaīr, wa in tukhāliṭụhum fa ikhwānukum, wallāhu ya’lamul-mufsida minal-muṣliḥ, walau syā`allāhu la`a’natakum, innallāha ‘azīzun ḥakīm

Artinya:

Mengenai dunia dan akhirat: Mereka menanyakan padamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah perbuatan yang baik.” Dan jika kamu berinteraksi dengan mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui siapa yang melakukan kerusakan dan siapa yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, Dia dapat menimbulkan kesulitan bagimu. Sesungguhnya, Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

Kandungan dari Surat Al-Baqarah Ayat 216-220

Surat Al-Baqarah ayat 216-220 mengandung beberapa pesan penting dalam konteks perang, berikut adalah ringkasan kandungannya:

Ayat 216: Ayat ini mengungkapkan bahwa berperang, meskipun tidak disukai, kadang-kadang diperlukan dalam kehidupan. Terkadang, tindakan yang tidak disukai dapat memiliki manfaat yang lebih besar dalam jangka panjang. Allah mengetahui apa yang terbaik, sedangkan manusia mungkin tidak selalu memahaminya.

Ayat 217: Ayat ini menggarisbawahi kesalahan yang lebih besar dalam menahan orang dari jalan Allah, menghalangi akses ke Masjidil Haram, dan mengusir penduduknya.

Ini dianggap lebih serius daripada berperang selama bulan haram. Fitnah (kesesatan) juga dianggap lebih berbahaya daripada pembunuhan. Ini mengingatkan bahwa tindakan-tindakan yang menghalangi akses ke tempat-tempat suci dan agama bisa sangat serius di mata Allah.

Baca Juga :  Doa Dijahatin di Tempat Kerja -  Meraih Perlindungan dan Kesejahteraan

Ayat 218: Ayat ini mengacu pada orang-orang yang beriman, hijrah, dan berjuang di jalan Allah. Mereka adalah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah. Ayat ini menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Ayat 219: Ayat ini membahas pertanyaan tentang khamar (minuman keras) dan judi. Ayat ini mengindikasikan bahwa dalam kedua hal tersebut, ada dosa besar, tetapi juga beberapa manfaat bagi manusia. Namun, dosa dalam keduanya dianggap lebih besar daripada manfaatnya. Ini menunjukkan bahwa hal-hal yang merusak kesejahteraan masyarakat harus dihindari.

Ayat 220: Ayat ini mengenai pertanyaan tentang apa yang harus disumbangkan. Ayat ini menjelaskan bahwa yang harus disumbangkan adalah “kelebihan” dari apa yang diperlukan.

Ini mengingatkan umat Muslim untuk memberikan lebih dari apa yang diperlukan sebagai bentuk kedermawanan dan kemurahan hati. Ayat ini juga menggarisbawahi bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Bijaksana.

Secara keseluruhan, Surat Al-Baqarah ayat 216-220 memberikan panduan tentang berperang, tindakan yang menghalangi akses ke tempat-tempat suci, larangan atas minuman keras dan judi, serta pentingnya memberikan sumbangan lebih dari yang diperlukan.

Pesan-pesan ini mencerminkan prinsip-prinsip moral dan etika dalam Islam serta penekanan pada keadilan dan kemurahan hati.

Baca juga:

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Surat Al-Baqarah Ayat 216-220.

Dalam bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 216-220, kita mendapati pesan-pesan penting yang mencakup prinsip-prinsip moral, keadilan, dan etika dalam Islam.  Ayat-ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya memahami konteks dan makna di balik setiap ayat Al-Quran.

Terlebih lagi, mereka mengajarkan bahwa dalam hidup ini, ada saat-saat ketika kita mungkin harus melakukan tindakan yang tidak kita sukai, tetapi kita harus selalu mencari kebaikan dan kemaslahatan dalam jangka panjang.

Selain itu, Surat Al-Baqarah juga memberikan penekanan pada pentingnya keadilan, kedermawanan, dan kemurahan hati. Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, kita diingatkan untuk memahami dan menerapkan ajaran-ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari kita.

Terima kasih telah membaca artikel Surat Al-Baqarah Ayat 216-220 ini, semoga bacaan dan pemahaman kita terhadap ayat-ayat suci Al-Quran semakin mendalam dan memberikan petunjuk dalam perjalanan spiritual kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *