Surat Al-Baqarah Ayat 71-75

Surat Al-Baqarah Ayat 71-75 – Arab, Latin dan Terjemahannya

Diposting pada

Hasiltani.id – Surat Al-Baqarah Ayat 71-75 – Arab, Latin dan Terjemahannya.Dalam Al-Quran, setiap ayat memiliki makna dan pesan tersendiri yang dapat memberikan petunjuk dan pemahaman kepada kita sebagai umat Muslim.

Salah satu bagian Al-Quran yang sarat akan hikmah dan pelajaran adalah Surat Al-Baqarah. Surat kedua dalam Al-Quran ini berisi ayat-ayat yang mencakup berbagai aspek kehidupan dan ajaran Islam.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 71-75. Ayat-ayat ini mengandung peristiwa dan pesan-pesan yang berharga yang dapat menjadi sumber inspirasi dan pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Mari kita telaah dengan cermat apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini dan bagaimana pesan-pesan tersebut dapat menginspirasi dan membimbing kita dalam perjalanan kita sebagai umat Muslim.

Tentang Surat Al-Baqarah

Sebelum emmbahas mnegenai Surat Al-Baqarah Ayat 71-75, simak penjelasan mengenai Surat Al-Baqarah ini.

Surat Al-Baqarah adalah surat kedua dalam Al-Quran, dan surat ini terdiri dari 286 ayat. Surat ini adalah salah satu surat terpanjang dalam Al-Quran dan memiliki berbagai macam tema yang mencakup hukum, ajaran moral, sejarah, nubuwwah (kenabian), dan banyak lagi.

Surat Al-Baqarah memiliki banyak hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik oleh umat Muslim. Berikut beberapa poin penting tentang Surat Al-Baqarah:

Surat Al-Baqarah berasal dari kata Arab “البَقَرَة” yang berarti “sapi betina.” Nama ini merujuk kepada kisah sapi betina yang disebutkan dalam surat ini (ayat 67-73) yang digunakan oleh Bani Israel sebagai tanda dari Allah.

Surat Al-Baqarah banyak membahas kisah-kisah dan peristiwa yang melibatkan Bani Israel. Surat ini memberikan pelajaran kepada umat Muslim dari pengalaman Bani Israel, baik dalam hal ketaatan kepada Allah maupun pelanggaran mereka terhadap perintah-Nya.

Surat Al-Baqarah juga mengandung banyak hukum dan ajaran, termasuk hukum pernikahan, warisan, zakat, dan lainnya. Surat ini juga membahas konsep-konsep keimanan, seperti tauhid (keyakinan kepada Allah Yang Maha Esa) dan akhirat.

Surat Al-Baqarah mengenalkan beberapa nabi dan rasul yang diutus Allah kepada umat manusia, termasuk Nabi Adam, Nabi Ibrahim (Abraham), Nabi Musa (Moses), dan Nabi Isa (Yesus), serta Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  Membaca Surah Al-Fatihah 20 Kali - Makna, Manfaat, dan Tata Cara

Surat Al-Baqarah memberikan banyak perintah dan larangan yang harus diikuti oleh umat Muslim. Ini termasuk kewajiban menjalankan shalat, memberikan zakat, berpuasa, dan menjauhi perbuatan dosa seperti riba (usury) dan perjudian.

Surat ini mengajarkan pentingnya ketekunan dalam beriman kepada Allah dan mengingatkan umat Muslim agar tidak mengikuti jejak orang-orang yang telah tersesat sebelumnya.

Surat ini mengandung kisah-kisah menarik tentang nabi dan rasul, seperti kisah pengorbanan Nabi Ibrahim, perjalanan Nabi Musa dengan Bani Israel, dan banyak lagi. Kisah-kisah ini mengandung pelajaran moral dan hikmah.

Membaca Surat Al-Baqarah diyakini memberikan perlindungan dari gangguan jin dan setan, dan juga memberikan berkah bagi mereka yang membacanya dengan tekun.

Bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 71-75

Berikut adalah bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 71-75 arab, latin dan terjemahannya:

Ayat 71:

قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا ذَلُوْلٌ تُثِيْرُ الْاَرْضَ وَلَا تَسْقِى الْحَرْثَۚ مُسَلَّمَةٌ لَّاشِيَةَ فِيْهَا ۗ قَالُوا الْـٰٔنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوْهَا وَمَا كَادُوْا يَفْعَلُوْنَ ࣖ – ٧١

qāla innahụ yaqụlu innahā baqaratul lā żalụlun tuṡīrul-arḍa wa lā tasqil-ḥarṡ, musallamatul lā syiyata fīhā, qālul-āna ji`ta bil-ḥaqqi fa żabaḥụhā wa mā kādụ yaf’alụn.

Artinya:

Musa menjawab, “Allah berfirman bahwa sapi ini adalah sapi betina yang belum pernah digunakan untuk membajak ladang atau mengairi tanaman, dan ia sehat serta bebas cacat.” Mereka berkata, “Barulah sekarang engkau memberikan penjelasan yang sebenarnya.” Setelah itu, mereka menyembelih sapi itu, meskipun hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah tersebut.

Ayat 72:

وَاِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادّٰرَءْتُمْ فِيْهَا ۗ وَاللّٰهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ ۚ – ٧٢

wa iż qataltum nafsan faddāra’tum fīhā, wallāhu mukhrijum mā kuntum taktumụn.

Artinya:

Dan (ingatlah) saat kamu membunuh seseorang dan kemudian menyalahkan orang lain atas perbuatan tersebut. Namun, Allah membuka apa yang kamu rahasiakan.

Ayat 73:

فَقُلْنَا اضْرِبُوْهُ بِبَعْضِهَاۗ كَذٰلِكَ يُحْيِ اللّٰهُ الْمَوْتٰى وَيُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ – ٧٣

fa qulnaḍribụhu biba’ḍihā, każālika yuḥyillāhul-mautā wa yurīkum āyātihī la’allakum ta’qilụn.

Artinya:

Kemudian, Kami berpesan, “Pukullah mayat itu dengan sebagian dari sapi itu!” Inilah cara Allah menghidupkan orang yang telah meninggal, dan Dia menampakkan tanda-tanda kekuasaannya kepada kamu agar kamu dapat memahaminya.

Baca Juga :  Menggali Arti dan Makna Laisa Kamitslihi Syai'un

Ayat 74:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً ۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُ ۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُ ۗوَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ – ٧٤

ṡumma qasat qulụbukum mim ba’di żālika fa hiya kal-ḥijārati au asyaddu qaswah, wa inna minal-ḥijārati lamā yatafajjaru min-hul-an-hār, wa inna min-hā lamā yasysyaqqaqu fa yakhruju min-hul-mā`, wa inna min-hā lamā yahbiṭu min khasy-yatillāh, wa mallāhu bigāfilin ‘ammā ta’malụn.

Artinya:

Kemudian, setelah itu, hatimu menjadi keras, bahkan lebih keras daripada batu. Padahal, dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang mengalir darinya. Beberapa batu bahkan terbelah, lalu mata air mengalir keluar darinya. Ada juga yang jatuh terpecah karena takut kepada Allah. Allah tidak pernah lengah terhadap perbuatan-perbuatan yang kamu lakukan.

Ayat 75:

۞ اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلَامَ اللّٰهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهٗ مِنْۢ بَعْدِ مَا عَقَلُوْهُ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ – ٧٥

a fa taṭma’ụna ay yu`minụ lakum wa qad kāna farīqum min-hum yasma’ụna kalāmallāhi ṡumma yuḥarrifụnahụ mim ba’di mā ‘aqalụhu wa hum ya’lamụn.

Artinya:

Maka apakah kamu, kaum Muslimin, berharap mereka akan mempercayaimu, padahal sebagian dari mereka telah mendengar firman Allah, lalu mereka merubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya?

Makna Surat Al-Baqarah Ayat 71-75

Setelah membahas negenai bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 71-75, Surat Al-Baqarah Ayat 71-75 mengisahkan peristiwa yang terjadi pada Bani Israel ketika mereka diberikan perintah oleh Allah untuk menyembelih sebuah sapi betina.

Ayat-ayat ini juga mengandung pesan-pesan moral yang dapat diambil. Berikut adalah makna dari ayat-ayat ini:

Ayat 71:

Ayat ini menggambarkan bahwa Musa memberikan penjelasan kepada Bani Israel mengenai perintah Allah untuk menyembelih sapi betina.

Musa menjelaskan bahwa sapi yang dimaksud adalah sapi yang sehat, tidak digunakan untuk membajak tanah atau mengairi tanaman, dan bebas cacat. Pesan di sini adalah pentingnya mematuhi perintah Allah dengan tulus dan tanpa keraguan.

Ayat 72:

Ayat ini mengingatkan bahwa ada masa lalu ketika Bani Israel membunuh seseorang dan kemudian menyalahkan orang lain atas tindakan tersebut.

Namun, Allah mengungkapkan apa yang mereka sembunyikan. Pesan yang dapat diambil adalah bahwa Allah mengetahui segala yang disembunyikan, dan kejujuran adalah prinsip penting dalam agama.

Baca Juga :  Lirik Qasidah Qod Kafani Ilmu Rabbi – Arab, latin dan Artinya

Ayat 73:

Ayat ini menceritakan bagaimana Allah memberikan instruksi kepada Musa dan Bani Israel untuk menyembelih sapi tersebut dengan sebagian dari dagingnya.

Ini adalah bagian dari ujian yang diberikan oleh Allah kepada mereka. Allah mengajarkan bahwa Dia memiliki kuasa untuk menghidupkan kembali yang telah mati, dan ini adalah tanda kekuasaan-Nya yang besar.

Ayat 74:

Ayat ini menggambarkan reaksi Bani Israel setelah menerima penjelasan dari Musa. Awalnya mereka mungkin ragu dan meminta penjelasan lebih lanjut, tetapi kemudian hati mereka menjadi keras dan lebih keras daripada batu.

Pesan di sini adalah bahwa terkadang manusia bisa menjadi keras hati dan sulit menerima petunjuk, meskipun Allah memiliki kekuatan untuk mengubah hati yang keras menjadi lembut.

Ayat 75:

Ayat ini menyoroti keraguan Bani Israel terhadap Musa dan perintah Allah. Meskipun sebagian dari mereka telah mendengar firman Allah, mereka masih merubahnya setelah memahaminya, dengan demikian mengurangi kemungkinan dipercayai oleh orang lain.

Pesan yang dapat diambil adalah pentingnya menjaga integritas dalam berkomunikasi tentang ajaran agama dan menghormati petunjuk Allah dengan sungguh-sungguh.

Baca juga:

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 71-75.

Kita telah menjelajahi bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 71-75 dan mendalaminya dengan memahami maknanya. Ayat-ayat ini membawa pelajaran tentang pentingnya ketaatan kepada perintah Allah, integritas dalam beragama, dan kekuasaan-Nya untuk menghidupkan kembali yang telah mati.

Surat Al-Baqarah Ayat 71-75 juga mengingatkan kita akan bahaya keraguan dan kerasnya hati dalam mengikuti petunjuk Allah. Mereka juga mengajarkan bahwa Allah adalah Yang Maha Mengetahui, dan segala yang kita sembunyikan akan terungkap.

Terima kasih telah membaca artikel bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 71-75 ini, semoga informasi mengenai bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 71-75 ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *