Hizib Sakron

Penjelasan, Bacaan, Cara Mengamalkan dan Khasiat Hizib Sakron

Diposting pada

Hasiltani.id – Penjelasan, Bacaan, Cara Mengamalkan dan Khasiat Hizib Sakron. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak tantangan dan ujian yang dapat menguji iman dan ketenangan batin kita sebagai umat Muslim.

Dari gangguan makhluk tak kasat mata hingga masalah hidup yang kompleks, seringkali kita merasa perlu memiliki perlindungan ekstra untuk menjaga diri dari ancaman-ancaman tersebut.

Salah satu bentuk perlindungan spiritual yang dikenal efektif adalah melalui amalan wirid sakron.

Wirid sakron, yang juga dikenal dengan sebutan “Sikep Piyandel” atau “Benteng Penjaga” dalam Bahasa Jawa, bukan hanya sekadar serangkaian doa, melainkan suatu bentuk panduan rohaniah yang dapat membimbing kita melalui berbagai lika-liku kehidupan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih mendalam mengenai wirid sakron, bagaimana mengamalkannya, dan manfaat besar yang dapat kita peroleh melalui konsistensi dalam menjalankannya. Mari kita bersama-sama memahami kekuatan dan keberkahan yang terkandung dalam wirid sakron.

Penjelasan Hizib Sakron

Secara etimologi, istilah “Hizib Sakron” terdiri dari dua kata, yakni “hizb” yang berarti wirid, kelompok, atau golongan, dan “sakron” yang berasal dari kata “sakira-yaskaru” yang artinya mabuk.

Dalam literatur keagamaan, Hizib Sakron merujuk pada satu bentuk wirid khas yang diamalkan dalam Tariqah Alawiyyin, termasuk manakib ṣahibul wirid Syekh Abu Bakar al-Saqqaf al-Sakran.

Penamaan “Hizib Sakron” sendiri berasal dari gelar yang diberikan kepada Syekh Abu Bakar al-Saqqaf al-Sakran, yakni “As-Sakran” yang berarti mabuk.

Gelar tersebut mencerminkan keadaan spiritual Syekh Abu Bakar yang mabuk cinta kepada Allah SWT.

Menurut Buku Kumpulan Tanya Jawab dan Diskusi Keagamaan oleh Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah – KTB (2015: 1428), Hizib Sakron memiliki keistimewaan tertentu.

Meskipun tidak ada ketentuan khusus mengenai waktu yang tepat untuk membacanya, umumnya Hizib Sakron diamalkan setelah melaksanakan sholat fardhu.

Hal ini menunjukkan bahwa Hizib Sakron dapat menjadi bagian dari amalan rutin setelah kewajiban sholat harian selesai.

Perlu diperhatikan bahwa Hizib Sakron mengandung makna mendalam terkait dengan kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Gelar “As-Sakran” yang melekat pada Syekh Abu Bakar al-Saqqaf al-Sakran mencerminkan tingkat kecintaan dan keterikatannya yang mendalam terhadap Tuhan.

Dengan demikian, praktik membaca Hizib Sakron diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat ikatan spiritual dan meningkatkan kesadaran keagamaan.

Bacaan Hizib Sakron

Berbeda dengan wirid dan zikir umum yang biasanya dibaca oleh umat Muslim, wirid sakron memiliki bacaan khusus yang membedakannya. Hizib ini juga dikenal sebagai “Sikep Piyandel” dalam Bahasa Jawa yang artinya “Benteng Penjaga”.

Melaksanakan wirid sakron ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi Sobat dengan membantu mereka terhindar dari gangguan makhluk tak kasat mata yang dapat merugikan kehidupan mereka.

Keistimewaan wirid ini tidak hanya terbatas pada perlindungan dari gangguan makhluk halus, melainkan juga meliputi perlindungan dari segala jenis bahaya dan berbagai manfaat lain yang dapat diperoleh oleh Sobat.

Berikut adalah bacaan wirid sakron yang dapat diamalkan oleh Sobat:

اللَّهُمَّ إِنِّى احْتَطْتُ بِدَرْبِ الله طُوْلُهُ مَاشَاءَ الله قُفْلُهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله بَابُهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَحَاطَ بِنَا مِنْ بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ, الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ,إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ, إِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ, صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ   ( سُوْر  3×)

Baca Juga :  Doa Mandi Bunga untuk Buka Aura dan Menarik Kesuksesan

الله لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ, لاَتَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ, لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي الأَرْضِ, مَنْ ذَاالَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ, يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ, وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَاشَاءْ, وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

بِنَا اسْتَدَارَتْ كَمَا اسْتَدَارَتِ الْمَلاَئِكَةُ بِمَدِيْنَةِ الرَّسُوْلِ بِلاَ خَنْدَقٍ وَلاَ سُوْرٍ مِنْ كُلِّ قَدَرٍ مَقْدُوْرٍ وَحَذَرٍ مَحْذُوْرٍ وَمِنْ جَمِيْعِ السُّرُوْرِ (تَتَرَّسْـنَا بِالله  3×)

مِنْ عَدُوِّى وَعَدُوِّ الله مِنْ سَاقِ عَرْشِ الله إِلَى قَاعِ أَرْضِ الله صُنْعَتُهُ لاَ تَنْقَطِعُ بِأَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ, عَزِيْمَتُهُ لاَ تَنْشَقُّ بِأَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ,

اللَّهُمَّ إِنْ أَحَدٌ أَرَادَنِى بِسُوْءٍ مِنَ الْجِنِّ وَالإِنْسِ وَالْوُحُوْشِ مِنْ بَشَرٍ أَوْ شَيْطَانٍ أَوْ وَسْوَاسٍ فَارْدُدْهُمْ فِي انْتِكَاسٍ وَقُلُوْبَهُمْ فِي وَسْوَاسٍ وَأَيْدِيَهُمْ فِي إِفْلاَسٍ وَأَوْبِقْهُمْ مِنَ الرِّجْلِ إِلَى الرَّأْسِ لاَ سَهْلَ يَجْدَعُ وَلاَ جَبَلَ يَقْطَعُ بِأَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ, وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latinnya:

Allahumma inni ihtathtu bidarbi Allah tuluhu mashaa’allahu qufluhu, laa ilaha illallah baabuhu, Muhammadun Rasulullah sallallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam ahata binaa bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, Ar-Rahmanir-Rahim, Malik Yawmiddin. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, ihdinash-shiratal mustaqim, siratal ladzina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdubi ‘alaihim walad-dholin. (Surah 3x)

**Allahu laa ilaha illa Huwa, Al-Hayyul Qayyum. La ta’khudhuhu sinatun wa laa nawm, lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ard. Man dzalladzii yasyfa’u ‘indahu illa bi-idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bishai’in min ‘ilmihii illaa bimaa shaa’, wasi’a kursiyyuhus-samawaati wal-ard, wa laa ya’uduhu hifdzuhuma, wa Huwal ‘Aliyyul ‘Adhiim.

**Binaa astadarat kama astadaratil malaika bimadiinati ar-rasul bila khandaqin wa laa soorin, min kulli qadrin maqduri wa hizrin mahdzurin, wa min jami’il surur, tatarrosna billahi 3x.

**Min ‘aduwwii wa ‘aduwwillahi min saaqi ‘arsyillahi ilaa qaa’illahi, sun’atuhaa laa tanqath’u bi alfi alfi alfi laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘Aliyyil ‘Adhiim, ‘aziimatuhu laa tansyaqqu bi alfi alfi alfi laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘Aliyyil ‘Adhiim.

**Allahumma in ahadun araadani bissuu-im mina al-jinni wal-insi wal-wuhuusi min basharin aw syaitaanin aw waswaasin fardudhum fi intikhasin wa quluubahum fi waswaasin wa aydiyahum fi iflaasin wa aubiqhum minar-rijli ilar-ra’si, laa sahla yajda’u wa laa jabala yaqta’u, bi alfi alfi alfi laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘Aliyyil ‘Adhiim. Wa salla Allahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa sahbihi wa sallam.”

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku mengikuti jalan yang telah Engkau tentukan, panjangnya sesuai dengan kehendak-Mu. Kunci dan pintu-Nya adalah ‘La ilaha illallah’, pintu-Mu adalah Muhammad Rasulullah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada-Nya dan keluarganya. Engkau meliputi kami dengan nama-Mu yang penuh rahmat, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami beribadah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang mendapat kemurkaan, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. (Surah 3x)

Baca Juga :  Kandungan Surat Ali Imran Ayat 159 dan Penerapannya

“Allah, tidak ada Tuhan selain-Nya, yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya segala yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang bisa memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di depan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Maha Tinggi, Maha Besar.

“Dengan izin-Nya, kami berputar sebagaimana malaikat berputar di sekitar kota Rasul tanpa tembok dan pagar, dengan ketetapan yang telah ditetapkan dan ancaman yang telah diingatkan. Dari segala kesedihan, kami berlindung kepada Allah 3x.

“Dari musuhku dan musuh Allah yang telah merangkak dari Arasy Allah hingga ke dasar bumi. Rekayasa-Nya tidak akan terputus selama-lamanya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung. Azimat-Nya tidak akan terbelah selama-lamanya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung.

“Ya Allah, jika ada yang berniat jahat kepada kami dari jin, manusia, binatang buas, baik dari orang atau setan, atau godaan, maka balikkan mereka dalam keputusasaan, hati mereka dalam keraguan, dan tangan mereka dalam kebangkrutan. Binasakan mereka dari ujung kepala hingga ujung kaki, tanpa ada tempat perlindungan dan tempat berlindung, dengan izin Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung. Kesungguhan-Nya tidak akan terpecah selama-lamanya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung.

“Allahumma, jika ada seseorang yang berkeinginan jahat kepada saya, baik dari jin, manusia, atau binatang buas, dari kalangan manusia atau syaitan, atau godaan setan, maka balikkan mereka dalam keputusasaan, hati mereka dalam keraguan, tangan mereka dalam kebangkrutan, dan binasakan mereka dari ujung kepala hingga ujung kaki, tidak ada tempat melarikan diri yang mudah dan tidak ada gunung yang dapat memotong, dengan izin Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung. Salawat untuk junjungan kami, Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Cara Mengamalkan Hizib Sakron

Untuk mengamalkan Hizib ini, Sobat tidak memerlukan puasa atau tirakat yang berat. Proses amalan ini cukup sederhana dan dapat dilakukan setelah Sobat menyelesaikan sholat Isya.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Waktu Pelaksanaan:

Sobat disarankan untuk membaca wirid ini setelah menyelesaikan sholat Isya.

2. Frekuensi Bacaan:

Bacalah wirid ini sebanyak 3 kali setelah sholat Isya. Ketelitian dalam membaca setiap kalimatnya sangat penting untuk memperoleh manfaat maksimal.

3. Pelaksanaan Tambahan:

Setelah membaca wirid, taburkanlah garam di sekitar rumah Sobat. Tindakan ini dapat dianggap sebagai bagian dari amalan untuk melindungi diri dari gangguan makhluk tak kasat mata.

4. Bertawasul:

Saat hendak membaca amalan Hizib, Sobat disarankan untuk bertawasul (memohon syafaat) kepada beberapa tokoh agung, yaitu:

  • Rasulullah SAW.
  • Nabi Ilyas.
  • Syaikh Maulana Ilyas.
  • Habib Ali bin Abu Bakar Segaf.

Bertawasul ini dapat dilakukan dengan merendahkan diri dan memohon perlindungan serta petunjuk kepada Allah SWT melalui syafaat para tokoh tersebut.

5. Bacaan Hizib:

Setelah bertawasul, barulah Sobat dapat membaca wirid sakron ini dengan khidmat. Bacalah dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan, mengharapkan pertolongan dan lindungan dari Allah SWT.

Khasiat Hizib Sakron

Berikut adalah khasiat Hizib Sakron dalamsehari-hari kehidupan :

1. Benteng Perlindungan Diri

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, wirid sakron ini dikenal dengan istilah “Sikep Piyandel” atau “Benteng Penjaga”. Artinya, dengan konsisten mengamalkan wirid ini, Sobat akan meraih perlindungan baik secara fisik maupun spiritual.

Baca Juga :  Mengungkap Khasiat dan Cara Mengamalkan Hizib Sakron

Perlindungan diri ini akan diperoleh Sobat secara mutlak jika mau istiqomah dalam mengamalkan wirid tersebut.

2. Terlindung Dari Gangguan Makhluk Ghaib, Santet, Teluh, dan Sihir

Apakah Sobat percaya pada adanya makhluk tak kasat mata? Sadar atau tidak, di sekitar manusia terdapat berbagai makhluk gaib yang muncul untuk menguji iman atau bahkan mencelakakan orang lain.

Jika Sobat merasa diganggu oleh kehadiran makhluk gaib, amalkanlah wirid sakron ini! Jangan pernah mencari bantuan paranormal atau dukun, karena dengan keimanan, Sobat bisa mengatasi semuanya.

Dengan pertolongan Allah SWT, wirid sakron dapat melindungi Sobat dari gangguan makhluk gaib. Wirid ini juga efektif untuk menangkal sihir, teluh, atau santet.

Sebuah khasiat yang luar biasa dari wirid yang berasal dari Habib Ali bin Abu Bakar Segaf.

3. Mudah Menghadapi Segala Masalah Hidup

Setiap orang pasti menghadapi masalah dalam hidupnya, termasuk Sobat. Untuk sebagian masalah, mungkin Sobat dapat menyelesaikannya tanpa menimbulkan masalah berkepanjangan.

Namun, bagaimana jika Sobat terus-menerus dihadapkan pada masalah pelik dan merasa kesulitan menemukan solusi? Masalah akan semakin sulit tanpa solusi yang jelas.

Dengan mengamalkan wirid sakron, masalah hidup apapun yang menghampiri Sobat akan lebih mudah dikendalikan. Wirid ini menjadi benteng spiritual yang membantu Sobat melewati segala rintangan hidup.

4. Melindungi Dari Kejahatan Hipnotis dan Gendam

Hipnotis dan gendam adalah bentuk induksi keadaan mirip tidur, di mana Sobat rentan terhadap sugesti atau pengarahan dari si penghipnotis.

Selama hipnotis, Sobat memasuki keadaan di mana fokusnya lebih tinggi.

Penghipnotis membuat Sobat lebih terbuka terhadap sugesti, dan pikiran atau rangsangan lain akan terblokir di otak.

Selama hipnotis, Sobat cenderung fokus sepenuhnya pada apa yang terjadi saat itu, tanpa terpengaruh oleh pikiran atau suara lain.

Gendam dan hipnotis saat ini sering digunakan sebagai modus kejahatan untuk menipu dan merugikan orang lain.

Jika Sobat ingin terlindungi dari kejahatan hipnotis dan gendam, amalan wirid sakron dapat menjadi pertahanan efektif. Wirid ini membantu menjaga pikiran dan kesadaran Sobat agar tetap terlindungi.

Baca juga: Mengungkap Khasiat dan Cara Mengamalkan Hizib Sakron

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Hizib Sakron.

Dengan mengamalkan wirid sakron, Sobat tidak hanya memperoleh perlindungan diri secara menyeluruh, namun juga membangun benteng spiritual yang kuat dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Wirid ini bukan hanya sekadar rangkaian doa, melainkan menjadi panduan rohaniah bagi Sobat untuk menjaga keimanan, kesejahteraan, dan ketenangan batin.

Ingatlah, kekuatan wirid sakron tidak hanya terletak pada kata-kata yang terucap, melainkan pada keikhlasan dan konsistensi dalam mengamalkannya.

Dalam setiap langkah kehidupan, benteng perlindungan diri ini hadir sebagai sumber kekuatan dan ketenangan, membantu Sobat menghadapi segala rintangan dengan keyakinan dan keberanian.

Semoga wirid sakron ini tidak hanya menjadi amalan rutin, tetapi juga menjadi cahaya spiritual yang terus menerangi perjalanan hidup Sobat.

Teruslah istiqomah dalam berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT, karena pada hakikatnya, kekuatan sejati berasal dari-Nya. Selamat mengamalkan dan semoga keberkahan senantiasa menyertai langkah Sobat.

Terimakasih telah membaca artikel Hizib Sakron ini, semoga informasi mengenai Hizib Sakron ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *