Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim

Menelusuri Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim

Diposting pada

Hasiltani.id – Menelusuri Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim. Pada artikel ini, kita akan menjelajahi konsep penting dalam bahasa Arab yang dikenal sebagai Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim.

Konsep ini merupakan bagian integral dari pemahaman tata bahasa Arab dan membaca Al-Quran dengan baik.

Isim Jamak Mudzakkar Salim merujuk pada kata benda jamak dalam bahasa Arab yang tidak mengalami perubahan bentuk dari bentuk tunggalnya (mufrad) dan memiliki karakteristik tertentu dalam pembacaannya, terutama dalam i’rob (penyisipan vokal).

Dalam artikel ini, kita akan membahas contoh- contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim, bagaimana mereka dibaca dalam berbagai i’rob (Marfu’, Manshub, dan Majrur), serta pentingnya pemahaman konsep ini dalam studi bahasa Arab dan membaca Al-Quran dengan baik.

Dengan memahami prinsip-prinsip ini, pembaca akan dapat lebih mendalam dalam memahami dan menghargai kekayaan bahasa Arab serta pesan yang terkandung dalam Al-Quran.

Mari kita mulai dengan menjelajahi berbagai contoh yang menarik dan bermanfaat.

Pengertian Isim Jamak Mudzakkar Salim

Jamak mudzakkar salim (جَمْعُ مُذَكَّرٍ السَّالِمِ) adalah jenis jamak dalam bahasa Arab yang digunakan untuk menunjukkan makna jumlah lebih dari dua dengan menambahkan huruf wawu-nun (ون) atau ya’-nun (ين) pada akhir kata.

Yang menarik dari jenis jamak ini adalah bentuk jamaknya tidak mengalami perubahan bentuk dari kata tunggal (mufrad) asalnya.

Dalam bahasa Arab, bentuk jamak mudzakkar salim ini mempertahankan bentuk kata tunggalnya. Sebagai contoh, kita ambil kata “مُسْلِمٌ” (muslim), yang merupakan bentuk tunggal yang merujuk kepada seorang muslim.

Ketika kata ini diubah menjadi jamak mudzakkar salim, ia menjadi “مُسْلِمُوْنَ” (muslimun), yang artinya banyak muslim.

Perubahan yang terjadi hanyalah penambahan huruf ون (wawu-nun) pada akhir kata, dan bentuk kata dasarnya tetap tidak berubah.

Jadi, jamak mudzakkar salim adalah jenis jamak dalam bahasa Arab yang memungkinkan kita untuk mengungkapkan jumlah lebih dari dua dengan cara yang sederhana, tanpa mengubah bentuk kata asalnya.

Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim

Jamak mudzakkar salim adalah salah satu bentuk jamak dalam bahasa Arab yang memiliki ciri-ciri khusus tergantung pada alamat (alamat tasydid) yang digunakan dalam kalimat.

Berikut ini adalah penjelasan lebih rinci mengenai jamak mudzakkar salim dalam tiga bentuk alamat yang berbeda:

1. Jamak Mudzakkar Salim dengan Alamat Rafa’ (Marfu’):

Ketika jamak mudzakkar salim diarahkan ke Rafa’ (subjek dalam kalimat), maka ia disebut Marfu’.

Contoh: “جَاءَ زَيْدُوْنَ” (ja’a zaidun), yang artinya “Zaid-zaid (telah) datang.” atau “Para Zaid atau banyak Zaid (telah) datang.”

Dalam contoh ini, kata “زَيْدُوْنَ” (zaidun) adalah jamak mudzakkar salim yang disebut Marfu’, karena digunakan sebagai subjek kalimat. Alamat tasydidnya adalah huruf wawu (و) di akhir kata.

Baca Juga :  Penjelasan Mengenai Isim Dhomir Lengkap dengan Contoh

2. Jamak Mudzakkar Salim dengan Alamat Nashab (Manshub):

Ketika jamak mudzakkar salim diarahkan ke Nashab (objek dalam kalimat), maka ia disebut Manshub.

Contoh: “رَأَيْتُ زَيْدِيْنَ” (ra’aytu zaidin), yang artinya “Saya melihat Zaid-zaid.” atau “Saya melihat para Zaid atau banyak Zaid.”

Dalam contoh ini, kata “زَيْدِيْنَ” (zaidin) adalah jamak mudzakkar salim yang disebut Manshub, karena digunakan sebagai objek dalam kalimat. Alamat tasydidnya adalah huruf ya’ (ي) di akhir kata.

3. Jamak Mudzakkar Salim dengan Alamat Jar (Majrur):

Ketika jamak mudzakkar salim diarahkan ke Jar (kata-kata yang menunjukkan hubungan lokasi), maka ia disebut Majrur.

Contoh: “مَرَرْتُ بِزَيْدِيْنَ” (marrtu bi zaidin), yang artinya “Saya berjalan bertemu dengan Zaid-zaid.” atau “Saya berjalan bertemu dengan para Zaid atau banyak Zaid.”

Dalam contoh ini, kata “زَيْدِيْنَ” (zaidin) adalah jamak mudzakkar salim yang disebut Majrur, karena digunakan dalam konteks lokasi atau jar. Alamat tasydidnya adalah huruf ya’ (ي) di akhir kata.

Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim dalam Al Quran

Berikut adalah contoh-contoh jamak mudzakkar salim yang terdapat dalam Al-Quran yang Hasiltani pisahkan berdasarkan i’robnya: marfu’ (Rafa’), manshub (Nashab), dan majrur (Jar) dari Surah Al-Baqarah.

Contoh Jamak Mudzakkar Salim yang Dibaca Rafa’ (Marfu’):

  1. “ٱلۡمُفۡلِحُونَ” (Al-Muflihuun) artinya “orang-orang yang beruntung.”
  2. “مُصۡلِحُونَ” (Muslihuun) artinya “orang-orang yang melakukan perbaikan.”
  3. “مُسۡتَهۡزِءُونَ” (Mustahziuun) artinya “orang-orang yang mengolok-olok.”
  4. “خَٰلِدُونَ” (Khaliduun) artinya “orang-orang yang kekal.”
  5. “ٱلۡخَٰسِرُونَ” (Al-Khasiruun) artinya “orang-orang yang merugi.”
  6. “مُّسۡلِمُونَ” (Muslimuun) artinya “orang-orang yang muslim.”
  7. “عَٰبِدُونَ” (A’biduun) artinya “orang-orang yang menyembah/beribadah.”

Contoh Jamak Mudzakkar Salim yang Dibaca Nashab (Manshub):

  1. “مُهۡتَدِينَ” (Muhtadiin) artinya “orang-orang yang mendapat petunjuk.”
  2. “صَٰدِقِينَ” (Shadiqiin) artinya “orang-orang yang benar.”
  3. “ٱلۡفَٰسِقِينَ” (Al-Fasiqiin) artinya “orang-orang yang fasik.”

Contoh Jamak Mudzakkar Salim yang Dibaca Jar (Majrur) dengan Huruf Jar-nya:

  1. “لِّلۡمُتَّقِينَ” (Lil-Muttaqiin) artinya “orang-orang yang bertakwa.”
  2. “بِمُؤۡمِنِينَ” (Bil-Mu’miniin) artinya “orang-orang yang beriman.”
  3. “بِٱلۡكَٰفِرِينَ” (Bil-Kaafiriin) artinya “orang-orang yang kafir.”
  4. “مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ” (Mina Azh-Zhaalimiin) artinya “orang-orang yang zalim.”

Berikut adalah contoh-contoh Jamak Mudzakkar Salim beserta artinya:

Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim

Berikut adalah contoh- contoh Isim jamak mudzakkar salim dalam Surah Al-Baqarah beserta artinya:

Marfu’

“أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ”

Artinya: “Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

“وَاِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ”

Artinya: “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah berbuat kerusakan di bumi!’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.’”

“وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ إِلَىٰ شَيَٰطِينِهِمۡ قَالُوٓاْ إِنَّا مَعَكُمۡ إِنَّمَا نَحۡنُ مُسۡتَهۡزِءُونَ”

Artinya: “Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, ‘Kami telah beriman.’ Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.’”

“وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٌ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزۡقًا قَالُواْ هَٰذَا ٱلَّذِي رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَٰبِهًا وَلَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌۖ وَهُمۡ فِيهَا ‌خَٰلِدُونَ”

Baca Juga :  Pengertian, Manfaat dan Pembagian Naat Manut

Artinya: “Dan beri kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga itu, mereka mengatakan, ‘Inilah yang telah diberikan kepada kami dahulu.’ Dan mereka diberi buah-buahan yang serupa, dan mereka memiliki pasangan-pasangan yang suci, dan mereka kekal di dalamnya.”

 “ٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهۡدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مِيثَٰقِهِۦ وَيَقۡطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ‌ٱلۡخَٰسِرُونَ”

Artinya: “Mereka adalah orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi.”

“وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبۡرَٰهِـۧمُ بَنِيهِ وَيَعۡقُوبُ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم ‌مُّسۡلِمُونَ”

Artinya: “Dan Ibrahim mewasiatkan itu kepada anak-anaknya, demikian juga Yakub, ‘Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilihkan agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.’”

“أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۡہُۖ قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبۡرَٰهِـۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا وَنَحۡنُ لَهُۥ ‌مُّسۡلِمُونَ”

Artinya: “Ataukah kamu menjadi saksi saat maut menjemput Yakub ketika dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kamu sembah setelah aku meninggal?’ Mereka menjawab, ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, yaitu Ibrahim, Ismail, dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa, dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.’”

“وَمَآ أُوتِيَ ٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمۡ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٍ مِّنۡہُمۡ وَنَحۡنُ لَهُۥ ‌مُسۡلِمُونَ”

Artinya: “Apa yang diberikan kepada para nabi dari Tuhan mereka, kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”

“صِبۡغَةَ ٱللَّهِۖ وَمَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللَّهِ صِبۡغَةً وَنَحۡنُ لَهُۥ عَٰبِدُونَ”

Artinya: “Sibgatallah. Siapa yang lebih baik sibgah-nya daripada Allah? Dan kepada-Nya kami menyembah.”

Manshub

Berikut adalah contoh- contoh Isim jamak mudzakkar salim Manshub dalam Surah Al-Baqarah beserta artinya:

“أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلۡهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَٰرَتُهُمۡ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ”

Artinya: “Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.”

“وَإِن ‌كُنتُمۡ ‌فِي رَيۡبٖ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا فَأۡتُواْ بِسُورَةٖ مِّن مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُواْ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ ‌إِن ‌كُنتُمۡ ‌صَٰدِقِينَ”

Artinya: “Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

“إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡيِۦٓ أَن يَضۡرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوۡقَهَاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًاۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًا وَيَهۡدِي بِهِۦ كَثِيرًاۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلۡفَٰسِقِينَ”

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik,

Baca Juga :  Mendalamnya Pemahaman - Contoh Isim Maushul dalam Al-Qur'an

“وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلۡأَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِي بِأَسۡمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ”

Artinya: “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!”

Majrur

Berikut adalah contoh- contoh Isim jamak mudzakkar salim Majrur dalam Surah Al-Baqarah beserta artinya:

“ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدًى لِّلۡمُتَّقِينَ”

Artinya: “Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”

“وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَمَا هُم بِمُؤۡمِنِينَ”

Artinya: “Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”

“أَوۡ كَصَيِّبٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فِيهِۦ ظُلُمَٰتٌ وَرَعۡدٌ وَبَرۡقٌ يَجۡعَلُونَ أَصَٰبِعَهُمۡ فِيٓ ءَاذَانِهِم مِّنَ ٱلصَّوَٰعِقِ حَذَرَ ٱلۡمَوۡتِۚ وَٱللَّهُ مُحِيطٌ بِٱلۡكَٰفِرِينَ”

Artinya: “Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.”

“فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُۖ أُعِدَّتۡ ‌لِلۡكَٰفِرِينَوَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ وَٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ”

Artinya: “Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”

“وَقُلۡنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسۡكُنۡ أَنتَ وَزَوۡجُكَ ٱلۡجَنَّةَ وَكُلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هَٰذِهِ ‌ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ”

Artinya: “Dan Kami berfirman, “Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!”

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim.

Dalam artikel ini, telah disajikan berbagai contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim beserta penjelasan mengenai pembacaannya yang dapat berubah berdasarkan i’robnya, yaitu Marfu’, Manshub, dan Majrur. Contoh-contoh tersebut diambil dari Surah Al-Baqarah dalam Al-Quran.

Pemahaman mengenai Isim Jamak Mudzakkar Salim penting dalam mempelajari tata bahasa Arab dan membaca Al-Quran dengan baik. Dengan memahami konsep ini, pembaca akan lebih mudah mengenali dan memahami ayat-ayat Al-Quran secara lebih mendalam.

Terimakasih telah membaca artikel Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim ini, semoga informasi mengenai Contoh Isim Jamak Mudzakkar Salim ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *