Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire

Keindahan Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire

Diposting pada

Hasiltani.id – Keindahan Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire. Batu Black Safir merupakan salah satu varian dari batu safir yang sangat diminati oleh para pecinta batu permata di seluruh dunia.

Selain keindahan dan keunikan warnanya, batu ini juga dikenal memiliki nilai yang tinggi di pasaran. Namun, tak semua Batu Black Safir yang beredar di pasaran memiliki kualitas prima secara alami.

Seperti halnya dengan Blue Sapphire, batu ini seringkali menjalani berbagai proses treatment untuk meningkatkan kejernihan, warna, dan penampilan keseluruhannya.

Cara treatment Blue Sapphire, khususnya, telah menjadi topik yang hangat dibicarakan di kalangan ahli gemologi, mengingat pentingnya menjaga keaslian dan kualitas dari batu mulia ini.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, berbagai metode treatment kini hadir untuk memastikan bahwa konsumen mendapatkan sapphire dengan tampilan terbaik, namun tetap harus waspada terhadap potensi penipuan.

Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire.

Batu Black Safir

Dalam pembahasan Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire, Batu Black Safir merupakan salah satu varian dari batu safir yang cukup terkenal dan diminati.

Meskipun memiliki kemiripan dengan jenis-jenis safir lainnya, Batu Black Safir mempunyai karakteristik tersendiri. Batu ini masuk dalam kategori batuan korundum.

Pada skala kekerasan Mohs, batu ini mendapatkan nilai 9, menunjukkan bahwa batu ini memiliki kekerasan yang sangat tinggi dan hanya berada satu tingkat di bawah berlian.

Batu Black Safir mempunyai rumus kimia Al2O3 dan memiliki sistem kristal berbentuk heksagonal. Salah satu hal yang membuat Batu Black Safir begitu istimewa dan bernilai tinggi adalah kelangkaannya di permukaan bumi.

Oleh karena itu, batu ini mempunyai harga jual yang relatif tinggi di pasar. Banyak kolektor batu permata dari berbagai belahan dunia yang mengincar dan menghargai keunikan dari Batu Black Safir ini, sebagaimana yang diungkapkan oleh sumber dari pusatabatu.

Walau begitu, hanya ada sejumlah negara tertentu yang mampu menghasilkan Batu Black Safir dengan kualitas baik.

Baca Juga :  Rahasia Ilmu Membedakan Sapphire Asli dan Sintetis

Beberapa negara penghasil utama batu ini antara lain Laos, Malawi, Nepal, Thailand, Srilangka, Burma (Myanmar), China, Afganistan, Tajikistan, Vietnam, Australia, Amerika Serikat, Tanzania, Mozambik, India, Columbia, Kamboja, Kenya, Pakistan, dan Nigeria.

Sebagai catatan, batu safir dengan ukuran terbesar pernah ditemukan di Momgog, Myanmar pada tahun 1966 dengan bobot mencapai 12,6 kg. Sebuah penemuan yang luar biasa dan menambah daftar kekayaan alam permata dunia.

Di era modern ini, pasaran batu permata, khususnya safir, dibanjiri oleh batu sintetis. Batu sintetis merupakan hasil buatan laboratorium yang dirancang sedemikian rupa sehingga memiliki komposisi unsur yang serupa dengan batu asli.

Meskipun demikian, ada perbedaan mendasar antara batu sintetis dan batu alami. Karena kemiripannya, calon pembeli harus ekstra berhati-hati agar tidak tertipu saat hendak membeli batu safir asli.

Salah satu cara untuk membedakan batu permata asli dan sintetis adalah melalui serat atau motif yang ada di dalam batu.

Pada batu permata asli, serat ini tampak unik dan alami, mirip sidik jari pada manusia. Sebagai contoh, pada batu safir atau ruby, serat ini dapat tampak seperti sidik jari.

Sementara itu, batu alexandrite memiliki motif yang disebut “cat eye” dan ada juga batu safir atau ruby yang menunjukkan motif “star”. Untuk melihat serat atau motif ini dengan jelas, kita memerlukan kaca pembesar.

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa banyak safir yang dijual di pasaran saat ini telah mengalami proses perawatan di laboratorium.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan penampilan batu. Oleh karena itu, mendapatkan safir yang benar-benar alami dan tanpa perlakuan tambahan (treatment) menjadi semakin langka.

Jika Sobat menemukan safir semacam itu, harganya bisa sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 10 juta per karat, tergantung pada kualitas dan keunikannya.

Sebagai calon pembeli, informasi ini penting untuk diketahui agar dapat membuat keputusan pembelian yang tepat.

Cara Treatment Blue Sapphire

Dalam pembahasan Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire, Sapphire terutama Blue Sapphire, adalah salah satu batu mulia yang sangat diminati di pasaran.

Namun, sulit untuk menemukan sapphire dengan warna dan kejernihan sempurna langsung dari alam. Secara statistik, hanya sekitar 1% dari sapphire yang ditambang yang memiliki warna serta kejernihan yang memuaskan.

Baca Juga :  Kegunaan Kijing Bungkem, Mengungkap Misteri dan Manfaat

Jika Sobat berhasil menemukan sapphire dengan kualitas tersebut, harganya tentunya akan sangat mahal karena kelangkaannya.

Untuk meningkatkan kualitas visual sapphire, ada beberapa metode perlakuan yang umumnya diterapkan.

Berikut ini adalah dua metode perlakuan yang populer:

1. Heat Treatment (Pemanasan):

Salah satu metode perlakuan tertua dan paling umum pada sapphire adalah dengan pemanasan. Teknik ini dikenal sebagai heat treatment.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan tampilan visual sapphire, terutama warna dan kejernihannya. Metode ini dianggap lebih alami karena hanya melibatkan pemanasan tanpa penambahan bahan kimia lainnya.

Oleh karena itu, sapphire yang hanya menjalani heat treatment biasanya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menjalani perlakuan lain.

2. Diffusion:

Dalam Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire, metode ini melibatkan penambahan bahan kimia tertentu yang memiliki kesamaan dengan komposisi kimia sapphire.

Setelah itu, batu dipanaskan pada suhu sangat tinggi. Hasilnya adalah perubahan warna sapphire menjadi lebih intens dan tajam.

Selain itu, teknik diffusion juga dapat digunakan untuk menciptakan efek “starism” pada sapphire yang berbentuk cabochon.

Namun, banyak ahli gemologi yang tidak sepenuhnya setuju dengan metode ini karena mengubah struktur alami sapphire, sehingga batu dianggap “tidak alami”.

Akibatnya, di pasaran, sapphire yang telah menjalani perlakuan diffusion biasanya dihargai lebih murah dibandingkan dengan sapphire yang hanya mendapatkan heat treatment.

3. Glass Filled/Flux:

Perlakuan “glass filled” atau dikenal juga dengan “flux” adalah teknik yang bertujuan untuk meningkatkan kejernihan atau klarity sapphire.

Proses ini melibatkan pemboran atau pelubangan pada sapphire untuk menghilangkan inklusi atau bahan asing di dalamnya. Inklusi yang ada pada sapphire kemudian dibakar sampai meleleh dan dikeluarkan.

Lubang yang dihasilkan dari proses tersebut kemudian diisi dengan bahan kimia berbentuk kristalin. Hasil akhir dari proses ini adalah sapphire dengan tampilan yang lebih bersih, transparan, dan mirip kristal.

Meskipun dapat menghasilkan sapphire dengan tampilan yang indah, teknik ini memerlukan biaya yang cukup tinggi dan seringkali kurang diterima oleh ahli gemologi.

Salah satu alasan utamanya adalah karena perlakuan ini sangat sulit untuk dideteksi, sehingga potensi penipuan menjadi lebih tinggi.

Baca Juga :  Istilah Mbah Sangkil yang Sering Digunakan oleh Arek Surabaya

4. Sapphire Sintetik:

Dalam Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire, Sapphire sintetik memang memiliki susunan kimia yang sama dengan sapphire alami yang ditemukan di alam.

Namun, yang membedakannya adalah proses pembentukannya. Sapphire sintetik tidak terbentuk di dalam perut bumi melalui proses geologi alami, melainkan diciptakan oleh manusia di laboratorium dengan teknologi canggih.

Walaupun memiliki kualitas dan tampilan yang hampir sama dengan sapphire alami, banyak penjual perhiasan yang menghindari penggunaan sapphire jenis ini karena dianggap setara dengan imitasi.

5. Sapphire Imitasi:

Sebagaimana namanya, sapphire imitasi adalah batu yang menyerupai sapphire namun tidak memiliki komposisi kimia yang sama dengan sapphire asli.

Banyak sapphire imitasi yang beredar di pasaran, biasanya dijual oleh penjual yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa bahan yang sering digunakan untuk membuat imitasi sapphire antara lain zircon imitasi dan spinel imitasi.

Batu-batu ini sebenarnya bukan batu mulia, melainkan material kristalin yang diberi pewarna biru untuk menyerupai sapphire.

Baca juga:

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire.

Batu Black Safir dan Blue Sapphire merupakan dua batu permata yang menawan dan memiliki nilai estetika serta ekonomi yang tinggi.

Kedua batu ini, terutama Blue Sapphire, seringkali menjalani berbagai cara treatment untuk memaksimalkan keindahannya.

Namun, bagi para pecinta batu mulia, pemahaman mendalam mengenai berbagai teknik treatment sangat penting agar tidak terjebak dalam pembelian batu yang kurang berkualitas atau bahkan imitasi.

Oleh karena itu, selalu lakukan penelitian dan konsultasi dengan ahli gemologi sebelum memutuskan untuk membeli.

Dengan demikian, keindahan dan keaslian Batu Black Safir serta Blue Sapphire dapat terjaga dengan baik dan menjadi investasi yang berharga bagi pemiliknya.

Terima kasih telah membaca artikel Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire ini, semoga informasi mengenai Batu Black Safir & Cara Treatment Blue Sapphire ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *