Thaharah

Mengenal Apa itu Thaharah

Diposting pada

Hasiltani.id – Mengenal Apa itu Thaharah. Thaharah, dalam bahasa Arab, memiliki makna yang dalam dan penting dalam ajaran Islam. Konsep thaharah mencakup kesucian, kebersihan, dan pemurnian diri, baik secara fisik maupun spiritual.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi makna, jenis, dan pentingnya thaharah dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana konsep ini tercermin dalam ayat-ayat Al-Quran.

Thaharah bukan hanya aspek keagamaan, tetapi juga memiliki implikasi dalam menjaga kesehatan dan kesucian dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita mulai dengan memahami lebih dalam tentang apa sebenarnya thaharah itu.

Pengertian Thaharah

Thaharah, dalam konteks bahasa, memiliki arti النَّظَافَةُ an nadhofah, yang berarti bersih dan suci. Kata ini berasal dari bentuk mashdar (kata benda yang berhubungan dengan tindakan) dari fiil madhi thahura مصدر طهُرَ atau thahara طهَرَ dengan fiil mudhari’ يَطْهُرَ (yathuru).

Dalam pengertian ini, istilah thaharah juga sering disebut dengan atthoharatu minal iman الطهارة من الايمان, yang berarti bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Oleh karena itu, thaharah dapat diartikan sebagai kebersihan.

Namun, dalam konteks syariat Islam, pengertian thaharah adalah tindakan untuk menghilangkan atau mengangkat hadats dan najis dalam berbagai bentuknya.

Setelah seseorang melakukan thaharah, ia dianggap suci atau طاهر thahir. Bersuci dalam Islam dapat dilakukan melalui beberapa cara, seperti mencuci diri, melakukan wudhu, tayamum, atau mandi.

Lafadz Yang Berkaitan Dengan Thaharah

Dari akar kata yang sama, yaitu “thahara,” terdapat berbagai bentuk kata dalam bahasa Arab yang terkait dengan konsep thaharah. Beberapa di antaranya termasuk “thuhur” dan istilah-istilah lain yang ada dalam hadis berikut:

Baca Juga :  Mengungkap Misteri Doa Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin

Dalam hadis, Rasulullah SAW pernah menyatakan, “الطُّهُوْرُ شَطْرُ الإِيْمَانِ” yang berarti “Attuhur syatrul iman,” yang dapat diterjemahkan sebagai “Bersuci itu bagian dari iman.”

Dengan demikian, thaharah atau bersuci merupakan bagian penting dalam praktik keimanan.

Selain itu, ada beberapa bentuk kata lain yang berasal dari akar kata “thahara” yang juga terkait dengan konsep thaharah, seperti berikut:

1. Thahara (طهَرَ) dan thahura (طهُرَ):

Kedua kata ini merupakan bentuk dari fiil madhi yang berarti “bersuci.”

2. Thuhrun (الطُّهْرُ):

Ini adalah bentuk mashdar yang berarti “suci” atau “terbebas dari haidh dan nifas,” mengacu pada keadaan suci seorang wanita setelah masa haidh atau nifas.

3. Athar (الأَطْهَارُ):

Ini adalah bentuk jamak yang merujuk kepada “hari-hari sucinya seorang wanita,” yaitu masa-masa tertentu di mana seorang wanita dianggap suci dalam agama Islam.

4. Atthahur (الطَّهُورُ):

Kata ini adalah bentuk sifat musyabbihat yang menggambarkan sesuatu yang “suci” dan “menyucikan.” Ini mencerminkan konsep kesucian yang selalu ada.

5. Thohir (طاهر):

Ini adalah bentuk isim fa’il tsulasi mujarrad yang berarti “yang suci.”

6. Mutthahir (مُطَهِّر):

Ini adalah bentuk isim fail mazid ruba’i yang berarti “yang menyucikan,” merujuk pada seseorang atau sesuatu yang melakukan tindakan untuk membersihkan atau menyucikan.

7. Muthohar (مُطَهَّر):

Kata ini juga merupakan bentuk isim maful ruba’i yang berarti “yang disucikan,” mengacu pada sesuatu yang telah dibersihkan atau disucikan.

Lafadz Thaharah dalam Al-Quran

Berikut adalah lafadz-lafadz “thaharah” dalam berbagai bentuknya yang terdapat dalam Al-Quran beserta artinya:

  1. “صُحُفًا مُطَهَّرَةً” (Shuhufan muthahharatan) artinya: “lembaran-lembaran yang disucikan” (Qs. Al-Bayyinah ayat 2).
  2. “مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ” (Marfu’atimmuthohharoh) artinya: “yang ditinggikan lagi disucikan” (Qs. Abasa ayat 14).
  3. “وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ” (Watsiyaabaka fathahhir) artinya: “dan pakaianmu bersihkanlah” (Qs. Al-Mudatsir ayat 4).
  4. “ذَٰلِكَ خَيْرٌ لَكُمْ وَأَطْهَرُ” (Dzalika khairullakum wa athar) artinya: “Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih” (Qs. Al-Mujadilah ayat 12).
  5. “لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ” (Laa yamassahu illal mutathohhirun) artinya: “tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” (Qs. Al-Waqiah ayat 79).
  6. “وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا” (Wayuthahhitukum tathiraa) artinya: “dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (Qs. Al-Ahzab ayat 33).
  7. “فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ” (Fiihi rijaaluy yuhibbuna ay yatathohharuu. Wallahu yuhibbul mutthahhiriin) artinya: “Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih” (Qs. At-Taubah 108).
  8. “لَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ” (Lahum fiihaa azwaajum muthahharah) artinya: “mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci” (Qs. An-Nisa’ ayat 57).
Baca Juga :  Doa Ilmu Pengasihan Nabi Sulaiman - Menaklukkan Hati

Semua ayat-ayat ini menekankan pentingnya konsep thaharah dalam Islam, baik dalam praktik ibadah maupun dalam menjaga kesucian diri dan lingkungan.

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Thaharah.

Dalam keseharian kita, konsep thaharah mengajarkan kita untuk menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya dalam tubuh fisik kita, tetapi juga dalam hati dan pikiran.

Thaharah adalah aspek penting dalam agama Islam, tetapi juga memiliki dampak positif dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan kita.

Ketika kita memahami dan mengapresiasi pentingnya thaharah, kita dapat menghadapi kehidupan dengan rasa kesadaran, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap diri sendiri serta lingkungan sekitar.

Dalam Al-Quran, thaharah dipromosikan sebagai tanda keimanan dan kesucian. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjalankan praktik thaharah dengan baik dan konsisten dalam rutinitas sehari-hari.

Ini bukan hanya bentuk pengabdian kepada Tuhan, tetapi juga cara untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan kita secara keseluruhan.

Dengan demikian, mari kita terus memahami dan menerapkan konsep thaharah dalam kehidupan sehari-hari kita.

Dengan melakukan ini, kita dapat mencapai kedekatan dengan Tuhan, menjaga kesehatan kita, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan suci bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Thaharah bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan fondasi untuk hidup yang lebih baik dan lebih bermakna.

Terimakasih telah membaca artikel Thaharah ini, semoga informasi mengenai Thaharah ini bermanaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *