Jawaban Barakallahu Fiik

Penjelasan Mengenai Jawaban Barakallahu Fiik yang Benar

Diposting pada

Hasiltani.id – Penjelasan Mengenai Jawaban Barakallahu Fiik yang Benar. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mendengar ucapan “Barakallahu Fiik” sebagai bentuk doa dan harapan keberkahan.

Ungkapan ini tidak hanya sekadar rangkaian kata, namun juga mengandung makna yang mendalam dalam interaksi sosial, terutama di antara sesama muslim.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih lanjut tentang Jawaban Barakallahu Fiik dan menggali signifikansinya dalam konteks budaya dan kehidupan sehari-hari.

Bagaimana sikap menjawab doa ini dapat menciptakan hubungan yang lebih erat dan mengalirkan keberkahan dalam setiap interaksi? Mari kita telusuri bersama dalam pembahasan ini.

Penjelasan Barakallahu Fiik

Sebelum membahas mengenai Jawaban Barakallahu Fiik, simak penjelasan mengenai kalimat Barakallahu Fiik dahulu,

Sobat perlu memahami bahwa ungkapan “Barakallahu fiik” dalam Bahasa Arab terdiri dari beberapa rangkaian kata yang memiliki makna dan tujuan tertentu.

Rangkaian kata pertama berasal dari gabungan kata “barakah” dan “Allah,” yang dapat diartikan sebagai berkah atau segala kebaikan yang dilimpahkan oleh Allah.

Tambahan satu kata di depan atau di belakang, yaitu “fiik,” berfungsi untuk memperkuat tujuan kalimat.

Makna dari pernyataan tersebut adalah bahwa kalimat ini memiliki tujuan khusus terkait siapa yang menjadi sasaran ucapan dan doa.

Dalam kosakata Bahasa Arab, “fiik,” ketika digabungkan dengan “barakallah,” menunjukkan tujuan untuk seseorang yang sedang berada di hadapanmu, baik itu perempuan atau laki-laki.

Dalam pelafalan sebenarnya dari “barakallahu fiik,” di bagian belakang terdapat bentuk “fiika” dan “fiiki,” yang masing-masing ditujukan untuk jenis kelamin tertentu.

Baca Juga :  Mengungkap Keajaiban Hizib Sakran Doa Versi Dosis Tinggi

“Fiika” digunakan untuk laki-laki, sementara “fiiki” untuk perempuan. Meskipun demikian, pelafalan tetap sama, yaitu “barakallahu fiik,” dan hanya berlaku untuk penyebutan secara perorangan.

Jika Sobat secara kebetulan bertemu dengan lebih dari satu orang perempuan, Sobat dapat menambahkan “fiikunna.” Sedangkan untuk laki-laki yang berjumlah lebih dari satu, gunakan “fiikum.”

Jika Sobat bertemu dengan keduanya, baik laki-laki dan perempuan, Sobat perlu mencantumkan kata “fiikuma” di belakang ucapan “barakallah.”

Makna Barakallahu Fiik

Dalam Jawaban Barakallahu Fiik, makna utama dari kalimat “barakallahu fiik” adalah harapan agar segala keberkahan diberikan kepadamu.

Meskipun demikian, sebagian besar dari kita mungkin belum sepenuhnya memahami maksud dari makna dasar tersebut.

Sebenarnya, inti dari ucapan dan doa “barakallah” terkait dengan pemberian Allah yang harus dihargai, dibagikan, dan tidak dihabiskan tanpa memberikan manfaat bagi orang lain.

Jika pemahamanmu masih kurang, disarankan untuk membaca beberapa sumber yang menjelaskan kisah-kisah Rasulullah yang menganjurkan untuk mengucapkan kalimat tersebut kepada sesama muslim.

Terutama, pada saat seorang muslim membagi kenikmatan dan rezekinya kepada kita.

Terutama ketika seorang muslim membagi kenikmatan dan rezekinya kepada kita, contohnya seperti berikut:

أُهْدِيَتْ لِرسولِ اللهِ صلی الله عليه و سلم شاةٌ ، فقال: اقسميها ، فكانتْ عائشةُ رضي الله عنها إذا رجَعَتْ الخادِمُ تقول: ما قالوا ؟ تقول الخادم قالوا: بارَكَ اللهُ فيكم فتقولُ عائشةُ رضي الله عنها:  وفيهم باركَ اللهُ ، نرُدُّ عليهِم مثلَ مَا قالوا ، ويَبْقَى أجرُنا لَنا.

Artinya:

“Aku memberikan hadiah berupa seekor domba kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau kemudian berkata, ‘Bagilah domba tersebut.’ Setelah itu, Aisyah radhiallahu ‘anha, kebiasaannya ketika pelayannya pulang, bertanya, ‘Apa yang mereka katakan?’ Pelayannya menjawab, ‘Mereka mengucapkan: “Barakallahu fiikum” (semoga Allah memberikan keberkahan padamu).’ Aisyah radhiallahu ‘anha pun berkata, ‘Wa fiihim barakallah’ (dan semoga Allah juga memberikan keberkahan kepada mereka). Kami membalas doa mereka dengan doa yang sepadan, dan pahala tetap menjadi milik kita.” [HR. Nasa’i dalam Amalul yaum wal lailah no.303. Kata Al Albani rahimahullah dalam Al Kalim At Thayyib 239: Jayyid/bagus].

Baca Juga :  Kunci Sholawat Nuridzat yang Penuh Berkah dan Keutamaan

Jawaban Barakallahu fiik yang Benar

Seperti yang telah disebutkan dalam kisah yang diriwayatkan oleh an Nasa’i di atas, Aisyah RA menjawab doa seseorang dengan kalimat “Wa fiihim barakallah.” Namun, perlu dipahami bahwa kata “fiihim” diucapkan kepada orang banyak.

Jika maksud dan tujuan Sobat hanya untuk membalas doa secara personal, baik kepada seorang laki-laki atau perempuan saja, maka jawaban yang lebih tepat adalah “Wafiika” untuk laki-laki atau “Wafiiki” untuk perempuan, diikuti dengan “Barakallaah.”

Waktu yang Tepat untuk Mengucapkan

Setelah membahas mengenai Jawaban Barakallahu Fiik, Hasiltani akan menjelaskan waktu yang tepat untuk mengucapkannya.

Sobat dapat mengucapkannya kapan saja ketika ada seorang lelaki atau perempuan memberikan sesuatu kepada Sobat dan hadiah tersebut berasal dari harta mereka sendiri.

Namun, banyak dari Sobat yang belum memahami asal-usul mengapa doa ini perlu diucapkan kepada seseorang, seringkali mengucapkannya kepada semua orang dalam keadaan bahagia.

Meskipun mereka tidak memberikan sebagian kebahagiaan atau nikmat yang mereka terima.

Meskipun demikian, hal tersebut tetap diperbolehkan jika orang yang memberikan ucapan melakukannya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh mendoakan keberkahan.

Keutamaan Menjawab Barakallahu Fiik

Dalam pembahasan Jawaban Barakallahu Fiik, Hasiltani membahas mengenai 3 keutamaan menjawab Barakallahu Fiik.

Keutamaan Menjawab Barakallahu Fiik tidak seharusnya membuatmu merasa bersalah jika belum pernah mengucapkannya sebelumnya.

Penting untuk terus memperdalam pengetahuan tentang keutamaan menjawab doa sebagai sesama muslim dan mengikuti teladan Rasulullah.

Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan:

1. Saling Mendoakan kepada Sesama Muslim

Tetap diperbolehkan jika menjawab dengan cara yang berbeda, namun mengucapkan kata lain.

Namun, jika Sobat memilih untuk merespons dengan ucapan “waa fiika barakallah,” hal ini menunjukkan bahwa Sobat juga turut mendoakan seseorang yang merasa bersyukur atas kenikmatan Allah yang bisa kita sampaikan kepada mereka.

Baca Juga :  Amalan Sholawat Jibril dan Manfaatnya

Bersama-sama, Sobat dan orang tersebut memperoleh berkah yang sama.

2. Membahagiakan Orang Lain dengan Sikap dan Doa atas Pemberian Kita

Setiap orang yang memberikan sesuatu kepada orang lain pasti akan merasa senang jika pemberian tersebut dihargai dan dimanfaatkan dengan baik.

Menjawab doa dari seseorang yang menerima pemberianmu membuat mereka merasa lega dan bahagia. Mereka akan merasa yakin untuk memanfaatkan pemberian tersebut karena menganggapnya sebagai berkah dari Allah.

3. Bersyukur atas Nikmat Allah melalui Orang Lain

Saat menjawab doa dari seseorang yang bersyukur atas pemberianmu, hal ini juga akan membawa kesadaran pada dirimu. Nikmat Allah begitu banyak hingga Sobat perlu membaginya dan memperoleh berkah darinya.

Sobat akan menyadari bahwa Sobat lebih beruntung dari orang lain yang mungkin lebih membutuhkan. Ini merupakan kesempatan untuk bersyukur atas nikmat Allah yang diperoleh melalui perantara orang lain.

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Jawaban Barakallahu Fiik.

dari keseluruhan pembahasan ini menegaskan bahwa Jawaban Barakallahu Fiik bukan sekadar kata-kata, tetapi sebuah sikap penuh makna.

Menjawab dengan ikhlas dan doa kepada sesama muslim tidak hanya menciptakan kebahagiaan dalam hubungan sosial, tetapi juga menghadirkan berkah dan nikmat Allah yang terus mengalir.

Oleh karena itu, mari terus berprinsip untuk saling mendoakan, membahagiakan orang lain dengan pemberian kita, dan bersyukur atas nikmat Allah yang datang melalui perantara sesama.

Dengan Jawaban Barakallahu Fiik, kita membuka pintu keberkahan yang dapat mengalirkan kebaikan bagi diri sendiri, orang lain, dan seluruh umat Muslim.

Terimakasih telah membaca artikel Jawaban Barakallahu Fiik ini, semoga informasi mengenai Jawaban Barakallahu Fiik ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *