morfologi ikan lele

Morfologi Ikan Lele, Ciri Fisik, Anatomi, dan Struktur Tubuh Lele

Diposting pada

Hasiltani.id – Morfologi Ikan Lele, Ciri Fisik, Anatomi, dan Struktur Tubuh Lele. Morfologi ikan lele adalah topik yang menarik untuk dibahas. Lele atau ikan catfish, merupakan jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan morfologi.

Apa itu Morfologi?

Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk, struktur, dan ukuran organisme. Pada ikan, morfologi membahas tentang ciri-ciri fisik, anatomi, dan struktur tubuhnya. Oleh karena itu, morfologi ikan lele merujuk pada ciri-ciri fisik, anatomi, dan struktur tubuh dari ikan lele.

Penjelasan Tentang Ikan Lele

Banyak masyarakat Indonesia yang sudah tidak asing dengan ikan lele. Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer dan sering dijadikan menu utama di warung penyetan atau sebagai lauk harian keluarga karena mudah didapatkan dan harganya terjangkau.

Nilai ekonomis ikan lele juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai hasil budidaya, ikan lele banyak dibudidayakan oleh para petani ikan dan memberikan keuntungan yang cukup besar.

Ikan lele, yang memiliki nama latin Clarias, adalah jenis ikan nokturnal atau aktif mencari makan di malam hari. Selain itu, lele juga memiliki beberapa kelebihan lain, seperti kemampuan tumbuh dengan sangat cepat, mampu beradaptasi dengan lingkungan yang buruk, bergizi tinggi, dan memiliki rasa daging yang lezat setelah diolah.

Salah satu keunikan ikan lele adalah insang tambahan yang digunakan untuk mengambil oksigen saat bernapas di luar air. Inilah yang menjadi alasan mengapa ikan lele mampu bertahan hidup di lingkungan perairan dengan kadar oksigen yang rendah.

Hal yang menarik lagi, ikan lele juga tahan terhadap berbagai macam zat tercemar air. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika ikan lele dapat ditemukan hidup di tempat-tempat yang airnya tidak bersih, bahkan di dalam comberan atau septic tank.

Apa Itu Budidaya Ikan Lele

Budidaya ikan lele adalah kegiatan untuk membudidayakan ikan lele secara terencana dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang optimal. Budidaya ikan lele dilakukan dengan menggunakan kolam atau tambak sebagai tempat ikan lele tumbuh dan berkembang biak.

Tujuan dari budidaya ikan lele adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar akan ikan lele yang tinggi dan juga meningkatkan perekonomian petani ikan. Budidaya ikan lele dapat dilakukan oleh siapa saja, baik petani ikan profesional maupun pemula yang ingin mencoba untuk membudidayakan ikan lele.

Morfologi Ikan Lele untuk Dibudidayakan

Saat ini terdapat banyak sekali varietas ikan lele yang umum dibudidayakan. Berikut adalah jenis-jenis varietas ikan lele beserta penjelasan morfologi ikan lele untuk masing-masing varietas:

1. Morfologi Ikan Lele Dumbo

Ikan Lele Dumbo atau Clarias gariepinus adalah jenis ikan lele budidaya yang berasal dari Afrika. Ikan lele dumbo memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan varietas ikan lele lokal seperti lele kampung (Clarias batrachus) dan lele besar (Clarias macrocephalus). Keunikan dari ikan lele dumbo adalah patilnya yang tidak tajam sehingga disukai oleh konsumen.

Namun, kelemahan dari ikan lele dumbo adalah dagingnya cenderung lebih lunak dan mudah hancur bila digoreng. Nama “dumbo” sendiri diberikan karena ukurannya yang lebih besar daripada rata-rata varietas ikan lele lokal di Asia Tenggara.

Dalam habitat alaminya, ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ditemukan di berbagai daerah di Afrika dan Timur Tengah. Mereka hidup di perairan tawar yang tenang atau di kubangan buatan manusia, bahkan mampu bertahan hidup di dalam saluran air buangan.

Saat ini, ikan ini telah dibudidayakan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, sebagai sumber pangan. Untuk memperbaiki kualitas dagingnya, ikan lele dumbo telah dikawinkan dengan lele lokal Asia Tenggara dan kemudian dibudidayakan dengan nama yang sama.

Ikan Lele Dumbo memiliki morfologi yang khas yaitu memiliki bentuk kepala yang lebih besar dan bulat seperti gajah dumbo, sehingga dinamakan dengan ikan lele dumbo. Selain itu, ikan lele dumbo memiliki warna tubuh yang kecokelatan dengan belang-belang hitam di bagian punggung dan sisi tubuhnya.

Ikan lele dumbo memiliki sirip punggung yang cukup besar dan panjang, serta sirip ekor yang pendek dan bulat. Ukuran tubuh ikan lele dumbo cenderung lebih besar dibandingkan dengan varietas ikan lele lainnya, yaitu mencapai panjang 60-70 cm dan berat 2-3 kg.

2. Morfologi Ikan Lele Sangkuriang

Ikan lele Sangkuriang (Clarias sp.) adalah varietas ikan lele yang berasal dari Indonesia, tepatnya dari Jawa Barat. Ikan ini dinamakan Sangkuriang karena dagingnya berwarna merah menyala dan mirip dengan warna darah, seperti legenda Sangkuriang yang memotong telinga seekor anjing dan mempersembahkannya kepada ibunya yang menjadi bulan.

Bentuk tubuh ikan lele Sangkuriang memanjang dan ramping dengan sisik yang kecil dan halus. Sirip dada, punggung, dan perut berbentuk bulat telur. Ikan lele Sangkuriang memiliki dua pasang sungut atau janggut, yaitu satu di rahang atas dan satu lagi di rahang bawah. Sungut ini digunakan untuk mencari makan di dasar perairan yang gelap.

Ukuran ikan lele Sangkuriang biasanya mencapai 40-50 cm dengan berat sekitar 500 gram hingga 1 kg. Namun, terdapat juga ikan lele Sangkuriang yang lebih besar dengan panjang mencapai 80 cm dan berat mencapai 4-5 kg.

Warna tubuh ikan lele Sangkuriang bervariasi, mulai dari warna kecoklatan, keabu-abuan, hingga kehitaman. Bagian perut ikan ini berwarna putih. Kepala ikan lele Sangkuriang relatif besar dengan bentuk runcing dan mulut yang cukup lebar.

Ikan lele Sangkuriang memiliki tiga jenis sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, dan sirip ekor. Sirip punggung dan sirip dada terletak di bagian atas tubuh ikan, sedangkan sirip ekor terletak di bagian belakang tubuh. Ukuran sirip ekor pada ikan lele Sangkuriang kecil dan pendek.

3. Morfologi Ikan Lele Phyton

Ikan lele phyton (Clarias batrachus) memiliki tubuh yang ramping dan agak pipih, dengan warna tubuh yang bervariasi antara coklat keabu-abuan hingga hitam kebiruan. Bagian bawah tubuhnya berwarna putih kekuningan, sedangkan sirip-siripnya berwarna gelap. Ikan ini dapat tumbuh hingga panjang sekitar 60 cm dan memiliki berat rata-rata 1-2 kg.

Lele phyton memiliki tiga pasang sungut yang panjang dan cenderung melengkung ke atas. Sementara itu, bagian kepala ikan ini relatif besar, dengan mata yang agak menonjol dan memiliki iris berwarna keemasan. Lele phyton juga memiliki sirip dada yang besar dan kuat, yang memungkinkan mereka untuk berenang dengan cukup cepat dan gesit di dalam air.

4. Morfologi Ikan Lele Masamo

Ikan lele masamo (Clarias batrachus) memiliki bentuk tubuh yang silindris dan agak gepeng. Panjang tubuhnya dapat mencapai 40-50 cm dengan berat mencapai 2 kg. Kulitnya berwarna coklat keabu-abuan dan memiliki bintik-bintik hitam di bagian punggung dan sisik-sisiknya berbentuk segitiga.

Mata ikan lele masamo berukuran sedang dan berwarna kekuningan. Mulutnya besar dan dapat membuka lebar hingga 4-5 cm. Ikan ini memiliki 4 pasang jambul sirip yang berukuran sedang dengan ujung yang runcing. Sirip ekornya memiliki bentuk lebar dan rata dengan ujung yang sedikit melengkung.

Ikan lele masamo biasanya hidup di perairan tawar seperti sungai, danau, dan rawa-rawa yang berlumpur. Ikan ini lebih suka berada di tempat yang tenang dan agak bersembunyi di antara vegetasi air. Meskipun dapat hidup dalam berbagai kondisi lingkungan, ikan lele masamo lebih cocok hidup di perairan dengan suhu antara 22-28°C dan pH 6,5-8,5.

5. Morfologi Ikan lele Mutiara

Ikan lele Mutiara atau yang memiliki nama latin Clarias fuscus adalah varietas lele hibrida hasil persilangan antara lele lokal dengan lele Afrika. Memiliki ciri khas berwarna putih keperakan dengan warna hitam keunguan di bagian punggung dan ekor.

Ikan lele ini memiliki bentuk tubuh yang agak lonjong dan lebih ramping dibandingkan dengan lele dumbo. Selain itu, insang ikan ini berjumlah 4 pasang dan pada bagian siripnya terdapat bintik-bintik hitam yang khas. Bobot ikan lele Mutiara bisa mencapai 2-3 kilogram. Ikan lele Mutiara sering dibudidayakan karena memiliki kualitas daging yang baik dan dapat tumbuh dengan cepat.

6. Morfologi Ikan Lele Mandalika

Ikan lele Mandalika adalah varietas ikan lele lokal yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Bentuk tubuhnya agak pipih dan berwarna kecoklatan keabu-abuan dengan bercak-bercak hitam. Ia memiliki kepala yang kecil dan mulut yang lebar.

Sirip punggungnya panjang dan sedikit membulat, sedangkan sirip perutnya berbentuk segitiga. Bagian belakang tubuhnya cenderung lebih besar dan gemuk dibandingkan bagian depan. Ikan lele Mandalika memiliki tiga pasang sungut, yang digunakan untuk mencari makan di dasar air. Ukurannya tidak terlalu besar, sekitar 20-30 cm panjangnya saat dewasa.

Penutup

Itulah penjelasan singkat dari Hasiltani.id mengenai beberapa varietas ikan lele yang biasa dibudidayakan dan morfologi ikan lele untuk masing-masing varietas. Selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi, budidaya ikan lele juga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, seperti memenuhi kebutuhan protein hewani dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani atau pembudidaya ikan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Sobat Tani yang tertarik untuk terlibat dalam budidaya ikan lele.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *