Perkembangan budidaya lele dalam tong usia 25 bulan panen pertama

Produktivitas Budidaya Lele dalam Tong Usia 2,5 Bulan

Diposting pada

Hasiltani.id – Produktivitas Budidaya Lele dalam Tong Usia 2,5 Bulan. Hasiltani hadir untuk membahas Perkembangan budidaya lele dalam tong usia 25 bulan panen pertama. Dalam artikel ini, Hasiltani akan membahas beberapa strategi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya lele dalam tong.

Budidaya lele dalam tong telah menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan di Indonesia, terutama bagi para petani di daerah perkotaan. Namun, ada beberapa tantangan dalam budidaya ikan lele, terutama dalam hal meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Faktor Penting Budidaya Lele dalam Tong

1. Penggunaan Pakan yang Tepat

Pemilihan pakan yang tepat sangat penting dalam budidaya ikan lele dalam tong. Pakan yang berkualitas tinggi dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas ikan lele. Beberapa jenis pakan yang dapat digunakan termasuk pelet, ikan hidup, atau sayuran hijau segar. Namun, perlu diingat bahwa pemilihan pakan harus disesuaikan dengan usia dan ukuran ikan lele.

2. Pengaturan Kualitas Air

Kualitas air sangat penting dalam budidaya lele dalam tong. Air yang tidak sehat dapat mempengaruhi kesehatan ikan dan memperlambat pertumbuhan. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pengaturan kualitas air antara lain suhu, pH, dan kandungan oksigen. Penggunaan sistem filtrasi juga dapat membantu menjaga kualitas air dan mempercepat pertumbuhan ikan.

Baca Juga :  Jenis Ikan Nila yang Perlu Diketahui

3. Pemilihan Bibit yang Berkualitas

Pemilihan bibit yang berkualitas sangat penting dalam budidaya lele dalam tong. Bibit yang sehat dan berasal dari indukan yang berkualitas dapat mempengaruhi produktivitas dan pertumbuhan ikan. Beberapa ciri-ciri bibit ikan lele yang berkualitas antara lain ukuran yang seragam, kulit yang bersih, dan gerakan yang aktif.

4. Pengaturan Waktu Panen

Pengaturan waktu panen juga merupakan faktor penting dalam budidaya lele dalam tong. Ikan lele sebaiknya dipanen pada saat usia yang tepat, biasanya antara 4-6 bulan. Pemilihan waktu yang tepat dapat membantu memperoleh hasil panen yang maksimal dan meningkatkan efisiensi produksi.

Perkembangan Budidaya Lele dalam Tong Usia 2,5 Bulan

Setelah lele genap berusia dua setengah bulan, lele yang dipelihara dalam tong drum plastik (buletong) mengalami kondisi air kolam yang berwarna coklat pekat namun tidak terlalu berbau. Selama 15 hari terakhir sejak berusia dua bulan, tidak ada lagi kondisi ikan yang berkumpul mengambang dan menolak untuk makan.

Meskipun beberapa hari terakhir terjadi penurunan respon makan, ikan tetap merespon pakan yang diberikan. Namun, saat dilakukan pengurasan air total untuk mengetahui perkembangan ikan, ditemukan satu ekor tulang kepala ikan yang tersisa di dasar kolam. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perkelahian, premanisme lele jagoan, atau kanibalisme.

1. Sortir ember 3,4 cm 35% Bobot

Untuk menyortir lele yang berusia 75 hari, digunakan ember sortir dengan lubang berdiameter 3,4 cm. Lele yang berhasil disortir dengan ember berukuran tersebut biasanya sudah cukup layak untuk dijual atau dikonsumsi karena memiliki berat lebih dari 100 gram.

Namun, saat dilakukan penimbangan, ditemukan hasil bahwa ikan yang masih dapat lolos melalui lubang berukuran 3,4 cm berjumlah sekitar 6,5 kg, sedangkan ikan yang sudah tersortir dan layak untuk dijual atau dikonsumsi berjumlah 3,5 kg. Total bobot semua lele dalam tong drum ini adalah 10 kg, sehingga dapat dihitung bahwa persentase ikan yang sudah layak jual adalah 35%.

Baca Juga :  Sifat-Sifat Ikan Gabus yang Perlu Kita Ketahui

Setelah dihitung ulang, jumlah total lele dalam tong drum tersebut adalah sebanyak 160 ekor. Ikan yang memiliki berat 3,5 kilogram berjumlah 28 ekor, sementara ikan yang belum layak jual ada sekitar 132 ekor. Dalam hal jumlahnya, persentase ikan yang sudah layak jual baru sekitar 17,5%, yang masih jauh dari harapan.

2. Ukuran dan Berat Lele, Budidaya Lele dalam Tong Usia 2,5 Bulan

Panjang ikan lele dari kepala hingga ujung ekor saat ini sekitar 25-26 cm dengan bobot ikan terbesar mencapai 160 gram, mengalami peningkatan sekitar 4-5 cm dari ukuran 15 hari yang lalu. Pada saat pengambilan sampel dari 28 ikan lele yang telah tumbuh besar untuk ditimbang, ditemukan bahwa 10 ekor ikan memiliki bobot sekitar 1,2 kg atau 1200 gram.

Artinya, rata-rata bobot satu ekor ikan mencapai 120 gram. Dengan bobot ini, permintaan satu kilogram ikan lele dapat terpenuhi dengan jumlah 9-10 ekor ikan.

3. Manajemen Air dan Pola Makan

Dalam dua minggu terakhir, pergantian air dalam budidaya lele dalam tong menggunakan sistem parsial, berbeda dengan periode sebelumnya yang sering menggunakan sistem kuras habis. Pada sistem parsial, dua atau tiga hari sekali volume air dibuang sekitar 20% hingga 40% saja, kemudian diganti dengan air yang baru.

Cara ini nampaknya memberikan efek yang lebih baik pada pertumbuhan ikan, karena pengurasan total akan menghilangkan probiotik atau mikroorganisme dalam air kolam dan harus memulainya dari awal saat pergantian air. Dalam pergantian sebagian, selain air tidak terlalu boros, kandungan mikroorganisme dalam kolam juga tetap terjaga.

Pola pemberian pakan lele dalam drum tidak mengalami perubahan, yaitu tiga kali sehari pada pagi, sore, dan malam. Yang berbeda hanya pada ukuran pelet, dari ukuran -2 menjadi ukuran -3.

Baca Juga :  Faktor Penyebab Kematian pada Larva Ikan Lele

4. Usia 3 Bulan Lebih,Budidaya Lele dalam Tong

Meskipun banyak klaim bahwa dengan perawatan intensif, lele berusia dua bulan atau dua setengah bulan sudah dapat dipanen dalam jumlah besar, namun untuk peternak awam seperti ini, target waktu panen yang lebih terjangkau adalah tiga bulan ke atas. Hal ini dikarenakan bibit lele ukuran 4-5 cm sulit mencapai ukuran panen dalam waktu dua bulan, kecuali bibit awal sudah berukuran 7-8 cm.

Dari total 3,5 kg lele yang layak jual, hanya diambil 14 ekor terbesar untuk dikonsumsi sendiri, sisanya dikembalikan ke dalam kolam yang telah diisi kembali dengan air bersih. Agar kondisi air kolam tidak harus dimulai dari awal, ditambahkan satu ember air kolam berwarna coklat yang diambil dari kolam sebelah.

Saat ini terdapat 146 ekor ikan yang tersisa dalam kolam drum.

Kesimpulan

Demikian artikel dari Hasiltani.id mengenai Perkembangan budidaya lele dalam tong usia 25 bulan panen pertama. Budidaya lele dalam tong dengan usia 2,5 bulan memiliki tantangan tersendiri dalam hal meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun, dengan pemilihan pakan yang tepat, pengaturan kualitas air, pemilihan bibit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *