Isim Dhomir

Penjelasan Mengenai Isim Dhomir Lengkap dengan Contoh

Diposting pada

Hasiltani.id – Penjelasan Mengenai Isim Dhomir Lengkap dengan Contoh. Dalam bahasa Arab, isim dhomir atau kata ganti orang memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk struktur dan makna kalimat.

Isim dhomir tidak hanya menjadi penunjuk orang, tetapi juga memainkan peran penting dalam memberikan keluwesan serta kekayaan ekspresi dalam komunikasi.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih lanjut tentang isim dhomir, menguraikan definisi, pembagian, dan fungsi-fungsi khususnya.

Pemahaman yang mendalam terhadap isim dhomir menjadi kunci untuk meresapi keindahan dan kekayaan bahasa Arab, serta memperkaya keterampilan berbahasa bagi mereka yang sedang mempelajari atau memiliki minat dalam bahasa ini.

Mari kita selami bersama konsep, pembagian, dan peran penting isim dhomir dalam membentuk kekayaan bahasa Arab.

Definisi Isim Dhomir

Dalam buku Jami’uddurus, Dhomir didefinisikan sebagai:

الضَمِيْرُ مَا يُكْنَى بِهِ عَنْ مُتَكَلِّمٍ أَوْ مُخَاطَبٍ أَوْ غَائِبٍ، فَهُوَ قَائِمٌ مَقَامَ مَا يُكْنَى بِهِ عَنْهُ

Artinya:

Dhomir adalah sesuatu yang digunakan untuk menggantikan mutakallim (orang pertama), mukhattab (orang kedua), atau ghaib (orang ketiga). Dhomir menempati atau menggantikan posisi sesuatu tersebut.

Jadi, Isim dhomir yang menunjukkan orang yang sedang berbicara disebut dhomir mutakklim. Isim dhomir mutakallim itu mencakup kata-kata “saya” dan “kami” dalam bahasa Arab, yaitu أَنَا dan نَحْنُ.

Isim dhomir yang digunakan untuk menunjukkan orang yang diajak bicara disebut dhomir mukhotob. Dhomir ini mencakup kata-kata “kamu” dan “kalian” dalam bahasa Arab, yaitu أَنْتَ dan أَنْتُمْ.

Bahwa dalam bahasa Arab, dhomir ini dibedakan berdasarkan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) serta jumlah (tunggal, dua orang, dan banyak/jamak).

Sementara untuk menunjukkan orang yang tidak hadir pada saat pembicaraan terjadi, disebut dhomir ghaib.

Dhomir ini terdiri dari kata-kata “dia” dan “mereka” dalam bahasa Arab, yaitu هُوَ dan هُمْ. Seperti dhomir mukhotob, dhomir ghaib juga dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan jumlah.

Jadi, dhomir merujuk pada kata ganti untuk orang, benda, atau kepemilikan. Dengan demikian, isim dhomir dan dhomir memiliki makna yang sama-sama mengacu pada konsep kata ganti orang atau benda dalam bahasa Arab.

Baca Juga :  Pembahasan Mengenai Huwa Huma Hum atau Isim Dhomir

Fungsi dan Hukum Isim Dhomir

Fungsi dari Isim Dhomir adalah untuk menghindari pengulangan kata (isim dhohir) yang berlebihan dalam percakapan atau tulisan. Tujuan dari penggunaan Dhomir adalah untuk mencapai pesan atau komunikasi yang lebih efisien dan ringkas.

Dalam hukum tata bahasa, Isim dhomir termasuk salah satu jenis kalimah isim. Meskipun hukum asal kalimah isim adalah mu’rob (bisa menerima i’rob), namun isim dhomir ini merupakan salah satu kalimah isim yang mabni.

Ke-mabni-an isim dhomir ini terjadi karena adanya keserupaan dhomir dengan kalimah huruf secara wadho’. Penjelasan mengenai hal ini dapat ditemukan dalam Nazham Alfiyah Ibnu Malik.

Pembagian Isim Dhomir

Pembagian Isim Dhomir melibatkan 7 aspek yang perlu dipahami sebelum membahasnya lebih lanjut. Ketujuh aspek ini kemudian dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek tertentu, seperti posisi, kepenampakan, dan mahal irob.

Isim Dhomir Muttasil dan Dhomir Munfashil

Ada dua macam isim dhomir berdasarkan aspek posisinya, yaitu muttasil dan munfashil. Isim dhomir muttasil adalah yang melekat langsung pada isim atau fi’il yang mendahuluinya, sedangkan isim dhomir munfashil adalah yang terpisah atau tidak langsung melekat pada isim atau fi’il yang mendahuluinya.

1. Isim Dhomir Muttasil

Isim Dhomir Muttashil adalah dhomir yang tidak dapat menjadi permulaan dan tidak dapat jatuh setelah illa إلَاّ. Contoh isim dhomir muttasil antara lain كَتَبُوْا, كِتَابِي, dan عَلَيْكَ.

Dhomir Muttashil dibagi menjadi tiga, yaitu Muttasil bil ismi, il fi’ili, dan bil harfi. Berikut adalah contoh-contohnya:

  • Muttasil bil Ismi: Isim dhomir yang bertemu dengan kalimah isim, seperti كِتَابِي Kitabi yang artinya Kitabku.
  • Muttasil bil Fi’ili: Isim dhomir yang bertemu dengan kalimah fiil, seperti كَتَبُوْا Katabu yang artinya Mereka menulis.
  • Muttasil bil Harfi: Isim dhomir yang bertemu dengan kalimah huruf, seperti عَلَيْكَ ‘Alaika yang artinya di atasmu.

Jumlah Isim Dhomir Muttashil totalnya ada sembilan, yaitu التاءُ, نا, الواوُ, الألفُ, النونُ, الكافُ, الياءُ, الهاءُ, dan ها (Huruf Ha’, Haa, huruf Ta’, Naa, huruf Wawu, Alif, Nun, Kaf, dan Ya’).

Dhomir Alif, Ta’, Wawu, dan Nun khususnya memiliki mahal rofa’ karena berperan sebagai Fail atau Naibul fail. Sementara dhomir Na dan Ya’ dapat memiliki mahal rofa’, nashab, dan jar. Sedangkan dhomir Kaf, Ha’, dan Ha memiliki mahal nashab dan jar saja.

2. Isim Dhomir Munfashil

Setelah memahami konsep isim dhomir dan dhomir muttasil, kita selanjutnya akan membahas pengertian dari dhomir munfashil.

Baca Juga :  Ketentuan, Pembagian, Contoh dan Pengertian Munada

Dhomir munfashil adalah dhomir yang dapat menjadi permulaan dan dapat pula jatuh setelah illa إلَاّ. Contoh dhomir munfashil sebagai permulaan kalimat adalah أَنا مُجْتَهِدٌ (Ana mujtahidun) yang berarti “Saya rajin.”

Sedangkan contoh setelah illa, misalnya, مَا اجْتَهَدَ إلَاّ أنَا (Ma ijtahada illa ana) yang artinya “Tidak ada yang rajin selain saya.”

Dhomir Munfashil dibagi berdasarkan mahal irobnya menjadi dua, yaitu bermahal rofa dan bermahal nashab. Jika dihitung tanpa menghitung dhomir yang dobel, jumlahnya adalah 24.

Namun, jika semua dhomir munfashil dihitung secara lengkap, maka jumlahnya menjadi 28.

Jumlah Isim Dhomir Munfashil Seperti dijelaskan sebelumnya tentang pembagian dhomir munfashil, terdapat mahal rofa’ dan mahal nashab, dan keduanya memiliki jumlah yang sama.

a. Mahal Rofa’

Jumlah pembagian dhomir munfashil dapat menjadi 12 atau 14. Secara esensi, jumlah dhomir muttashil ini adalah 12, dan ini tidak termasuk pengulangan dhomir هُمَا dan dhomir أَنْتُمَا.

Jika kedua lafazh itu diulang, maka jumlahnya menjadi 14.

Jumlah dhomir 14 tersebut adalah:

  1. هُوَ dia (lk)
  2. هُمَا dia berdua (lk/pr)
  3. هُمْ mereka (lk)
  4. هِيَ dia (pr)
  5. هُمَا dia berdua (pr/lk)
  6. هُنَّ mereka (pr)
  7. أَنْتَ kamu (lk)
  8. أَنْتُمَا kamu berdua (lk/pr)
  9. أَنْتُمْ kalian (lk)
  10. أَنْتِ kamu (pr)
  11. أَنْتُمَا kamu berdua (pr/lk)
  12. أَنْتُنَّ kalian (pr)
  13. أَنَا saya
  14. نَحْنُ kami

Perhatikan dalam kurung ‘(pr/lk)’ atau sebaliknya, dhomirnya ganda. Jika yang ganda tersebut dihilangkan, maka akan terdapat esensi jumlah dhomir munfashil sebanyak 12.

b. Mahal Nashab atau Manshub

Dengan metode yang sama, berlaku juga untuk jumlah dhomir munfasil manshub. Berikut adalah 14 jumlah lengkap dhomir munfashil manshub:

إِيَّاهُ, إِيَّاهُمَا, إِيَّاهُمْ, إِيَّاهَا, إِيَّاهُمَا, إِيَّاهُنَّ, إِيَّاكَ, إِيَّاكُمَا, إِيَّاكُمْ, إِيَّاكِ, إِيَّاكُمَا, إِيَّاكُنَّ, إِيَّايَ, إِيَّانَا.

Dalam tulisan latin:

  1. Iyyāhu
  2. Iyyāhumā
  3. Iyyāhum
  4. Iyyāhā
  5. Iyyāhumā
  6. Iyyāhunna
  7. Iyyāka
  8. Iyyākumā
  9. Iyyākum
  10. Iyyāki
  11. Iyyākumā
  12. Iyyākunna
  13. Iyyāya
  14. Iyyānā

Isim Dhomir Mustatir Dan Dhomir Bariz

Pembahasan terakhir mengenai isim dhomir dan pembagiannya melibatkan aspek kepenampakan, di mana isim dhomir dibagi menjadi Mustatir dan Bariz.

1. Dhomir Mustatir

Dhomir mustatir merujuk pada dhomir yang wujudnya tidak tampak secara langsung dalam kalam. Keberadaannya hanya dapat diperkirakan atau terdapat di dalam hati atau benak.

Contoh dari dhomir mustatir adalah dalam kalimat اُكْتُبْ (tuliskan), yang merupakan fiil amar (perintah) untuk “kamu.”

Dalam contoh ini, dhomirnya dapat diperkirakan sebagai اُكْتُبْ أَنْتَ. Dhomir mustatir ini dibagi lagi menjadi dua kategori, yaitu mustatir wujub (wajib tersimpan) dan mustatir jawaz (boleh disimpan atau boleh ditampakkan).

Baca Juga :  Ciri-ciri Isim yang Penting untuk Dipahami

2. Dhomir Bariz

Dhomir bariz merujuk pada dhomir yang wujudnya terdapat secara nyata dalam lafazh (ucapan).

Contohnya adalah dhomir Ta’ pada kalimat قُمْتَ (kamu berdiri), dhomir wawu pada كَتَبُوْا (mereka menulis), dhomir ya’ pada lafazh اُكْتُبِيْ (tulislah – untuk wanita), dan nun dalam kalimat يَقُمْنَ (mereka berdiri – untuk wanita).

Isim Dhomir Marfu’, Manshub dan Majrur

Pembagian terakhir dari isim dhomir melibatkan aspek i’rob. Dalam pembagian ini, isim dhomir dibagi menjadi tiga, yaitu marfu’ (mahal rafa’), manshub (mahal nashab), dan majrur (mahal jar).

1. Marfu’ (Mahal Rafa’)

Contoh marfu’: أَنَا مُجْتَهِدٌ (Saya rajin).

Isim dhomir marfu’ memiliki i’rab mahal rafa’, yang menunjukkan statusnya sebagai subjek atau pelaku dalam kalimat.

2. Manshub (Mahal Nashab)

Contoh manshub: إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan).

Isim dhomir manshub memiliki i’rab mahal nashab, yang menunjukkan statusnya sebagai objek atau yang diarahkan tindakan kepada-Nya.

3. Majrur (Mahal Jar)

Contoh majrur: سَبِّحِ ٱسۡمَ رَبِّكَ (Bertasbihlah atas nama Rabbmu).

Isim dhomir majrur memiliki i’rab mahal jar, menunjukkan statusnya sebagai objek atau yang diarahkan tindakan kepadanya.

Baca juga:

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang penjelasan Isim Dhomir lengkap dan contohnya.

Dalam keindahan bahasa Arab, isim dhomir menjadi pilar utama yang memperkaya struktur kalimat dan memungkinkan komunikasi yang efisien.

Melalui pemahaman terhadap definisi, pembagian, serta peran khususnya, kita dapat lebih menghargai keunikan dan kekayaan bahasa ini.

Isim dhomir bukan sekadar alat penunjuk orang, melainkan pintu menuju ungkapan yang mendalam dan bermakna.

Dengan mengasah pemahaman terhadap isim dhomir, kita membuka diri pada kekayaan linguistik dan memperdalam keterampilan berbahasa Arab.

Semoga artikel ini memberikan wawasan yang bermanfaat dan mendorong semangat untuk terus mengeksplorasi pesona bahasa Arab yang memukau.

Terimakasih telah membaca artikel penjelasan Isim Dhomir lengkap dan contohnya ini, semoga informasi mengenai penjelasan Isim Dhomir lengkap dan contohnya ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *