Dzikir Ya Basith

Penjelasan Dzikir Ya Basith, Cara Mengamalkan serta Keutamaannya

Diposting pada

Hasiltani.id – Penjelasan Dzikir Ya Basith, Cara Mengamalkan serta Keutamaannya. Keutamaan Dzikir Ya Basith merupakan fokus utama dalam eksplorasi spiritual ini. Dalam keseharian kita, seringkali kita mencari bentuk-bentuk ibadah dan dzikir yang dapat membawa manfaat besar, baik secara rohaniah maupun materi.

Salah satu dzikir yang dikaji secara mendalam adalah Ya Basith, sebuah bentuk pengingat akan sifat Allah yang Maha Melapangkan.

Dalam artikel ini, kita akan menyelami keutamaan dzikir ini dan bagaimana pengamalannya dapat membawa berbagai keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Penjelasan Dzikir Ya Basith

Al-Basith, yang bermakna Maha Melapangkan, adalah asmaul husna yang ke-21. Asmaul Husna merujuk kepada nama-nama baik yang dimiliki oleh Allah SWT.

Namun, perlu dicatat bahwa kata “Al-Basith” sebagai nama Allah tidak secara spesifik disebutkan dalam Al-Quran. Sebagai gantinya, bentuk lain dari kata tersebut, yaitu kata kerja “basatha-yabsuthu,” muncul dalam 13 ayat Al-Quran.

Dari kata kerja ini, ditetapkan satu nama Asmaul Husna, yaitu Al-Basith yang berarti Yang Maha Melapangkan Rezeki.

Sebuah hadis dari Anas bin Malik menyampaikan bahwa pada masa Rasulullah, harga barang-barang pernah menjadi mahal.

Para sahabat meminta Rasulullah untuk menetapkan harga, namun Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya Allah-lah yang membuat ketetapan harga; Dia adalah Al-Qâbidh (Maha Menyempitkan), Al-Bâsith (Maha Membentangkan), Ar-Râziq (Maha Menganugerahkan Rizki).”

Baca Juga :  Ba'da Artinya Dalam Bahasa Arab dan Penerapannya

Oleh karena itu, penggunaan Al-Basith yang berarti Maha Melapangkan seringkali dihubungkan dengan kata Al-Qâbidh dan Ar-Raziq dalam zikir untuk memohon kelancaran rezeki.

Al-Basith memiliki akar kata “basatha” yang bermakna keterhamparan, kemudian diartikan sebagai “memperluas” atau “melapangkan.”

Sebagai lawan kata, Al-Qabidh, yang berarti Maha Menyempitkan, digunakan dalam konteks asmaul husna. Dalam hal ini, Al-Basith diartikan sebagai Dzat yang meluaskan atau mempermudah segala urusan.

Asmaul Husna ini mengandung makna bahwa Allah adalah Dzat yang melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki melalui kemurahan dan rahmat-Nya.

Cara Mengamalkan Dzikir Ya Basith

Berikut adalah Cara Mengamalkan Dzikir Ya Basith:

1. Dimulai dengan membaca doa pembuka Asmaul Husna sebanyak 1 kali:

“Bismillahirrohmanirrohiim, laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu bi yadihil khoiir, wa hua ‘alaa kulli syai-in qodiir, laa illaha illaa huwa lahul asmaa-ul husnaa”

(Tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali hanya Allah yang Esa, tidak ada yang menyekutui-Nya, bagi-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya lah segala puji, di atas kekuasaan-Nyalah segala kebajikan. Dan Dia terhadap sesuatu sangat berkuasa. Tidak ada Tuhan melainkan hanya Dia, yang memiliki nama-nama yang indah).

2. Kemudian, baca dengan aturan sebagai berikut:

Untuk khasiat pertama, bacalah “Yaa Baasith” sebanyak 10 kali setiap hari. Lakukan setelah menyelesaikan sholat sunah Dzuhur (ba’diyah).

Untuk khasiat kedua, bacalah 3 kali setiap selesai sholat lima waktu sambil mengangkat kedua tanggan seperti saat berdoa. Setelah berdoa, usapkan kedua tangan ke wajah.

3. Tutup dengan membaca doa berikut sebanyak 1 kali:

“Subhana man lahul asmaa-ul husna wash shifaatul ‘ulyaa, subhaanahuu wa ta’alaa ‘amma yaquuluzh zhoolimuuna ‘uluwwan kabiiroo”

(Maha Suci Tuhan yang memiliki nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang luhur. Maha suci Dia dan Maha Luhurlah Dia dari perkataan orang-orang zalim dengan keluhuran yang sebesar-besarnya).

Baca Juga :  Tafsir Surah Yasin Ayat 82 Beserta Artinya

Keutamaan Dzikir Ya Basith

Berikut adalah Keutamaan Dzikir Ya Basith:

1. Melancarkan Usaha

Bagi seorang pedagang, disarankan untuk membaca Ya Basith sebanyak 300 kali setelah shalat fardhu atau shalat hajat. Dengan melakukan hal ini, usaha dagangnya akan berkembang pesat.

Pedagang yang tekun mengamalkan dzikir ini setiap hari diyakini akan merasakan kelancaran dan kelapangan rezeki dari Allah.

2. Dimudahkan Segala Urusan

Seseorang yang membaca Ya Basith berkali-kali saat fajar tidak akan tergantung pada orang lain dan akan mendapatkan keberlimpahan.

Selain itu, Allah juga akan memberikan kelengkapan yang sempurna, memberikan kemudahan dalam setiap urusan, serta melimpahkan kekayaan kepada mereka yang memohon dengan penuh keyakinan.

3. Kedamaian Hati

Bagi siapa pun yang rutin membaca Asma Allah ini, dia akan merasakan kedamaian dalam hatinya dan terbebas dari stres.

Lebih dari itu, berbagai masalah dapat teratasi, penghasilan meningkat, rasa dicintai dan dihargai muncul, serta mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

4. Dibukakan Pintu Kekayaan

Jika Sobat menginginkan keberlimpahan, disarankan untuk membaca Ya Basith ini sebanyak sepuluh kali setelah sholat dhuha.

Sambil mengangkat kedua tangannya ke langit dan menyapukan ke wajahnya, Allah akan membukakan salah satu pintu kekayaan bagi mereka yang melakukannya.

Baca juga:

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang penjelasan Dzikir Ya Basith.

Dengan meratapi keutamaan dzikir Ya Basith yang telah kita bahas, semoga setiap jemari yang mengucapkan kalimat indah ini dapat menjadi saksi bisu bagi kebesaran dan kemurahan-Nya.

Dzikir ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pintu menuju kedamaian hati, kekayaan spiritual, kelancaran usaha, dan kelapangan rezeki.

Baca Juga :  Perbedaan Syafakillah dan Syafakallah

Oleh karena itu, marilah kita terus merajut benang-benang dzikir ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap langkah kita selalu diiringi oleh limpahan kasih dan berkah-Nya.

Selamat menjalani perjalanan spiritual dengan dzikir Ya Basith, dan semoga keutamaan yang terkandung di dalamnya menjadi anugerah yang tak terhingga dari Sang Pencipta.

Terimakasih telah membaca artikel Dzikir Ya Basith ini, semoga informasi mengenai Dzikir Ya Basith ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *