Contoh Kalimat Idhofah

Mengenal Lebih Jauh Melalui Contoh Kalimat Idhofah dalam Al-Qur’an

Diposting pada

Hasiltani.id – Mengenal Lebih Jauh Melalui Contoh Kalimat Idhofah dalam Al-Qur’an. Dalam bahasa Arab, terdapat berbagai bentuk dan struktur kalimat yang memperkaya kekayaan tata bahasa.

Salah satu bentuk kalimat yang sering digunakan dalam Al-Qur’an adalah idhofah.

Idhofah merujuk pada konstruksi kalimat di mana suatu kata atau frasa ditambahkan ke kata lain untuk memberikan tambahan makna atau penjelasan.

Dalam konteks ini, kita akan mengeksplorasi “Contoh Kalimat Idhofah” dalam Al-Qur’an. Pemahaman akan idhofah ini tidak hanya memberikan wawasan linguistik, tetapi juga menggambarkan keindahan dan kedalaman makna yang terkandung dalam ayat-ayat suci.

Mari kita telaah bersama contoh-contoh kalimat idhofah yang menarik dan bermakna dalam wahyu Ilahi.

Contoh Kalimat Idhofah Dalam Surah Al-Baqarah

Beberapa contoh kalimat idhofah dalam surat Al-Baqarah antara lain:

Surat Al-Baqarah Ayat 101:

وَلَمَّا جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيْقٌ مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَۙ كِتٰبَ اللّٰهِ وَرَاۤءَ ظُهُوْرِهِمْ كَاَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَۖ ١٠١

Artinya :

Ketika seorang Rasul (Nabi Muhammad) datang kepada mereka dari Allah, yang membenarkan apa yang telah ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) membuang Kitab Allah itu ke belakang punggung mereka, seolah-olah mereka tidak mengetahuinya.

Surat Al-Baqarah Ayat 102:

وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ

Artinya : 

Mereka mengikuti apa yang dibacakan oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. “Mulk Sulaiman” adalah contoh idhofah di mana “Sulaiman” sebagai mudhof ilaih, karena sebagai isim ghairu munsharif, ketika di-jar, dibaca “Sulaimana” bukan “Sulaimani.”

Surat Al-Baqarah Ayat 102 (lanjutan):

فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖ

Artinya :

Mereka mempelajari dari kedua malaikat tersebut apa yang dapat memisahkan antara seorang suami dan istrinya.

Surat Al-Baqarah Ayat 103:

 وَلَوْ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَمَثُوْبَةٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ خَيْرٌ ۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ ࣖ ١٠٣

Artinya:

Seandainya mereka benar-benar beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik. Jika mereka mengetahui hal ini, tentu mereka akan mendapat kebaikan yang lebih baik.

Baca Juga :  Menyelami Konsep Maf’ul Ma’ah dalam Tata Bahasa Arab

Surat Al-Baqarah ayat 105:

مَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يُّنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ ١٠٥

Artinya:

Mereka yang kafir dari kalangan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan agar kebaikan diturunkan kepada kamu dari Tuhanmu. Namun, Allah dengan khusus memberikan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah adalah pemilik karunia yang besar.

Surat Al-Baqarah ayat 107:

  اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ ١٠٧

Artinya :

Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki kekuasaan atas langit dan bumi? Tidak ada pelindung atau penolong bagimu selain Allah.

Surat Al-Baqarah ayat 108:

 اَمْ تُرِيْدُوْنَ اَنْ تَسْـَٔلُوْا رَسُوْلَكُمْ كَمَا سُىِٕلَ مُوْسٰى مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ ١٠٨

Artinya:

Ataukah kamu menginginkan untuk menanyakan kepada Rasulmu (Nabi Muhammad) seperti halnya Musa pernah ditanyai oleh Bani Israil dahulu? Barangsiapa yang menukar iman dengan kekufuran, maka sesungguhnya dia telah sesat dari jalan yang lurus.

Surat Al-Baqarah ayat 113:

 وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ لَيْسَتِ النَّصٰرٰى عَلٰى شَيْءٍۖ وَّقَالَتِ النَّصٰرٰى لَيْسَتِ الْيَهُوْدُ عَلٰى شَيْءٍۙ وَّهُمْ يَتْلُوْنَ الْكِتٰبَۗ كَذٰلِكَ قَالَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۚ فَاللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ١١٣

Artinya:

Orang Yahudi mengatakan bahwa orang Nasrani tidak mengikuti sesuatu yang benar, dan orang Nasrani mengatakan bahwa orang Yahudi tidak mengikuti sesuatu yang benar, padahal keduanya membaca Kitab. Demikian juga orang-orang yang tidak berilmu, seperti ucapan mereka. Allah akan memutuskan di antara mereka pada hari Kiamat tentang perbedaan yang mereka perselisihkan.

Surat Al-Baqarah ayat 119:

 اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۙ وَّلَا تُسْـَٔلُ عَنْ اَصْحٰبِ الْجَحِيْمِ ١١٩

Artinya : 

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Nabi Muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Engkau tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang penghuni neraka.

Surat Al-Baqarah ayat 124:

۞ وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ ١٢٤

Artinya : 

Ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat dan dia melaksanakannya dengan sempurna, Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Ibrahim berkata, “Mohonkan juga kepada-Ku untuk sebagian keturunanku.” Allah menjawab, “Doamu akan Ku kabulkan, tetapi janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.”

Surat Al-Baqarah ayat 126:

 وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗٓ اِلٰى عَذَابِ النَّارِ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ ١٢٦

Baca Juga :  Musytaq Artinya dan Bentuk Rindu Rasulullah SAW

Artinya :

Ingatlah saat Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini aman dan berikan rezeki buah-buahan kepada penduduknya yang beriman kepada Allah dan hari Akhir.” Allah menjawab, “Bagi orang yang kufur, Aku akan memberikan kenikmatan sebentar, lalu Aku akan paksa dia masuk ke dalam azab neraka. Itulah akhir yang buruk.”

Surat Al-Baqarah ayat 130:

 وَمَنْ يَّرْغَبُ عَنْ مِّلَّةِ اِبْرٰهٖمَ اِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهٗ ۗوَلَقَدِ اصْطَفَيْنٰهُ فِى الدُّنْيَا ۚوَاِنَّهٗ فِى الْاٰخِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيْنَ ١٣٠

Artinya :

Siapa yang meninggalkan agama Ibrahim, kecuali orang yang merugikan dirinya sendiri? Sungguh, Kami telah memilih Ibrahim di dunia ini, dan dia akan menjadi orang yang saleh di akhirat.

Surat Al-Baqarah ayat 131:

 اِذْ قَالَ لَهٗ رَبُّهٗٓ اَسْلِمْۙ قَالَ اَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ١٣١

Artinya :

Ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserahlah!” Ibrahim menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”

Surat Al-Baqarah ayat 144:

 قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ ١٤٤

Artinya:

Sungguh, Kami melihatmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami arahkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa pemindahan kiblat ke Masjidil Haram adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.

Contoh Kalimat Idhofah Dalam Quran Surat Al-Mulk

Beberapa contoh kalimat idhofah dalam Surat Al-Mulk Al-Quran antara lain:

Surat Al-Mulk Ayat 10:

وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ ١٠

Artinya:

Mereka juga mengatakan, “Andaikata kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) sebelumnya, tentulah kami tidak termasuk dalam golongan penghuni neraka Sa‘ir (yang menyala-nyala).”

Surat Al-Mulk Ayat 6:

 وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ ٦

Artinya:

Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab neraka Jahanam. Itulah tempat kembali yang sangat buruk.

Surat Al-Mulk Ayat 5:

 وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ ٥

Artinya:

Sungguh, Kami telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang, menjadikannya sebagai alat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka azab neraka Sa‘ir (yang menyala-nyala).

Surat Al-Mulk Ayat 3:

 الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ ٣

Artinya:

Dialah yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat ketidakseimbangan sedikit pun pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?

Baca Juga :  Mengungkap Makna - Contoh Jumlah Fi’liyah dalam Al-Quran

Surat Al-Mulk Ayat 1:

 تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ ١

Artinya:

Mahaberkah Zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kalimat كُلِّ شَيْءٍ adalah contoh idhofah dalam Al-Quran Surat Al-Mulk ayat 1.

Contoh Kalimat Idhofah Pada Surat Al-Qadr

Beberapa contoh kalimat idhofah dalam Surat Al-Qadr antara lain:

Surat Al-Qadr Ayat 1:

 اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١

Artinya:

Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Kalimat “Lailatulqadar” merupakan contoh idhofah dalam Surat Al-Qadr ayat 1.

Surat Al-Qadr Ayat 2:

 وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢

Artinya:

Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Contoh idhofahnya berupa lafadz “Lailatulqadar.”

Surat Al-Qadr Ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣

Artinya:

Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. “Lailatulqadar” dan “al-alfi syahr” adalah contoh idhofah dalam Surat Al-Qadr ayat 3.

Surat Al-Qadr Ayat 4:

 تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤

Artinya:

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. “Izin Tuhannya” dan “dari segala urusan” adalah contoh kalimat idhofah dalam Surat Al-Qadr ayat 4.

Surat Al-Qadr Ayat 5:

 سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥

Artinya:

Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar. “Matla’il Fajr” adalah contoh idhofah dalam Surat Al-Qadr ayat 5.

Baca juga: Contoh Idhofah dalam Al-Quran Surat Al-Fatihah

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Contoh Kalimat Idhofah.

Dalam penutup artikel ini, kita telah menjelajahi keindahan dan kekayaan bahasa Arab melalui konsep “Contoh Kalimat Idhofah” dalam Al-Qur’an.

Melalui kajian ini, kita dapat menyaksikan betapa indahnya penyusunan kata-kata dalam kalimat-kalimat suci, yang tidak hanya menyampaikan pesan dengan jelas, tetapi juga memperdalam makna dan pemahaman kita terhadap ajaran Ilahi.

Contoh-contoh idhofah yang kita bahas menjadi bukti akan kemuliaan struktur bahasa Arab dalam menyampaikan pesan-pesan ilahi.

Kelembutan kata-kata dan keterkaitan makna yang terwujud dalam kalimat-kalimat tersebut menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih mendalaminya.

Dengan memahami idhofah, kita dapat merenungi lebih dalam tentang kebijaksanaan dan petunjuk yang terkandung dalam setiap ayat Al-Qur’an.

Semoga artikel ini menjadi pijakan untuk lebih mendalami struktur bahasa Arab, khususnya idhofah, sehingga kita dapat merasakan keajaiban dan keindahan dalam tiap ayat suci Al-Qur’an.

Dengan penuh kekaguman terhadap keagungan bahasa ini, mari teruslah mengeksplorasi dan memahami pesan-pesan Ilahi yang tersembunyi di setiap kalimat Al-Qur’an.

Terimakasih telah membaca artikel Contoh Kalimat Idhofah ini, semoga informasi mengenai Contoh Kalimat Idhofah ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *