Cara Membuat Susu Sari Kedelai

Cara Membuat Susu Sari Kedelai – Minuman Segar dari Biji Kedelai

Diposting pada

Hasiltani.id – Cara Membuat Susu Sari Kedelai – Minuman Segar dari Biji Kedelai. Apakah Sobat Tani mencari alternatif sehat untuk susu sapi? Susu sari kedelai bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Sobat Tani. Susu sari kedelai adalah minuman yang terbuat dari biji kedelai yang diolah menjadi sari.

Selain menjadi alternatif bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi susu sapi, susu sari kedelai juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah cara membuat susu sari kedelai yang segar dan lezat di rumah.

Mengenal Biji Kedelai

Kedelai adalah bahan pangan yang sangat populer di kalangan masyarakat. Hampir setiap hari, sebagian besar masyarakat mengonsumsi makanan olahan yang menggunakan kedelai sebagai bahan utamanya, seperti tempe, kecambah, susu kedelai, steak, dan lain-lain. Alasan utama penggunaan kedelai sebagai bahan pangan adalah kandungan protein dan nutrisi yang tinggi (Cahyadi, 2007).

Kedelai termasuk dalam kelompok kacang-kacangan. Tanaman ini adalah tanaman semusim yang berbentuk semak rendah, tumbuh tegak, dan memiliki daun yang lembut dengan beragam bentuk. Tinggi tanaman kedelai berkisar antara 10 hingga 200 cm.

Pertumbuhannya dapat memiliki sedikit atau banyak cabang tergantung pada jenis kultivar dan kondisi lingkungan. Morfologi tanaman kedelai terdiri dari akar, daun, batang, bunga, polong, dan biji yang saling mendukung untuk pertumbuhan optimal (Adisarwanto, 2005).

Sistem perakaran terdiri dari akar lembaga (ridicula), akar tunggang (radix primaria), dan akar cabang (radix lateris) yang terdiri dari akar-akar rambut (Rukmana dan Yuniarsih, 1996).

Cara Membuat Susu Sari Kedelai

Persiapan Bahan dan Alat

Sebelum memulai, pastikan Sobat Tani memiliki semua bahan dan alat yang diperlukan. Berikut adalah daftar bahan yang akan Sobat Tani butuhkan:

Baca Juga :  Manfaat Daun Pegagan - Keajaiban Herbal untuk Kesehatan dan Kecantikan

  • 1 cangkir biji kedelai organik
  • Air bersih
  • Gula atau pemanis lain (jika diinginkan)
  • Vanila (opsional)

Selain itu, pastikan Sobat Tani memiliki blender, kain kasa atau saringan halus, dan wadah penyimpanan untuk susu sari kedelai.

Merendam Biji Kedelai

Langkah pertama dalam membuat susu sari kedelai adalah merendam biji kedelai. Rendam biji kedelai dalam air bersih selama minimal 6 jam atau semalaman.

Proses perendaman ini membantu melembutkan biji kedelai dan membuatnya lebih mudah diolah.

Mencuci dan Menggiling Biji Kedelai

Setelah biji kedelai direndam dengan baik, tiriskan air rendaman dan cuci biji kedelai dengan air bersih. Pastikan semua kotoran atau sisa kulit biji kedelai terbuang.

Setelah itu, kedelai direbus menggunakan air panas dengan tujuan untuk mengurangi rasa pahit pada kedelai yang dihasilkan.

Kemudian, masukkan biji kedelai ke dalam blender. Tambahkan air bersih secukupnya (sekitar 3-4 cangkir) dan blender hingga biji kedelai hancur dan tercampur dengan air.

Penyaringan Bubuk Kedelai

Setelah biji kedelai tergiling dengan baik, tuangkan campuran ke dalam kain kasa atau saringan halus untuk memisahkan bubuk kedelai dari ampasnya.

Peras kain kasa atau saringan dengan lembut untuk mengambil sari kedelai yang ada di dalamnya. Sari yang dihasilkan adalah susu sari kedelai yang segar.

Pemanisan dan Penyajian

Setelah perasan tersebut direbus, tambahkan gula atau pemanis lain sesuai dengan selera Sobat Tani. Selain itu, Sobat Tani juga dapat menambahkan sedikit vanila untuk memberikan aroma yang lezat.

Setelah itu, tuangkan susu sari kedelai ke dalam wadah penyimpanan dan simpan di lemari pendingin. Susu sari kedelai dapat bertahan selama 3-4 hari jika disimpan dalam keadaan tersegel dan dijaga kebersihannya.

Manfaat Mengkonsumsi Susu Sari Kedelai

Susu sari kedelai memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

1. Sumber protein nabati

Susu sari kedelai merupakan alternatif yang baik bagi orang yang ingin mengonsumsi protein nabati. Kedelai mengandung protein yang tinggi dan dapat menjadi pilihan sehat bagi vegetarian atau vegan.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Bertanam Pepaya dalam Pot

2. Mengandung serat

Susu sari kedelai juga mengandung serat yang penting untuk pencernaan yang sehat. Serat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mengatur tingkat gula darah.

3. Bebas laktosa

Susu sari kedelai cocok bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa atau alergi susu sapi. Kandungan laktosa yang rendah membuatnya menjadi pilihan yang lebih mudah dicerna.

4. Kaya akan isoflavon

Kedelai mengandung isoflavon, yaitu senyawa fitokimia yang memiliki efek antioksidan. Isoflavon dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko penyakit jantung.

5. Menjaga kesehatan tulang

Susu sari kedelai mengandung kalsium yang penting bagi kesehatan tulang. Kalsium membantu memperkuat tulang dan mencegah risiko osteoporosis.

6. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular

Konsumsi susu sari kedelai dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Kandungan lemak sehat dan rendah kolesterol dalam kedelai dapat mendukung kesehatan jantung.

7. Sumber vitamin dan mineral

Susu sari kedelai mengandung vitamin dan mineral penting seperti vitamin B kompleks, vitamin E, zat besi, magnesium, dan fosfor. Nutrisi ini berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Penutup

Dalam artikel ini Hasiltani.id telah membahas tentang Cara Membuat Susu Sari Kedelai. Susu sari kedelai adalah minuman yang sehat dan lezat yang dapat diolah dengan mudah di rumah.

Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, Sobat Tani dapat menikmati susu sari kedelai segar dan alami tanpa bahan tambahan yang tidak perlu.

Jangan ragu untuk bereksperimen dengan rasa dan variasi yang berbeda untuk menciptakan susu sari kedelai sesuai dengan selera Sobat Tani. Dengan manfaat kesehatan yang ditawarkannya, susu sari kedelai adalah alternatif yang baik bagi mereka yang mencari pengganti susu sapi atau ingin menambahkan variasi dalam pola makan mereka.

Selamat mencoba membuat susu sari kedelai sendiri di rumah!

FAQs

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan tentang cara membuat susu sari kedelai:

Baca Juga :  Manfaat Tumbuhan Angiospermae yang Tak Terhingga bagi Kesejahteraan Manusia

1. Apakah bisa menggunakan biji kedelai mentah untuk membuat susu sari kedelai? Ya, Sobat Tani dapat menggunakan biji kedelai mentah untuk membuat susu sari kedelai. Namun, perlu diingat bahwa biji kedelai mentah perlu direndam terlebih dahulu sebelum digiling dan disaring.

2. Apakah perlu menambahkan gula ke dalam susu sari kedelai? Tambahkan gula atau pemanis lainnya sesuai dengan selera Sobat Tani. Beberapa orang mungkin menginginkan susu sari kedelai yang lebih manis, sementara yang lain mungkin memilih untuk tidak menambahkan gula sama sekali. Sobat Tani dapat menyesuaikan pemanis sesuai dengan preferensi Sobat Tani.

3. Bisakah menyimpan susu sari kedelai di luar lemari pendingin? Sebaiknya Sobat Tani menyimpan susu sari kedelai di dalam lemari pendingin untuk menjaga kesegarannya. Susu sari kedelai yang tidak disimpan di suhu yang tepat dapat dengan cepat menjadi basi dan berubah rasa.

4. Apakah bisa menambahkan rasa lain ke dalam susu sari kedelai? Tentu saja! Sobat Tani dapat menambahkan rasa lain ke dalam susu sari kedelai, seperti vanila, cokelat, atau stroberi. Eksperimenlah dengan berbagai rasa untuk menciptakan variasi yang menarik.

5. Apakah susu sari kedelai cocok untuk orang yang memiliki alergi susu sapi? Ya, susu sari kedelai adalah alternatif yang baik untuk orang yang memiliki alergi susu sapi atau intoleransi laktosa. Susu sari kedelai bebas dari produk susu hewani dan tidak mengandung laktosa.

6. Bagaimana cara mengolah ampas kedelai yang tersisa setelah proses penyaringan? Sobat Tani dapat memanfaatkan ampas kedelai yang tersisa sebagai tambahan dalam berbagai resep. Misalnya, Sobat Tani bisa menambahkannya ke dalam adonan roti atau kue, atau bahkan membuat bakso kedelai yang lezat. Ampas kedelai kaya akan serat dan protein, sehingga dapat memberikan manfaat nutrisi tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *