Bacaan Hizib Bahr

Panduan Lengkap Bacaan Hizib Bahr – Sejarah dan Khasiat

Diposting pada

Hasiltani.id – Panduan Lengkap Bacaan Hizib Bahr – Sejarah dan Khasiat. Selamat datang di situs web Hasiltani, di mana Hasiltani akan membahas secara rinci tentang Hizib Bahr.

Hizib Bahr adalah salah satu doa yang memiliki sejarah panjang dan khasiat luar biasa. Dalam artikel ini, Hasiltani akan memberikan panduan lengkap mengenai Hizib Bahr, termasuk sejarahnya, khasiatnya, dan teks bacaannya.

Sejarah Hizib Bahr

Sebelum membahas mengenai Bacaan Hizib Bahr, mari kita simak sejarah Hizib Bahr ini.

Hizib Bahr, yang juga dikenal sebagai Wirid Bahr, memiliki akar sejarah yang dalam dalam tradisi Islam. Doa ini pertama kali diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada salah seorang sahabatnya. Sejak itu, Hizib Bahr telah menjadi bagian integral dari praktik keagamaan banyak umat Islam di seluruh dunia.

Wirid yang dikenal dengan sebutan “Hizib Bahr” merujuk pada sejumlah pertanyaan yang sering muncul, yakni mengapa wirid ini diberi nama demikian.

Menurut cerita yang beredar, asal-usul nama “Hizib Bahr” ini berkaitan erat dengan pengalaman Abu Hasan al-Syadzili, pengarang wirid ini, saat berada di tengah Laut Merah.

Pada suatu saat, Abu Hasan al-Syadzili berlayar di atas sebuah perahu di Laut Merah. Namun, dalam perjalanannya, perahu yang ditumpanginya tiba-tiba terhenti dan tidak bisa bergerak. Kondisi ini terjadi karena tidak ada hembusan air atau ombak yang cukup kuat untuk menggerakkan perahu tersebut. Akibatnya, perahu dan semua penumpangnya terombang-ambing di laut selama beberapa hari.

Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini membuat Abu Hasan al-Syadzili merasa terjebak dan tanpa harapan. Namun, pada suatu titik, dalam ketakutan dan kerendahan hati, dia mendapatkan kunjungan yang sangat istimewa, yaitu dari Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah penglihatan atau mimpi.

Rasulullah memberikan petunjuk kepada Abu Hasan al-Syadzili untuk membaca wirid khusus yang akan membantunya keluar dari situasi buntu ini.

Dengan penuh keyakinan dan izin Allah SWT., Abu Hasan al-Syadzili mulai membaca wirid yang diberikan oleh Rasulullah.

Setelah itu, sebagai mukjizat yang luar biasa, angin mulai bertiup dengan sangat kencang, menciptakan ombak yang cukup kuat untuk menggerakkan perahu tersebut.

Sehingga, perahu akhirnya bisa melanjutkan perjalanan dan mencapai tujuannya dengan selamat.

Kisah ini menjadi bagian penting dari sejarah Hizib Bahr, mengapa wirid ini dikenal dengan nama “Hizib Bahr,” yang secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “Wirid Laut.”

Namanya mencerminkan pengalaman luar biasa Abu Hasan al-Syadzili di tengah Laut Merah yang mengilhami penciptaan wirid ini dan mengingatkan kita akan kekuasaan Allah SWT. yang mampu mengatasi segala kesulitan dan memberikan pertolongan pada saat yang paling genting.

Manfaat dan Khasiat Bacaan Hizib Bahr

Dalam Bacaan Hizib Bahr, membaca Hizib Bahr, yang disebut demikian karena kaitannya dengan lautan, memiliki sejumlah keutamaan dan khasiat yang luar biasa, yang tentunya hanya dapat terwujud dengan izin Allah SWT.

Berikut ini adalah beberapa manfaat membaca Hizib Bahr:

1. Dapat Membawa Embusan Angin:

Salah satu manfaat utama membaca Hizib Bahr adalah kemampuannya untuk memohon pertolongan Allah SWT. dalam mengirimkan embusan angin yang diperlukan.

Seperti yang terjadi dalam kisah Abu Hasan al-Syadzili, membaca wirid ini bisa menghasilkan angin yang kuat, yang sangat bermanfaat dalam situasi-situasi darurat di laut.

Baca Juga :  Penjelasan dan Manfaat Sholawat Jibril

2. Terlindungi dari Sihir, Santet, dan Sifat Jahat Lainnya:

Hizib Bahr juga dianggap sebagai perisai spiritual yang kuat. Membacanya secara rutin dapat memberikan perlindungan dari berbagai bentuk sihir, santet, serta rencana jahat orang lain yang ingin mencelakai atau merugikan seseorang.

3. Memperkuat Iman kepada Allah SWT.:

Wirid Hizib Bahr juga membantu memperkuat iman seseorang kepada Allah SWT. dengan mengingatkan bahwa hanya Allah yang memiliki kendali penuh atas segala sesuatu, termasuk alam semesta, lautan, dan kehidupan manusia.

Membaca wirid ini dapat menjadi wujud ketundukan dan ketaatan kepada-Nya.

4. Menangkal Serangan Jin dan Syaithon:

Selain melindungi dari manusia jahat, Hizib Bahr juga dianggap dapat membantu menangkal serangan jin dan syaithon yang ingin mengganggu atau mempengaruhi seseorang secara negatif. Ini membantu menjaga diri dari pengaruh-pengaruh gaib yang tidak diinginkan.

5. Menggoncangkan Hati Musuh atau Orang yang Berbuat Jahat:

Selain berfungsi sebagai perisai, Hizib Bahr juga dapat memiliki efek psikologis pada musuh atau orang yang berniat berbuat jahat.

Kekuatan spiritual dan perlindungan dari wirid ini bisa membuat mereka yang bermaksud buruk menjadi ragu-ragu atau terguncang dalam niat jahat mereka.

Bacaan Hizib Bahr Arab dan Latin

Dalam Bacaan Hizib Bahr, membaca Hizib Bahr merupakan praktik yang sangat dianjurkan oleh para ulama dan alim. Amalan ini sebaiknya dilakukan setiap hari sekali.

Biasanya, Hizib Bahr menjadi rutinitas harian bagi para santri yang tinggal di pesantren sebagai bagian dari pembinaan spiritual mereka.

Bagi mereka yang ingin mengamalkan Hizib Bahr setiap hari, langkah pertama yang sangat penting adalah mengucapkan “qobiltu ijazah” atau “menerima izin” untuk membaca wirid ini. Ini adalah tanda kesungguhan dan niat baik dalam menjalankan amalan tersebut.

Selain itu, sebelum memulai membaca, disarankan untuk melakukan bertawasul atau menghadirkan diri secara spiritual di hadapan Allah SWT. serta mengirimkan doa dan salam kepada Syekh Abu Hasan al-Syadizili dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tanda penghormatan dan permohonan berkah.

Berikut adalah teks bacaan Hizib Bahr yang dapat diikuti:

بِسْمِ اللهِ الَّرحْمَنِ الرَّحْيْمِ. يَاعَلِيُّ يَاعَظِيْمُ. يَاحَلِيْمُ يَاعَلِيْمُ. اَنْتَ رَبِّيْ وَعِلْمُكَ حَسْبِيْ. فَنِعْمَ الرَّبُّ رَبِّيْ. وَنِعْمَ اْلحَسْبُ حَسْبِيْ. تَنْصُرُ مَنْ تَشَاءُ وَاَنْتَ اْلعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ

Bismillahirrahmanirrahim.

Allahumma yaa aliyyu yaa azhiimy yaa haliimu yaa aliimu anta rabbi wa ilmuka hasbii fani marrabbu rabbi wani’mal hasbu hasbii tanshuru man tasyaa u wa antal aziizurrahiim.

نَسْاَلُكَ الْعِصْمَةَ فِى الْحَرَكَاتِ وَالسَّكَنَاتِ. وَالْكَلِمَاتِ وَالْاِرَادَاتِ وَالْخَطَرَاتِ.مِنَ الشُّكُوْكِ وَالظُّنُوْنِ. وَاْلاَوْهَامِ السَّاتِرَةِ لِلْقُلُوْبِ. عَنْ مُطَالَعَةِ الْغُيُوْبِ. فَقَدِ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالاً شَدِيْدًا. (وَاِذْ يَقُوْلُ اْلمُنَافِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ اِلاَّغُرُوْرًا)

فَثَبِّتْنَا وَانْصُرْنَا وَسَخِّرْلَنَا هَذَا اْلبَحْر.َ كَمَا سَخَّرْتَ اْلبَحْرَ لِمُوْسَى. وَسَخَّرْتَ النَّارَ ِلاِبْرَاهِيْمَ. وَسَخَّرْتَ اْلجِبَالَ وَاْلحَدِيْدَ لِدَاوُدَ. وَسَخَّرْتَ الرِّيْحَ وَالشَّيَاطِيْنَ وَاْلجِنَّ لِسُلَيْمَانَ. وَسَخِّرْلَنَا كُلَ بَحْرٍهُوَ لَكَ فِى اْلاَرْضِ وَالسَّمَاءِ. وَاْلمُلْكِ وَ اْلمَلَكُوْتِ وَبَحْرَ الدُّنْيَا وَبَحْرَ اْلاَخِرَةِ. وَسَخَّرْلَنَا كُلَّ شَيْءٍ. يَامَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلُّ شَيْءٍ

Nas alukal ismata fil harakaati was sakanaati wal kalimaati wal iradaati wal khairaati minasy syukuuki wazh zhunuuni wal awhamis saatirati lilquluubi an muthaala’atil ghuyuubi faqadibtuliyal mu’minuuna wazulziluu zilzaalan syadiida.

Wa idz yaquulul munaafiquuna walladziina fii quluubihim maradz. Maa wa’adanallaahu warasuuluhuu illa ghuruuraa, fatsabbitnaa wanshurnaa wasakhkhir lanaa haadzal bahra kamaa sakhkhartal bahra limuusaa wasakhkartan naara lil ibraahiima wasakhkhartal jibaala walhadiida lidaawuuda wasakhkhartar riiha wasysyayathiina waljinna lisulaymaana wasakhkhir lanaa kulla bahrin huwa laka fil ardhi wassama’i walmulki wal malakuuti wabahrad dunyaa wabahral akhiraati wasakhkhir lanaa kulla syay’in yaa man biyadihii malakuutu kulli syay’in kaaf haa yaa ain shad (3x).

(كهيعص) (كهيعص) (كهيعص)

Baca Juga :  Memahami Pentingnya Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

اُنْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ. وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. وَاغْفِرْلَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ اْلغَافِرِيْنَ. وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ. وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ اْلقَوْمِ الظَّاِلمِيْنَ. وَهَبْ لَنَا رِيْحًا طَيْبَةً كَمَا هِيَ فِى عِلْمِكَ. وَانْشُرْهَا عَلَيْنَا مِنْ خَزَاِئنِ رَحْمَتِكَ. وَاحْمِلْنَا بِهَا حَمْلَ اْلكَرَا مَةِ مَعَ السَّلاَمَةِ وَ الْعَافِيَةِ فِي الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ. اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

اَللَّهُمَّ يَسِّرْلَنَا اُمُوْرَنَا. مَعَ الرَّاحَةِ لِقُلُوْبِنَا وَاَبْدَانِنَا وَالسَّلاَمَةِ وَاْلعَافِيَةِ فِى دِيْنِنَ وَدُنْيَانَا . وَكُنْ لَنَا صَاحِبًا فِى سَفَرِنَا وَخَلِيْفَةً فِى اَهْلِنَا, وَاطْمِسْ عَلَى وُجُوْهِ اَعْدَائِنَا. وَامْسَخْهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَلاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ اْلمُضِيَّ وَلاَاْلمجَيْءَ اِلَيْنَا

وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوْا الصِّرَاطَ فَانَّى يُبْصِرُوْن. وَلَوْنَشَآءُ لمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَااسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَلاَيَرْجِعُوْنَ

Unshurnaa fa innaka khayrun naashiriina waftah lanaa fa innaka khayrul faatihiin waghfir lanaa fa innaka khayrul ghaafiriin warhamnaa fa innaka khayrur raahimiin warzuqnaa fa innaka khayrur raaziqiin wahdina wanahhinaa minalqawmizh zhaalimiin wahab lanaa riihan thayyibatan kamaa hiya fii ilmika wansyurhaa alaynaa min khazaa ini rahmatika wa ahmilnaa bihaa hamlalkaraamaati ma’as salaamati wal aafiyati did diini waddunyaa wal aakhirati, innaka alaa kulli syayin qadiir. Allahumma yassir lanaa umuurana ma’ar raahati liquluubinaa wa abdaaninaa wassalaamati mal aafiyati fidiinina wa dunyaana wakun lanaa shaahiban fii safarinaa wa khaliifatan fii ahlinaa wathmis alaa wujuuhi a’daa inaa wamsakh hum alaa makanaatihim falaa yastathii uunal mudhiyya wal majiia ilaynaa walawnasyaa’u lathamasnaa alaa ayunihim fastabaqushiraata fa anna yubshiruuna walaw nasyaa u lamasakhnaahum ala makaanatihim famasthathaa’uu mudhiyyan walaa yarji’un.

يس. وَاْلقُرْآنِ الْحَكِيْمِ* اِنَّكَ لَمِنَ اْلمُرْسَلِيْنَ* عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ* تَنْزِيْلَ اْلعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ* لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا اُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُوْنَ* لَقَدْحَقَّ اْلقَوْلُ عَلَى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لاَيُؤْمِنُوْنَ* اِنَاجَعَلْنَا فِى اَعْنَاقِهِمْ اَغْلاَلاً فِهَيَ اِلَى اْلاَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُوْنَ* وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنَهُمْ فَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ

شَاهَتِ اْلوُجُوْهُ(ثَلاَثًا)

وَعَنَتِ اْلوُجُوْهُ لِلْحَيِّ اْلقَيُّوْمِ. وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا

(حمعسق)(طس)

(مَرَجَ اْلبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ* بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَيَبْغِيَانِ)

(حم) (حم) (حم) (حم) (حم) (حم) (حم)

yaa siin (7 x) Wal quraanil hakiim innaka laminalmursaliin alaa shiraatthim mustaqiim tandziilal aziizirrahim litunddzira qawmam maa undzira abaauhum fahum ghaafiluun laqad haqqal qawlu alaa aktsarihim fahum laa yu’minun, inaa ja’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqaani fahum muqmahuun waja’alna mim bayni aydiihim saddan fa aghsyaynaahum fahum laa yubshiruun, syaahatil wujuuhu (3 x)

Wa’anatil wujuuuhu lilhayyilqayyumi waqad khaaba man hamala zhulman thaa siin, haa miim, haa miim, ain siin qaf, marajal bahrayni yaltaqiyaani baynahumaa barzakhun laa yabghiyaani, haa miim (7 x)

حُمَّ اْلاَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرَ, فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ

حم* تَنْزِيْلُ الْكِتَابِ مِنَ اللهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ* غَافِرِالذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ. اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ

(بِسْمِ اللهِ)

باَبُنَا(تَبَارَكَ) حِيْطَانُنَا(يَس) سَقْفُنَا(كَهَيَعَصَ) كِفَايَتُنَا(حم.عسق) حِمَايَتُنَا

(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)

Hummal amru wajaa an nashru fa’alaynaa la yunsharuun, haa miim tandziilul kitaabi minallaahil aziizil aliim ghaaririndzanbi waqaabilittawbi syadiidil iqaabi dzith thawli laa ilaaha illa huwa ilayhil mashiir. Bismillaahi baabunaa tabaaraka hiithaanunaa, yaa siin saqfunaa, kaaf haa yaa ain shaad kifayatunaa, haa miim. Ain siin qaaf himayaatunaa fasyakfiikahumullaahu wahuwas samiiul aliim (3 x).

(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)

(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)

سِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُوْلٌ عَلَيْنَا. وَعَيْنُ اللهِ نَاظِرَةٌ اِلَيْنَا. بِحَوْلِ اللهِ لاَيُقْدَرُ عَلَيْنَا. (وَاللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحيْطٍ . بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيْدٌ . فِى لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ)

Baca Juga :  Mengenal Dzikir Jalalah Sejarah Bacaan dan Cara Mengamalkan

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

(اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ)

(اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ)

(اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ)

(حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ. رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ)

(حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ. رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ)

(حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ. رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ)

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدنَا مُحَّمَدْ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا

Sitrul arsyi masbulun alaynaa wa’aynullaahi naazhiratun ilaynaa bihhawlillaahi laa yuqdaru alaynaa wallaahu min waraa ihim muhiith bal huwa qur’aanum majiid, fii lawhim mahfuzh fallaahu khayrun haafizhaa, wahuwa arhamurraahimin, inna waliyyilyallahulladzii nazzalal kitaaba wahuwa yatawallash shaalihin fain tawallaw faqul hashbiyallaahu laa ilaaha ilaa huwa alayhi tawakaltu wahuwa rabbul arsyil azhiim (3 x)

Bismillaahilladzii la yadhurru ma’asmihii syay’un fil ardhi walaa fi samaa’i wahussamii’ul aliim (3 x) walaa hawla walaa quwwata ilaa billaahil aliyyil azhiim.

== (Baca Ayat kursi sebaiknya dibaca dengan satu nafas)==

Yaa Allahu Yaa Nuuru Yaa Haqqu Yaa Mubiin

Uksunii min nuurika wa ‘alimni min ilmika wa afhimni angka wa asmi’ni minka wa basyirnii bika wa aqminii bismuhuudika wa ‘arrifnidz-dzooriiqo ilayka wa hawwin-ha ‘alayya bi fadhlika wa al bisnii libaasattaqwa minka innaka ‘ala kulli syai’in-qodiir.

 

Yaa Sami’u Yaa ‘Alimu Yaa Haliimu Ya ‘Aliyyu Yaa Adziimu Ya Allahu

Isma’ du’aa’ii bikhooshoo ‘ishi luthfika Amiin

A’udzu bi kalimatillahi taammati kullihamin syarri maa kholaq … 3 x

 

Yaa Adziimu Sulthooni Yaa Qodiimal ihsaani Yaa Da’imana’maa’i Yaa bashithor-rizqi

Ya Katsiral khoyrooti Yaa wasi’al ‘athoo’ii Yaa Dafi’al Balaa’i Yaa Sami’adduaa’i Yaa Haadhiroolaysaa bigho’ibi

 

Ya Maujudan ‘indats-tsadaa’idi Yaa Khofiyyalluthfi Yaa Lathiifash-shun’i Yaa Halimaan Laa Ya’ Jalu iqdhi haajatii birohmatika Yaa Arhamar-rohimiin.

 

Allahumma innaka ta’lamu maa nahnu fiihi wamaa nathlubuhu wa nartajiihi min rahmatika fii amrinaa kullihi, fayassirlanaa maa nahnu fiihi min safarinaa wamaa nathlubuhu min hawa ijinaa wa qorrib alaynal masaa faatiwasalimnaa minal’ilali wal afaati walaa taj’alid-dunyaa akbaro hamminaa walaa mablagho ‘ilminaa walaa tusallith ‘alaynaa malaayarhamunaa birohmatika Ya Arhamar-rohimiin.

Wa shalallahu ala Sayyidinaa Muhammadin wa’alihi washohbihii wasallam.

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Bacaan Hizib Bahr.

Dalam panduan ini, Hasiltani telah membahas secara lengkap mengenai Hizib Bahr, termasuk sejarahnya, khasiatnya, teks bacaannya, dan cara membacanya.

Terima kasih telah membaca artikel Bacaan Hizib Bahr ini, semoga informasi mengenai Bacaan Hizib Bahr ini bermanfaat bagi Sobat dalam memahami dan mengamalkan doa ini.

Ingatlah untuk membacanya dengan niat yang tulus dan penuh keimanan untuk mendapatkan manfaat yang besar dari Hizib Bahr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *