Arti Rabbana Hablana Min Azwajina

Menyingkap Makna Mendalam – Arti Rabbana Hablana Min Azwajina

Diposting pada

Hasiltani.id – Menyingkap Makna Mendalam – Arti Rabbana Hablana Min Azwajina. Dalam perjalanan hidup, doa seringkali menjadi jalan yang mengubahkan harapan menjadi kenyataan.

Salah satu doa yang penuh makna dan harapannya adalah arti Rabbana Hablana Min Azwajina.

Kata-kata yang diucapkan dengan tulus ini memiliki arti mendalam yang mencerminkan keinginan seseorang untuk diberikan pasangan hidup yang membawa kebahagiaan dan ketenangan.

Mari kita telusuri lebih lanjut tentang arti dan makna yang terkandung dalam doa ini, yang menjadi panduan bagi banyak orang dalam mencari keberkahan dalam hubungan keluarga.

Arti Rabbana Hablana Min Azwajina Wa Dzurriyatina Qurrota A’yun Arab

Doa “Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lilmuttaqina imama” merupakan bagian dari ayat 74 dalam surat Al Furqan di Al-Quran.

Tulisan Arabnya adalah:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Berikut adalah analisis I’rabnya:

رَبَّنَا”: Merupakan munada yang menghilangkan huruf nida.

“هَبْ”: Fiil amar dari madhi wahaba.

“لَنَا”: Lam adalah huruf jar, dan dhomir na adalah dhomir muttasil yang menjadi maful bih.

“مِنْ أَزْوَاجِنَا”: Min adalah huruf jar. “Azwajina” adalah majrur dan dibaca jar dengan tanda kasrah karena berperan sebagai mudhof. Dhomir na berfungsi sebagai mudhaf ilaih.

“وَذُرِّيَّاتِنَا”: Wau adalah huruf athof. “Dzurriyyatina” dibaca jar karena berhubungan dengan lafadz “azwajina”.

قُرَّةَ أَعْيُنٍ”: Berperan sebagai hal. Lafadz “qurrata” adalah mudhof, dan “a’yun” adalah mudhof ilaih, sehingga dibaca jar dengan tanda kasrah karena berupa isim mufrad.

Baca Juga :  Menguak Rahasia Doa Al-quran Untuk Membangkitkan Gairah Istri

وَاجْعَلْنَا”: Wau adalah huruf athof. “Ij’alna” adalah fiil amar dari “ja’ala”. Dhomir na adalah dhomir muttasil yang menjadi maful bih.

“لِلْمُتَّقِينَ”: Lam adalah huruf jar. “Al-muttaqina” adalah majrur dan dibaca jar dengan tanda ya nun karena merupakan jamak mudzakar salim.

“اِمَامًا”: Berkedudukan sebagai hal.

Cara penulisan dan arti Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqina imama memiliki dua bentuk:

Arab berharakat:

“رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا”

Arab tanpa harakat (arab gundul):

“ربنا هب لنا من ازواجنا وَذريتنا قرة اعين واجعلنا للمتقين اماما”

Tulisan Arab lengkap dari surat Al Furqan ayat 74 adalah sebagai berikut.

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Arti Rabbana Hablana Min Azwajina Wa Dzurriyatina Qurrota A’yun

Doa dan arti Rabbana hablana min azwajina memiliki makna yang sama baik untuk perempuan maupun laki-laki.

Tujuannya adalah berharap agar diberikan pasangan hidup yang menyenangkan hati, baik suami atau istri, serta anak-anak yang dapat menjadi penyejuk perasaan.

Dalam doa ini, diharapkan agar Allah memberikan istri atau suami yang dapat memberikan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.

Selain itu, doa ini juga berfokus pada harapan untuk mendapatkan anak-anak yang menyenangkan hati dan menyejukkan perasaan.

Ketika keluarga terdiri dari individu yang saleh dan taat kepada Tuhan, maka kehidupan bersama akan lebih penuh dengan keberkahan.

Untuk mendapatkan keturunan yang sholeh, seseorang dapat berdoa dengan membaca “Robbi habli minassholihin”.

Doa ini mengandung harapan agar Allah memberikan keturunan yang baik dan saleh. Selain itu, doa “Robbi habli milladunka dzurriyyatan thoyyibah” juga dapat diucapkan sebagai bentuk harapan untuk mendapatkan keturunan yang baik dari sumber yang baik.

Baca Juga :  Menggali Arti dan Makna Laisa Kamitslihi Syai'un

Dalam Tafsir Tahlili, dijelaskan bahwa salah satu sifat hamba-hamba Allah adalah memohon kepada-Nya agar diberikan keturunan yang saleh dan baik.

Keluarga yang terdiri dari individu yang saleh dan bertakwa kepada Tuhan akan menjadi penyebab kebahagiaan dan ketenangan.

Dengan begitu, diharapkan bahwa di muka bumi ini akan bertambah banyak hamba-hamba Allah yang hidup dengan penuh kasih sayang dan rahmat.

Selain itu, doa ini juga mencerminkan harapan agar keturunan tersebut menjadi penerang bagi manusia untuk taat kepada Tuhan serta menjadi pemimpin yang memberi teladan kepada orang-orang yang bertakwa.

Ini adalah ungkapan dari hati yang telah dipenuhi oleh cahaya iman, petunjuk, dan hidayah, sehingga diharapkan orang-orang yang hidup dalam takwa akan semakin bertambah di setiap waktu.

Harapan mereka agar anak, cucu, dan keturunannya menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa tidak dipandang sebagai dorongan untuk mencapai kedudukan tinggi atau kekuasaan mutlak.

Sebaliknya, hal tersebut semata-mata berasal dari keinginan yang tulus dan ikhlas untuk melihat penduduk dunia diisi oleh individu yang beriman dan bertakwa.

Tujuan lainnya adalah agar generasi penerus mereka dapat melanjutkan perjuangan dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

Dengan demikian, meskipun mereka sendiri telah meninggal dunia, namun mereka berharap dapat menerima pahala atas perjuangan yang dilakukan oleh anak, cucu, dan keturunan mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Rasulullah:

اِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ. (رواه مسلم عن ابى هريرة)

Artinya:

“Apabila seseorang meninggal dunia, segala amalannya terputus, kecuali dari tiga hal: sedekah yang memberikan manfaat kepada orang lain, ilmu pengetahuan yang ditinggalkannya dan masih bisa diambil manfaatnya oleh orang lain setelah kematiannya, serta anak yang saleh yang senantiasa mendoakannya.”

Baca Juga :  Rahasia Belajar Ilmu Makrifat Maka Kafir dalam Perspektif Islam

(Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).

Penjelasan Tafsir Tahlili dalam Surat Al furqan ayat 74

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Artinya :

“Dan orang-orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebahagiaan dalam pasangan hidup dan keturunan kami, serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’”

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Arti Rabbana Hablana Min Azwajina.

Dalam melangkah melalui hidup, doa dan arti Rabbana Hablana Min Azwajina menjadi satu bentuk pengharapan yang terus mengalir dari hati yang tulus.

Artinya yang dalam memohon pasangan hidup yang membawa keberkahan dan kebahagiaan, menciptakan ikatan yang kuat dalam lingkaran keluarga.

Doa ini menjadi richa, permohonan yang tak lekang oleh waktu, dan tetap relevan dalam setiap langkah kehidupan.

Semoga setiap doa yang diucapkan dengan ikhlas menjadi pintu pembuka bagi kebahagiaan dan kelimpahan, dan semoga kita senantiasa diberkahi dalam setiap langkah perjalanan hidup kita.

Arti Rabbana Hablana Min Azwajina menginspirasi kita untuk terus berdoa dan berusaha menciptakan kehidupan keluarga yang penuh berkah.

Terimakasih telah membaca artikel  ini, semoga informasi mengenai Arti Rabbana Hablana Min Azwajina ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *