Lirik Qasidah Qod Kafani

Lirik Qasidah Qod Kafani Ilmu Rabbi – Arab, latin dan Artinya

Diposting pada

Hasiltani.id – Lirik Qasidah Qod Kafani Ilmu Rabbi – Arab, latin dan Artinya. Pengagum seni dan keindahan dalam syair-syair keagamaan pasti tidak asing dengan lirik qasidah Qod Kafani.

Qasidah ini, dengan kata-kata yang penuh makna dan mendalam, mampu menggetarkan hati dan menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT.

Dalam artikel ini, kita akan merenungkan dan menggali lebih dalam tentang lirik qasidah Qod Kafani yang sarat makna dan kebijaksanaan.

Mari kita bersama-sama menjelajahi kekayaan lirik qasidah Qod Kafani yang begitu menginspirasi.

Mengenai Lirik Qasidah Qod Kafani Ilmu Rabbi

Sholawat Qod Kafani merupakan sebuah komposisi yang diciptakan oleh Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad, yang sering dijuluki sebagai Imam Haddad.

Beliau adalah seorang ulama besar dan waliyullah yang berasal dari Hadramaut, yang telah menghasilkan banyak karya penting selama hidupnya. Salah satu karyanya yang terkenal adalah qasidah berjudul “Qod Kafani.”

Dalam qasidah ini, terdapat rangkaian doa dan pujian agung kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. “Qod Kafani” atau juga dikenal dengan sebutan “Qod Kafani Ilmu Rabbi” telah menjadi sangat dikenal di kalangan umat Islam, khususnya di Indonesia. Qasidah ini seringkali dibawakan dalam berbagai acara pengajian atau majelis taklim.

Bahkan, penyanyi sholawat terkenal asal Solo, Habib Syech, juga sering membawakan sholawat Qod Kafani ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dan berkahnya sholawat ini dalam memperkuat rasa keimanan dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya di kalangan umat Islam.

Lirik Qasidah Qod Kafani Ilmu Rabbi

Untuk mengikuti bacaan lengkap Sholawat Qod Kafani Ilmu Rabbi dalam lafadz Arab, tulisan Latin, beserta terjemahan bahasa Indonesia agar bisa memahami maknanya, berikut ini adalah liriknya:

Baca Juga :  Kedalaman Makna Lirik Qasidah Asmaul Husna

هذه القصدة قد كفاني علم ربي

قَدْ كَفَانِيْ عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِ

qod kafani i’lmu robbi ‎
min su-aali wakhtiyaari

فَدُ عَائِي وَابْتِهَالِي شَاهِدٌ لِي بِافْتِقَارِي

fadu’aii wabtihaali
syahidullil biftiqoori

فَلِهَذَا السِّرِّ أَدْعُو فِي يَسَارِي وَعَسَارِي

falihaadzaassirri ad’uu
fi yasaari wa ‘asaari

أَنَا عَبْدٌ صَارَفَخْرِي ضِمْنَ فَقْرِي وَاضْطِرَارِي

ana ‘abduu shoro fakhri
dhimna faqri wadhthiroori

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْسُؤَالِي وَاخْتِيَارِي

يَا إِلَهِي وَمَلِيكِي أَنْتَ تَعْلَم كَيْفَ حَالِي

yaa ilaahi wa maliiki
anta ta’lam kaifa haali

وَبِمَا قَدْ حَلَّ قَلْبِي مِنْهُمُومٍ وَاشْتِغَالِي

wa bima qod halla qolbi
finnuru lil wasti gholi

فَتَدَارَكْنِي بِلُطْفٍ مِنْكَ يَا مَولَى الْمَوَالِي

ياَ كَرِيْمَ الْوَجْهِ غِثْنِي قَبْلَ أَنْ يَفْنَى اصْطِبَارِي

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْسُؤَالِي وَاخْتِيَارِي

ياَسَرِ يْعَ الْغَوْثِ غَوْثًا مِنْكَ يُدْرِكْنِي سَرِيعًا

yaa sarii’al ghoutsi
ghoutsan minka yudrikna sarii’an

يُهْزِمُ الْعُسْرَوَيَأْتِي بْالَّذْي أَرْجُو جَمِيعًا

yahzamul ‘usro wa ya’tii
billadzi arju jamii’an

يَاقَرِيْبًا يَامُجِيْبًا يَاعَلِيْمًا يَاسَمِيْعًا

ya qoriiban ya mujiiban
yaa ‘aliiman yaa samii’an

قَدْ تَحَقَّقْتُ بِعَجْزِي وَخُضُوْعِي وَانْكِسَارِي

qod tahaqqoqtu bi’ajzi
wa khudhu’ii wal kisaari

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَلِي وَاخْتِيَارِي

لَمْ أَزَلْ بِالْبَابِ وَاقِفْ فَارْحَمَنْ رَبِّي وُقُوْفِي

lam azal bilbaab waqfi
farhaman robbi wuquufi

وَبِوَادِي الْفَضْلِ عَاكِفْ فَأَدِمْ رَبِّي عُكُوفِي

wabiwaadil fadhli ‘aakif
faadim robbi ‘ukuufi

وَلِحُسْنِ الظَّنِّ لاَزِمَ فَهُوَخِلِّي وَحَلِيْفِي

وَأَنِيْسِيْ وَجَلِيسِي طُوْلَ لَيْلِي وَنَهَارِي

قَدْكَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي

حَاجَةٌ فِي النَّفْسِ يَارَبْ فَاقْضِهَا يَاخَيْرَ قَاضِي

haajatun finnafsi yaa rob
‏faqdiha ya khoira qadii

وَأَرِحْ سِرِّي وَق؎لْبِي مِنْ لَظَاهَا وَالشُّوَاظِ

‎wa arihi sirri wa qolbi
‎‎‏min ladhaha wassu wadhi

قِيْ سُرُورٍ وَحُبُوْرٍ وَإِذَامَا كُنْتَ رَاضِي

فاَلْهَنَا وَالْبَسْطُ حَالِي وَشِعَارِي وَدِثَارِي

‏falhana wal basthu halii wa syi’ari wa ditsa ri
قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْسُؤَالِي وَاخْتِيَارِي

Baca Juga :  Surat Al-Baqarah Ayat 261-265 – Arab, Latin dan Terjemahannya

qad kafani ‘lmu robbi min suali wakhtiyari

Artinya:

Sungguh, telah mencukupi bagiku kepuasan dan ketenanganku karena Penciptaku Maha Mengetahui Segala Permintaanku dan Usahaku.

Karena itulah, doa-doa dan jeritan hatiku menjadi saksi atas kefakiranku di hadapan Kebesaran-Mu.

Demikianlah, dalam rahasia kefakiranku di hadapan Kebesaran-Mu, aku selalu berharap pada-Mu, baik dalam kemudahan maupun kesulitanku.

Aku adalah hamba yang kebanggaanku adalah dalamnya kemiskinanku dan besarnya kebutuhanku pada-Mu.

Sungguh, telah mencukupi bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui Segala Permohonan dan Usahaku.

Wahai Tuhanku, wahai yang memiliki diriku, Engkau Maha Mengetahui bagaimana keadaanku, bahkan ketika hatiku dipenuhi kegundahan dan kesibukan, hingga aku hampir lupa untuk mengingat-Mu.

Maka, wahai Raja di antara para raja, rahmatilah aku dengan kasih sayangan-Mu, dan datangkan pertolongan-Mu sebelum kesabaran ini hilang dariku.

Sungguh, telah mencukupi bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Mengetahui Segala Permohonan dan Usahaku.

Wahai yang cepat mendatangkan pertolongan, temukanlah kami dengan pertolongan yang datang dengan segera. Pertolongan yang mengatasi segala kesulitan dan memenuhi semua harapan kami.

Wahai Yang Maha Dekat, Wahai Yang Maha Menjawab semua rintihan, Wahai Yang Maha Mengetahui, Wahai Yang Maha Mendengar. Sungguh, aku telah memahami betapa lemah dan tidak berdayaku, kerendahan dan keluhanku.

Sungguh, telah mencukupi bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui Segala Permohonan dan Usahaku.

Aku masih berdiri di Gerbang-Mu, maka kasihanilah aku yang terus menunggu. Di Lembah Anugerah Kasih Sayang-Mu, aku berdiam, maka abadikanlah keadaanku ini.

Maka, bersangka baik pada-Mu adalah hal yang wajib bagiku. Sangka baik pada-Mu adalah pakaianku dan janjiku. Dan hal itu, sangka baik pada-Mu, menjadi penenang hatiku, selalu menemaniku sepanjang siang dan malam.

Sungguh, telah mencukupi bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui Segala Permohonan dan Usahaku.

Baca Juga :  Sejarah, Lirik Qasidah Sholawat Badar dan Makna Mendalam

Segala kebutuhan dalam diriku, wahai Penciptaku, selesaikanlah. Wahai yang paling baik dalam menyelesaikan kebutuhan, tenangkanlah rohku dan hatiku dari gejolak dan gemuruhnya, agar hatiku dan rohku selalu dalam ketenangan dan kedamaian dalam segala yang Engkau ridhoi.

Maka, kegembiraan dan kebahagiaan selalu menjadi keadaanku, menjadi pelipur hidupku, dan selubung perhiasanku.

Sungguh, telah mencukupi bagiku kepuasan dan ketenangan bahwa Penciptaku Maha Mengetahui Segala Permohonan dan Usahaku.

Baca juga:

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Lirik Qasidah Qod Kafani.

Dengan demikian, lirik qasidah Qod Kafani tidak hanya sekadar rangkaian kata-kata, tetapi juga merupakan pengekspresian rasa cinta, kerendahan hati, dan pengabdian kepada Sang Pencipta.

Melalui kata-kata yang indah dan puitis, qasidah ini mengajarkan kita tentang makna sejati dari keimanan, kesyukuran, dan tawakal kepada Allah SWT.

Seiring waktu, lirik qasidah Qod Kafani tetap memiliki daya tarik yang tak terbantahkan bagi para pengagum seni dan spiritualitas.

Semoga artikel ini telah memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang keindahan lirik qasidah Qod Kafani dan meningkatkan kecintaan kita kepada agama dan penciptaan yang Maha Esa.

Mari kita terus mendalami kebijaksanaan yang terkandung dalam lirik ini, sehingga kita bisa lebih mendekatkan diri kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan kita.

Terima kasih telah membaca artikel Lirik Qasidah Qod Kafani ini, semoga informasi mengenai Lirik Qasidah Qod Kafani ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *