Hadits Tentang Hari Kiamat

Hadits Tentang Hari Kiamat dalam Arab dan Artinya

Diposting pada

Hasiltani.id – Hadits Tentang Hari Kiamat dalam Arab dan Artinya.Hari Kiamat adalah salah satu aspek penting dalam keyakinan umat Islam.

Kepercayaan akan kedatangan Hari Kiamat memainkan peran sentral dalam agama ini, dengan banyak hadits yang menguraikan berbagai tanda-tanda dan peristiwa yang akan terjadi menjelang dan pada saat hari tersebut tiba.

Hadits-hadits ini memberikan petunjuk dan wawasan mendalam tentang bagaimana umat Islam seharusnya bersiap dan menjalani kehidupan mereka dalam rangka menghadapi hari yang sangat ditunggu-tunggu ini.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa Hadits Tentang Hari Kiamat, serta pentingnya memahami pesan-pesan yang terkandung dalamnya.

Hari Kiamat

Sebelum membahasa mengenai berbagai Hadits Tentang Hari Kiamat, simak penjelasan berikut terlebih dahulu.

Hari Kiamat pasti akan datang, dan sebagai umat Islam, kita wajib mempercayainya. Namun, kapan dan bagaimana Kiamat akan terjadi adalah suatu misteri yang hanya Allah SWT yang mengetahuinya.

Hal ini tercermin dalam berbagai ayat dan hadis mengenai Kiamat, di mana terdapat penjelasan tentang Kiamat dan tanda-tandanya. Dalam Al-Quran, Allah SWT juga beberapa kali berbicara tentang hari Kiamat.

Suatu saat, seluruh alam dunia ini akan hancur dan mengalami kehancuran yang sangat dahsyat. Tidak ada yang tahu kapan hari Kiamat akan tiba.

Namun, Nabi Muhammad SAW banyak menginformasikan dalam hadis tentang tanda-tanda mendekatnya hari Kiamat. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT.

Hal ini terjadi karena pada hari terakhir atau hari Kiamat akan terjadi kekacauan besar yang akan menguji umat manusia akibat munculnya Dajjal.

Mengenai Dajjal, Nabi Muhammad SAW telah memberikan kabar dalam hadis tentang hari Kiamat yang menjelaskan sifat-sifat dan cara menghindari fitnah yang ditimbulkan olehnya.

Kiamat sendiri dibagi menjadi dua, yaitu Kiamat Kubra (besar) dan Kiamat Sugra (kecil).

Kita dapat melihat kehebatan Nabi kita, karena Beliau telah memberikan penjelasan yang lengkap tentang hari Kiamat kepada umatnya.

Kita hanya perlu merujuk kepada dalil-dalil hadis yang sahih untuk memahami sepenuhnya mengenai hari Kiamat.

Dengan demikian, kita dapat bersikap dan bergerak dengan tepat sesuai petunjuk Allah SWT dan Rasul SAW untuk selamat dari hari Kiamat.

Hadits Tentang Hari Kiamat

Berikut adalah berbagai Hadits Tentang Hari Kiamat dalam Arab dan terjemahannya:

بُعِثْتُ أَناَ وَالسَّاعَةُ كَهاتَيْنِ. وَأَشَارَ بِأَصْبِعَيْهِ السَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى

“Ketika aku diutus, hari Kiamat datang akan terasa dekat seperti kedua jari ini,” kata beliau sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ عَلىَ شِرَارِ النَّاسِ

“Hari Kiamat tidak akan tiba kecuali di saat manusia mencapai tingkat kejelekan yang paling buruk.” (HR. Muslim).

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَتِهَا قَالَ أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ قَالَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا ثُمَّ قَالَ لِي يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنْ السَّائِلُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ

Baca Juga :  Dzikir Tarekat Sammaniyah - Agar Husnul Khotimah

(Dari Umar bin al-Khattab): “Ketika kami berada di samping Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak ada tanda-tanda perjalanan padanya, dan kami tidak mengenalnya. Kemudian orang itu duduk mendekati Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, menempatkan lututnya di samping lutut Nabi, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha Nabi. Ia bertanya, ‘Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam.’ Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Islam adalah bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah jika mampu.’ Orang itu berkata, ‘Engkau benar.’

Kami heran dengan orang tersebut karena ia yang bertanya tetapi juga membenarkan jawaban sendiri. Kemudian orang itu bertanya lagi, ‘Beritahukan kepadaku apakah iman itu?’ Nabi menjawab, ‘Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir baik dan buruknya.’ Orang itu berkata, ‘Engkau benar.’

Selanjutnya, ia bertanya, ‘Beritahukan kepadaku apa itu ihsan?’ Nabi menjawab, ‘Ihsan adalah beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihatmu.’ Kemudian orang itu bertanya, ‘Beritahukan kepadaku tentang hari Kiamat (kapan terjadinya).’ Nabi menjawab, ‘Tidak ada yang lebih mengetahui tentang kapan hari Kiamat terjadi selain dari yang ditanya oleh orang yang bertanya.’ Orang itu berkata, ‘Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya.’ Nabi menjawab, ‘Budak perempuan akan melahirkan tuannya, dan engkau akan melihat orang-orang yang telanjang kaki, telanjang badan, miskin, penggembala kambing yang berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.’

Kemudian, orang itu pergi. Setelah waktu berlalu, Nabi bertanya kepada Umar, ‘Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya tadi?’ Umar menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Nabi menjawab, ‘Itu adalah Jibril, datang untuk mengajari agama kepada kalian.’ (HR. Muslim)

انها لن تقوم حتى ترى عشر آيات الدخان والدجال والدابة وطلوع الشمس من مغربها ونزول عيسى ابن مريم ويأجوج ومأجوج وثلاثة خسوف خسف بالمشرق وخسف بالمغرب وخسفف بجزيرة العرب وآخر ذلك نار تخرج من قبل عدن تطرد الناس إلى محشرهم.(روه مسلم)

“Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda: asap, munculnya Dajjal, binatang melata, matahari terbit dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga gempa (di timur, barat, dan Jazirah Arab), dan yang terakhir adalah api yang keluar dari ‘And yang akan mengumpulkan manusia untuk dihisab di Mahsyar.” (HR. Muslim)

ثلاثة اذا خرجن لاينفع نفسا ايمانها لم تكن آمنت من قبل أو كسبت في ايمانها خيرا طلوع الشمس من مغربها والدجال والدابة الارض. (رواه مسلم والترمذي)

“Ada tiga hal yang apabila telah muncul, maka keimanan seseorang tidak lagi bermanfaat baginya jika sebelumnya ia tidak beriman atau tidak beramal kebaikan selama beriman, yaitu: matahari terbit dari arah barat, munculnya Dajjal, dan binatang melata.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).

Baca Juga :  Bacaan Ratib Al-Haddad dan Cara Mengamalkannya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ فَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ فَذَلِكَ حِينَ { لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا }

“Tidak akan datang hari Kiamat hingga matahari terbit dari arah terbenamnya. Ketika tanda ini telah muncul, semua manusia akan beriman. Namun, keimanan manusia pada saat itu tidak akan memberikan manfaat bagi mereka yang sebelumnya tidak pernah beriman atau yang sebelumnya tidak pernah berbuat baik dalam keimanan mereka.” (HR. Bukhari).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَارِزًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِيمَانُ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكِتَابِهِ وَلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ الْآخِرِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنَّكَ إِنْ لَا تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا وَإِذَا كَانَتْ الْعُرَاةُ الْحُفَاةُ رُءُوسَ النَّاسِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رِعَاءُ الْبَهْمِ فِي الْبُنْيَانِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا

“Kapan Kiamat tiba?” Beliau menjawab, “Tidak ada yang lebih mengetahui tentang itu selain dari yang ditanya. Namun, aku ingin memberitahukan kepadamu tentang tanda-tandanya. Yaitu, jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya, itu merupakan salah satu tanda hari Kiamat. Dan jika orang-orang yang bertelanjang kaki menjadi pemimpin umat manusia, itu juga tanda hari Kiamat. Dan jika penggembala kambing berlomba-lomba dalam membangun gedung-gedung yang tinggi, itu juga termasuk tanda-tanda Kiamat.” (HR. Muslim).

إِنَّ أَوَّلَ اْلآيَاتِ خُرُوْجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوْجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحَى، وَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا؛ فَاْلأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيْبًا.

“Sesungguhnya tanda pertama Kiamat adalah matahari terbit dari arah barat, dan kemudian binatang keluar kepada manusia pada waktu dhuha. Dan apa pun di antara keduanya yang muncul lebih awal, yang lainnya akan segera mengikuti dalam waktu yang dekat.”

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي خَيْرَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنْهُمْ أَحَدٌ إِلَّا آكِلُ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ

“Benar-benar akan datang kepada manusia suatu zaman dimana tidak ada seorang pun diantara mereka kecuali memakan harta riba. Sekiranya ia tidak memakannya, setidaknya ia terkena debunya.”

Dari Abu Hurairah (ra), Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah Tabaraka wa Ta’ala menggenggam bumi pada hari Kiamat, Allah melipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian Allah berkata; ‘Aku lah Sang Raja, manakah para raja yang dahulu berkuasa di bumi?’.”

Dari Ibnu ‘Umar (ra), Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya kezaliman itu akan berubah menjadi kegelapan-kegelapan pada hari Kiamat.”

Dari Abdullah bin Mas’ud dan Abu Musa (ra), Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya pada saat dekat hendak terjadi kiamat akan ada hari-hari dimana ketika itu kebodohan merata, ilmu diangkat, dan banyak terjadi al-harj.” Yang dimaksud al-harj adalah pembunuhan.

Baca Juga :  Mengungkap Makna dari Bismillah 7 dan Terjemahan

Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim ketika Jibril datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya tentang kapan Kiamat, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Yang ditanya tentang Hari Kiamat tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Kiamat hampir akan terjadi apabila sudah banyak perbuatan bohong, masa (waktu) akan terasa cepat berlalu, dan pasar-pasar akan berdekatan (jaraknya karena saking banyaknya).”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Pada pintu gerbang kiamat, orang-orang hanya akan mengucapkan salam kepada orang yang khusus (dikenal) saja, dan berkembangnya perniagaan sehingga wanita ikut seperti suaminya (bekerja/berdagang).”

Dari Anas bin Malik (ra), Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat hingga manusia berbangga-bangga dengan masjid.”

Dari Anas bin Malik (ra), ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak akan terjadi qiamat sehingga waktu terasa pendek, maka setahun dirasakan seperti sebulan, sebulan dirasakan seperti seminggu, seminggu dirasakan seperti sehari, sehari dirasakan seperti satu jam serta satu jam dirasakan seperti satu kilatan api.”

Dari Abu Hurairah (ra), Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Islam mulai berkembang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.”

Hadis riwayat Zainab binti Jahsy ra.: Nabi saw. bangun dari tidurnya sambil bersabda: “Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini.” Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh?” Beliau menjawab: “Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan.” (Shahih Muslim No.5128)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: “Hari ini dinding Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini.” Wuhaib (perawi hadis) melingkarkan jarinya membentuk angka sembilan puluh (menekuk jari telunjuk sampai ke pangkal ibu jari). (Shahih Muslim No.5130).

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Hadits Tentang Hari Kiamat.

Dalam rangkaian hadits-hadits yang mengungkapkan tanda-tanda dan peristiwa-peristiwa seputar Hari Kiamat, kita dapat melihat betapa pentingnya persiapan spiritual dan moral dalam kehidupan kita sebagai umat Islam.

Hadits-hadits ini mengingatkan kita untuk senantiasa memperbaiki diri, menghindari maksiat, dan memperkuat iman kita kepada Allah SWT.

Selain itu, mereka mengajarkan kita untuk hidup dengan kesadaran bahwa hari yang sangat besar dan menentukan ini akan datang, meskipun waktu pastinya hanya Allah yang mengetahuinya.

Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita harus merenungkan makna dan pesan-pesan yang terkandung dalam hadits-hadits tentang Hari Kiamat ini.

Kita harus berupaya untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Islam, berbuat baik, dan senantiasa meningkatkan kualitas iman dan amal kita.

Semoga dengan pemahaman ini, kita dapat menghadapi Hari Kiamat dengan hati yang bersih dan penuh keyakinan, serta mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Terima kasih telah membaca artikel Hadits Tentang Hari Kiamat ini, semoga informasi mengenai Hadits Tentang Hari Kiamat ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *