Lele Kolam Terpal Dua Setengah Bulan Mati Satu Persatu

Mengapa lele kolam terpal dua setengah bulan mati satu persatu?

Diposting pada

Hasiltani.id – Mengapa lele kolam terpal dua setengah bulan mati satu persatu?. Lele kolam terpal merupakan salah satu metode budidaya ikan yang semakin populer di kalangan para peternak. Namun, tidak jarang peternak menghadapi masalah serius seperti kematian ikan yang terjadi dalam kolam terpal.

Dalam kasus “lele kolam terpal dua setengah bulan mati satu persatu,” fenomena ini telah menimbulkan kekhawatiran dan perlu mendapat perhatian serius.

Budidaya Lele Kolam Terpal

Budidaya lele dalam kolam terpal memiliki kelebihan tersendiri. Metode ini relatif mudah dilakukan dan tidak memerlukan lahan yang luas. Selain itu, kolam terpal juga dapat diatur dan dipindahkan dengan fleksibilitas yang tinggi. Namun, metode ini juga memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah risiko tinggi terhadap kematian ikan.

Penyebab Kemungkinan Kematian Ikan

Kematian ikan dalam kolam terpal dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang signifikan adalah kualitas air. Kualitas air yang buruk, termasuk tingginya kandungan bahan organik, pH yang tidak seimbang, atau rendahnya tingkat oksigen, dapat menyebabkan stres pada ikan dan berpotensi mematikan.

Selain itu, praktik manajemen yang tidak tepat, kekurangan pakan yang memadai, serta masalah penyakit juga dapat menjadi penyebab kematian ikan.

Lele Kolam Terpal Dua Setengah Bulan Mati Satu Persatu

Kolam terpal ikan lele berukuran 2 m x 4 m yang dibuat dari rangka bambu telah berusia 3 bulan. Pada saat itu, benih ikan ditebar dengan kepadatan 3000 bibit. Saat ini, usia benih telah mencapai 80 hari atau 2 bulan lebih 20 hari. Ketinggian air di kolam sekitar 50-60 cm.

Dalam seminggu terakhir, setiap hari selalu ada satu atau dua ikan yang mati dan mengambang di permukaan. Ikan-ikan yang mati memiliki warna putih pucat dan terdapat bercak-bercak kulit yang terkelupas, mungkin disebabkan oleh jamur atau indikasi awal pembusukan.

Baca Juga :  Budidaya Udang di Sawah - Panduan Lengkap

Hasiltani telah menambahkan konsentrasi probiotik pada pakan ikan seperti biasa. Hasiltani juga telah menaburkan garam ke dalam air kolam dan memberikan obat berupa serbuk. Hasiltani berharap agar ikan-ikan berhenti mati.

Bau Menyengat Pada Kolam Lele

Pada awal masa pertumbuhan ikan, pernah terjadi situasi serupa. Pada saat itu, dengan menaburkan garam dan mengganti sekitar 50% air kolam, ikan berhenti mati. Karena tidak ada tanda-tanda penyakit pada ikan yang masih hidup, diperkirakan penyebabnya adalah perubahan pH air yang cukup signifikan atau peningkatan kadar amonia.

Ketika pH air diukur dengan kertas indikator, diperkirakan pH air turun menjadi sekitar 5-6, yang termasuk dalam tingkat keasaman.

Selain itu, air memiliki aroma yang menyengat dan berwarna coklat gelap. Ikan hanya mau makan pada pelet yang ditebarkan di tempat dangkal. Pada bagian kolam yang lebih dalam, pakan yang ditaburkan tidak tersentuh oleh ikan.

Kotoran Dan Bangkai Terkumpul Di Pipa Pembuangan Air

Kolam terpal ini memang didesain dengan kemiringan pada satu sisi. Sisi tempat pipa pembuangan air berada dibuat lebih dalam agar memudahkan proses pengurasan. Inilah tempat di mana kotoran dan bangkai ikan akan terkumpul.

Bagian dalam kolam ini tentu memiliki timbunan kotoran dan sisa-sisa bangkai ikan yang tenggelam. Bangkai ikan tersebut menyebabkan kandungan amonia dalam kolam meningkat.

Kuras Kolam Ikan

Beberapa hari setelah penaburan garam di air kolam, masih terjadi kematian ikan. Hal yang sama terjadi setelah penaburan obat berupa serbuk yang dibeli di toko. Karena khawatir dengan peningkatan jumlah ikan yang mati, akhirnya diambil langkah terakhir yaitu menguras seluruh air kolam.

Ternyata tidak semua ikan yang mati terlihat mengambang di permukaan kolam. Beberapa ikan mati ditemukan di bagian bawah kolam dalam posisi tenggelam. Ada yang berukuran besar dan sebagian masih kecil. Karena jumlah ikan yang cukup banyak, setelah pengurasan harus segera mengisi kolam dengan air baru.

Jika ikan ditumpuk dalam jumlah yang banyak, mereka dapat mati lemas karena kekurangan oksigen.

Bagaimana hasilnya?

Hasil dari langkah-langkah tersebut masih perlu diamati dalam beberapa hari ke depan. Meskipun kolam dengan volume air yang besar cenderung lebih stabil dalam hal kualitas air, perubahan pH kemungkinan tidak terjadi dengan cepat dan drastis.

Baca Juga :  Cara Ternak Lele dengan Kolam Terpal - Panduan Lengkap

Namun, penumpukan kotoran seiring waktu jika tidak ditangani akan memperburuk kualitas air. Untuk kolam dengan metode pemeliharaan kualitas air melalui penggantian air, disarankan untuk melakukan pengurasan dengan volume besar sekitar 80% minimal dua kali selama umur lele ini.

Dalam beberapa hari ke depan, akan terlihat apakah langkah-langkah ini memberikan bantuan yang cukup. Jika ikan tetap mati, maka kemungkinan penyebabnya bukan masalah air lagi, melainkan kemungkinan terpapar penyakit.

Penutup

Dalam artikel ini, Hasiltani.id telah membahas tentang ”lele kolam terpal dua setengah bulan mati satu persatu”. Dalam pemeliharaan ikan lele di kolam terpal, kematian ikan menjadi masalah yang perlu segera ditangani. Beberapa langkah telah dilakukan, termasuk penaburan garam, pemberian obat serbuk, dan pengurasan air kolam. Namun, kematian ikan masih berlanjut.

Hal ini menunjukkan bahwa penyebab kematian ikan kemungkinan bukan hanya masalah air, tetapi bisa juga terkait dengan paparan penyakit.

Selain itu, kondisi kolam yang mengalami penumpukan kotoran dan bangkai ikan juga berpotensi memperburuk kualitas air. Pengurasan air dengan volume besar menjadi langkah penting untuk membersihkan kolam dan mengurangi penumpukan kotoran.

Namun, perlu diingat bahwa pengurasan air harus dilakukan minimal dua kali selama umur lele ini untuk memastikan efektivitasnya.

Untuk memulihkan kondisi air kolam, penambahan probiotik menjadi langkah yang disarankan. Probiotik membantu menggantikan mikroorganisme pengurai yang hilang selama proses pengurasan air. Dengan demikian, diharapkan kualitas air kolam dapat membaik dan memberikan lingkungan yang lebih baik bagi pertumbuhan ikan lele.

Dalam beberapa hari ke depan, akan dapat diketahui apakah langkah-langkah yang telah dilakukan memberikan hasil yang diharapkan. Jika kematian ikan tetap terjadi, maka perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mengatasi penyebabnya.

Penting untuk terus memantau kondisi air kolam dan kesehatan ikan secara berkala guna menjaga keberhasilan budidaya ikan lele dalam kolam terpal.

FAQs

1. Mengapa ikan-ikan dalam kolam terpal ini mengalami kematian? Kemungkinan penyebab kematian ikan bisa bervariasi, termasuk perubahan kualitas air, paparan penyakit, kepadatan populasi yang tinggi, atau kondisi lingkungan yang tidak sesuai.

Baca Juga :  Tips dan Cara Menyimpan Cacing Sutra Agar Tahan Lama

Dalam artikel ini, kita telah membahas beberapa kemungkinan penyebab seperti perubahan pH air, penumpukan kotoran, dan hilangnya mikroorganisme pengurai akibat pengurasan air.

2. Apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan kematian ikan? Beberapa langkah telah diambil, seperti penaburan garam, penggunaan obat serbuk, pengurasan air kolam, dan penambahan probiotik. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas air dan mengurangi risiko kematian ikan.

Namun, penting untuk terus memantau kondisi air kolam dan kesehatan ikan secara berkala serta melakukan tindakan yang sesuai jika kematian ikan tetap terjadi.

3. Berapa kali pengurasan air perlu dilakukan dalam kolam terpal? Dalam artikel ini, disarankan untuk melakukan pengurasan air minimal dua kali selama umur lele dalam kolam terpal. Pengurasan air dengan volume besar membantu membersihkan kolam dari penumpukan kotoran dan sisa-sisa bangkai ikan.

Namun, frekuensi pengurasan air dapat disesuaikan dengan kondisi spesifik kolam dan perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas air yang optimal.

4. Apa manfaat penambahan probiotik dalam kolam terpal? Penambahan probiotik dapat membantu memulihkan mikroorganisme pengurai yang hilang selama proses pengurasan air. Mikroorganisme pengurai berperan penting dalam menjaga kualitas air kolam dengan menguraikan bahan organik yang dapat menjadi sumber polusi.

Dengan menambahkan probiotik, diharapkan keseimbangan mikroorganisme dalam kolam dapat dipulihkan dan kualitas air dapat ditingkatkan.

5. Apakah masalah ini dapat diatasi? Dalam banyak kasus, masalah kematian ikan dalam kolam dapat diatasi dengan langkah-langkah yang tepat. Dalam artikel ini, telah dijelaskan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas air dan mengurangi risiko kematian ikan.

Namun, perlu diingat bahwa setiap situasi bisa berbeda, dan jika kematian ikan terus berlanjut, perlu dilakukan analisis lebih lanjut dan intervensi yang mungkin diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *