kolam terpal untuk budidaya udang vaname

Solusi Sukses Kolam Terpal Untuk Budidaya Udang Vaname

Diposting pada

Hasiltani.id – Solusi Sukses Kolam Terpal Untuk Budidaya Udang Vaname. Kolam terpal semakin populer sebagai alternatif dalam budidaya udang vaname karena kemudahan dalam pembuatannya dan biayanya yang terjangkau. Selain itu, kolam terpal juga memungkinkan untuk menanam udang vaname secara lebih bersih dan lebih terkontrol dibandingkan dengan kolam tanah.

Kolam terpal sudah tidak asing lagi di kalangan petani ikan. Banyak pelaku budidaya ikan dan udang yang menggunakan kolam terpal sebagai media. Tentunya ukurankolam terpal untuk budidaya udang vaname yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan budidaya udang itu sendiri, terutama untuk jenis udang vaname.

Spesifikasi Kolam Terpal Untuk Budidaya Udang Vaname

Spesifikasi kolam terpal untuk budidaya udang vaname sebenarnya cukup bervariasi. Ukurannya perlu diperhatikan, kolam terpal dengan ukuran 6 x 11,5 m2 sudah sangat memadai untuk budidaya udang vaname. Sedangkan kedalamannya minimal 1,2 m.

Dari ukuran kolam tersebut, petani udang bisa melakukan pembenihan 50 ekor per m2 area kolam. Sehingga, total udang yang bisa dibudidayakan dalam kolam terpal dengan luas dan kedalaman tersebut adalah sekitar 3.500 ekor.

Apa Sebenarnya Udang Vaname Itu?

Litopenaeus vannamei, atau yang lebih dikenal dengan nama udang vaname, merupakan salah satu jenis udang yang populer untuk dibudidayakan di Indonesia. Hampir semua petambak di Indonesia membudidayakan udang ini karena kaya akan manfaatnya, seperti yang dirangkum oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca Juga :  Jumlah Estimasi Pakan Udang Vaname dalam 1 Kali Panen

Meskipun ukuran udang vaname yang berasal dari daerah subtropis pantai barat Amerika terbilang lebih kecil dari udang jenis lainnya, tetapi kelezatannya tidak kalah dengan jenis udang lainnya. Permintaan akan udang vaname pun relatif stabil, sehingga udang ini sangat cocok untuk dibudidayakan sebagai komoditi sajian bahari Indonesia.

Udang vaname memiliki banyak keunggulan. Selain lebih mudah hidup dan dibudidayakan, ukurannya cenderung besar dan pertumbuhannya terbilang cepat. Jenis udang ini memiliki kulit luar yang tipis dengan warna putih yang khas. Karena kelebihan tersebut, udang vaname sangat diminati dan sering dijadikan bahan konsumsi.

Kelebihan Budidaya Udang Vaname dengan Kolam Terpal

Ada beberapa kelebihan dalam memilih kolam terpal untuk budidaya udang vaname. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Fleksibilitas dalam Penggunaan Kolam

Salah satu kelebihan dari kolam terpal adalah fleksibilitasnya dalam penggunaan kolam. Kolam terpal dapat dibuat dengan berbagai ukuran dan bentuk sesuai dengan kebutuhan petani. Selain itu, kolam terpal juga dapat dipindahkan ke tempat yang lain apabila diperlukan.

2. Kontrol Kualitas Air yang Lebih Mudah

Dalam budidaya udang vaname, kualitas air sangat penting. Dengan menggunakan kolam terpal, petani dapat lebih mudah mengontrol kualitas air yang digunakan untuk budidaya. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan sirkulasi air secara teratur dan penggunaan filter yang tepat.

3. Memperoleh Hasil Panen yang Lebih Tinggi

Dalam budidaya udang vaname, hasil panen yang tinggi tentu menjadi tujuan utama. Dengan menggunakan kolam terpal yang dirancang secara optimal, petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih tinggi. Ukuran dan kedalaman kolam terpal yang tepat dapat meningkatkan produktivitas udang vaname.

4. Biaya Produksi yang Lebih Murah

Budidaya udang vaname dengan kolam terpal juga memiliki kelebihan dari segi biaya produksi yang lebih murah. Pembuatan kolam terpal relatif lebih murah dibandingkan dengan kolam beton. Selain itu, perawatan dan pengendalian kualitas air juga lebih mudah dilakukan dengan teknologi yang sederhana.

Baca Juga :  Cara Menghilangkan Bau Busuk pada Kolam Lele yang Menyengat

5. Ramah Lingkungan

Terakhir, budidaya udang vaname dengan menggunakan kolam terpal juga lebih ramah lingkungan. Kolam terpal tidak memerlukan penggunaan beton dan bahan-bahan lain yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu, limbah budidaya udang vaname juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk keperluan pertanian.

Langkah Budidaya Udang Vaname dengan Kolam Terpal

1. Persiapan Lokasi

Tahap awal dalam memulai budidaya udang dengan kolam terpal adalah menyiapkan lokasi. Tentukan terlebih dahulu di mana kolam terpal akan dibangun, dan pastikan area yang dipilih sudah bersih dan cukup lapang. Selanjutnya, ukuran kolam terpal harus disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia.

Setelah itu, petani udang dapat mulai mempersiapkan kolam terpal yang akan digunakan. Pilih jenis kolam terpal yang berkualitas dan pastikan ukurannya sesuai dengan kebutuhan budidaya udang. Spesifikasi kolam terpal untuk budidaya udang vaname yang sudah disebutkan sebelumnya dapat dijadikan acuan dalam memilih jenis dan ukuran kolam terpal yang tepat.

2. Pengisian Air Kolam

Setelah lahan dan kolam terpal siap, langkah selanjutnya adalah mengisi air ke dalam kolam. Namun, perlu diperhatikan pengisian airnya dengan baik. Setelah kolam terisi air, jangan langsung menambahkan bibit udang. Diamkan kolam selama 1-2 minggu untuk menghilangkan bau karet dari terpal. Kemudian, buang air kolam dan isi kembali dengan air tawar yang bersih.

3. Proses Fermentasi Air Kolam

Melakukan fermentasi air kolam sebelum penebaran bibit merupakan tahap penting untuk meningkatkan keberhasilan budidaya udang di kolam terpal. Fermentasi dilakukan dengan probiotik untuk membantu meningkatkan kualitas hidup udang setelah ditebar ke kolam.

4. Pemilihan dan Penebaran Bibit

Langkah selanjutnya adalah memilih bibit udang vaname unggul. Meskipun udang vaname memiliki kualitas yang baik, pemilihan bibit masih penting. Pastikan bibit udang vaname yang akan ditebar memiliki ukuran yang seragam. Jika bibit yang ditanam berkualitas bagus, maka pertumbuhan dan hasil panennya akan memuaskan.

Baca Juga :  Inilah Analisa Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal

Setelah bibit udang vaname unggul terpilih, segera lakukan penebaran bibit. Proses penebaran bibit harus dilakukan melawan arus agar tidak terjadi cacat atau luka pada tubuh udang vaname. Pembibitan harus dilakukan dengan hati-hati. Disarankan untuk melakukan penebaran bibit di sore hari agar sinar matahari tidak terlalu terik. Fermentasi air kolam juga harus dilakukan sebelum melakukan penebaran bibit untuk meningkatkan keberhasilan budidaya udang di kolam terpal.

5. Pemberian Pakan

Langkah selanjutnya adalah memberikan pakan kepada udang. Setelah bibit udang ditebar, pastikan memberikan pakan yang cukup agar pertumbuhan udang optimal. Dalam 7 hari pertama setelah bibit udang ditebar, berikan pakan dengan kandungan protein tinggi sekitar 30% dari jumlah pakan yang diberikan. Pakan ini diberikan sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari.

Penutup

Dalam artikel ini, Hasiltani.id telah membahas tentang penggunaan kolam terpal untuk budidaya udang vaname. Kolam terpal adalah metode yang efektif dan efisien, karena memberikan kontrol yang baik terhadap lingkungan budidaya dan memungkinkan pengelolaan yang lebih mudah.

Budidaya udang vaname dalam kolam terpal memiliki beberapa keuntungan. Pertama, kolam terpal memungkinkan pengendalian yang lebih baik terhadap kualitas air dan lingkungan budidaya. Anda dapat mengatur suhu, kualitas air, dan nutrisi dengan lebih baik, sehingga menciptakan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan udang.

Dalam kesimpulan, kolam terpal adalah pilihan yang baik untuk budidaya udang. Dengan penggunaan kolam terpal, Anda dapat menciptakan kondisi budidaya yang optimal, memudahkan pemantauan dan pencegahan penyakit, serta mempermudah manajemen pakan dan limbah. Namun, perhatikan juga pemahaman yang baik tentang teknik budidaya dan keamanan kolam terpal untuk mencapai keberhasilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *