Sobeknya Terpal Kolam Ikan

Sobeknya Terpal Kolam Ikan – Cara Menghindari Kesalahan

Diposting pada

Hasiltani.id – Sobeknya Terpal Kolam Ikan – Cara Menghindari Kesalahan. Apakah Sobat Tani memiliki kolam ikan di halaman rumah Sobat Tani? Terpal kolam ikan adalah salah satu elemen penting dalam membangun kolam ikan yang tahan lama dan awet.

Namun, seringkali terjadi kerusakan pada terpal tersebut karena kesalahan dalam pemasangan dan perawatan yang kurang tepat.

Dalam artikel ini, Hasiltani akan membahas secara rinci tentang kesalahan umum yang mempercepat sobeknya terpal kolam ikan serta memberikan solusi yang efektif untuk menghindarinya.

Hal yang Menyebabkan Sobeknya Terpal Kolam Ikan

1. Tidak Menggunakan Alas

Dalam cara menghindari kesalahan yang mempercepat sobeknya terpal kolam ikan, sebaiknya bagian bawah terpal perlu dilapisi dengan bahan yang rata atau halus agar tidak langsung bersentuhan dengan tanah.

Meskipun permukaan tanah sudah diratakan, tetap ada potensi adanya benda-benda tajam seperti pecahan genting, kerikil, kaca, paku, atau sisa-sisa besi dan kawat. Benda-benda ini sering menjadi penyebab bocornya terpal dari bawah.

Untuk itu, lapisi permukaan tanah dengan beberapa pilihan bahan berikut: karpet bekas, plastik-plastik bekas, jerami, atau sekam padi.

Selain berfungsi sebagai pelapis untuk mencegah kebocoran, bahan-bahan seperti sekam padi juga diyakini dapat menjaga suhu kolam agar tidak terlalu dingin saat malam hari karena sifatnya sebagai isolator panas.

2. Membuat Ikatan pada Lembaran Terpal

Satu kesalahan lagi yang perlu dihindari adalah mengikat terpal langsung dengan menggunakan kawat melalui lembaran terpal.

Metode pengikatan seperti ini kadang-kadang dilakukan di dinding kolam dengan cara menusukkan kawat melalui terpal, kemudian mengikatnya pada tiang penguat. Pada awalnya, terpal yang baru terlihat cukup kuat dengan cara pengikatan tersebut.

Baca Juga :  Pembesaran Ikan Gabus Di Kolam Terpal Vs Drum

Namun, saat air mulai mengisi kolam, area terpal yang tertusuk kawat kecil ini dapat menjadi titik awal terjadinya sobeknya terpal kolam ikan.

Sebaiknya, ikatan sebaiknya dilakukan pada lubang-lubang yang telah disediakan di tepi terpal, seperti lubang berlubang dengan cincin atau penjepit besi.

3. Ikatan yang Terlalu Ketat

Mengikat ujung akhir terpal dengan terlalu kencang tidaklah disarankan, karena hal itu dapat berhubungan dengan beban dan tekanan air.

Ketika terpal diikat terlalu kencang di bagian atas, akan terjadi tarikan yang kuat pada lembaran terpal saat kolam terisi air. Terpal akan mengalami tarikan dari atas dan bawah secara bersamaan. Semakin tinggi air terisi, tarikan ini akan semakin kuat.

Pada umumnya, sobeknya terpal kolam ikan akan terjadi pada bagian terpal yang paling lemah, seperti bagian atas. Untuk menghindari hal ini, disarankan untuk mengikat ujung akhir terpal dengan kendur saja, sehingga saat tertarik oleh air tidak menjadi tegang.

4. Pengeringan yang Terlalu Lama

Setelah panen ikan di kolam terpal, langkah selanjutnya adalah membersihkannya dari sampah dan kotoran. Biasanya, dilakukan proses pengeringan menggunakan sinar matahari.

Namun, terpal yang dibiarkan terlalu lama terkena sinar matahari tanpa ada air di dalamnya dapat menjadi rapuh dan mudah sobek.

Selain itu, jika Sobat Tani memelihara ikan patin di kolam terpal, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Meskipun jarang terjadi, ikan patin jenis ini dapat menusuk lembaran terpal dengan siripnya yang tajam.

Hal ini sering terjadi saat panen atau ketika mengambil ikan dengan kurang hati-hati.

Solusi Efektif Menghindari Sobeknya Terpal Kolam Ikan

1. Pemilihan Terpal Kolam Ikan yang Tepat

Pemilihan terpal kolam ikan yang tepat merupakan langkah awal yang krusial dalam membangun kolam ikan yang tahan lama.

Terpal yang berkualitas rendah atau tidak sesuai dengan kebutuhan kolam Sobat Tani dapat menyebabkan masalah di kemudian hari.

Baca Juga :  Cara Memasang Terpal Kolam Bundar Dengan Saluran Pembuangan, Panduan

Untuk menghindari kesalahan ini, penting bagi Sobat Tani untuk memperhatikan beberapa faktor berikut saat memilih terpal kolam ikan:

  • Kualitas Bahan: Pastikan terpal yang Sobat Tani pilih terbuat dari bahan yang tahan terhadap sinar UV, tahan lama, dan tahan terhadap tekanan air.
  • Ukuran yang Sesuai: Pilih terpal dengan ukuran yang sesuai dengan dimensi kolam ikan Sobat Tani. Jangan memilih terpal yang terlalu kecil atau terlalu besar, karena dapat menyebabkan kendala pemasangan dan penyesuaian yang sulit.
  • Ketebalan Terpal: Perhatikan ketebalan terpal. Terpal yang terlalu tipis rentan terhadap sobek atau kerusakan akibat tekanan air dan benda tajam.

2. Pemasangan Terpal Kolam Ikan yang Benar

Setelah memilih terpal yang tepat, langkah selanjutnya adalah pemasangan yang benar. Salah pemasangan dapat menyebabkan kebocoran dan mempercepat sobeknya terpal kolam ikan.

Berikut adalah panduan singkat untuk pemasangan yang benar:

  1. Bersihkan area kolam dari tanah, bebatuan, dan benda tajam lainnya yang dapat merusak terpal.
  2. Lapisi dasar kolam dengan geotextile untuk melindungi terpal dari tumbuhnya akar dan benda tajam di bawahnya.
  3. Periksa terpal dengan teliti untuk memastikan tidak ada lubang atau kerusakan sebelum memasangnya.
  4. Tempatkan terpal dengan hati-hati dan ratakan permukaannya agar tidak terjadi kerutan atau lipatan yang berpotensi menimbulkan kerusakan.
  5. Pastikan terpal terpasang dengan rapat di sekitar tepi kolam dan beban tumpuan lainnya.

3. Perawatan Teratur dan Penghindaran Bahan Kimia Berbahaya

Terpal kolam ikan yang tahan lama juga memerlukan perawatan teratur dan penghindaran bahan kimia berbahaya.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga terpal kolam ikan tetap awet dan terhindar dari kerusakan:

  • Pembersihan Rutin: Bersihkan terpal secara teratur dari kotoran, daun, dan sisa pakan ikan yang dapat menyebabkan kerusakan dan perubahan warna.
  • Penggunaan Bahan Kimia Aman: Hindari penggunaan bahan kimia yang berbahaya atau tidak sesuai dengan petunjuk penggunaan. Gunakan bahan kimia yang aman dan direkomendasikan untuk kolam ikan.
  • Pemeriksaan Teratur: Lakukan pemeriksaan teratur terhadap terpal kolam ikan untuk mendeteksi kerusakan atau keretakan sedini mungkin.
Baca Juga :  Jenis Kolam Ikan Lele yang Perlu Sobat Tani Ketahui

4. Pengendalian Hewan dan Tumbuhan Air

Hewan dan tumbuhan air yang tidak diinginkan dapat menjadi penyebab kerusakan terpal kolam ikan.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Sobat Tani lakukan untuk mengendalikan hewan dan tumbuhan air:

  • Pemasangan Jaring: Pasang jaring di atas kolam untuk mencegah burung atau hewan lain masuk dan merusak terpal.
  • Penggunaan Filter: Gunakan sistem filtrasi yang efektif untuk mencegah pertumbuhan alga yang dapat merusak terpal.
  • Perawatan Tumbuhan: Lindungi terpal dari akar tumbuhan air yang tumbuh di dalam kolam dengan memotongnya secara teratur.

5. Perlindungan dari Faktor Eksternal

Faktor eksternal seperti cuaca buruk dan benda tajam dapat mempercepat sobeknya terpal kolam ikan.

Untuk melindungi terpal, Sobat Tani dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Penggunaan Peralatan Pelindung: Gunakan perlindungan tambahan seperti kantung pasir atau batu di sekitar tepi kolam untuk melindungi terpal dari kerusakan akibat angin kencang atau benda tajam yang terbawa angin.
  • Periksa Terpal Setelah Cuaca Buruk: Periksa terpal setelah cuaca buruk, terutama saat terjadi hujan deras atau badai. Pastikan tidak ada kerusakan yang terjadi akibat faktor eksternal tersebut.

Baca juga: Cara Melipat Terpal Kolam Agar Hasilnya Lebih Rapi

Penutup

Demikian artikel ini, Hasiltani.id telah membahas mengenai cara menghindari kesalahan yang mempercepat sobeknya terpal kolam ikan.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Sobat Tani dapat meminimalisir risiko sobeknya terpal kolam ikan dan memastikan kolam ikan Sobat Tani tetap dalam kondisi baik dan tahan lama.

Ingatlah untuk selalu melakukan perawatan dan pemeriksaan secara teratur agar masalah dapat terdeteksi sedini mungkin.

Dengan demikian, Sobat Tani dapat menikmati kolam ikan yang indah dan memuaskan bagi ikan kesayangan Sobat Tani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *