Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa

Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa

Diposting pada

Hasiltani.id – Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa. Selamat datang di artikel Hasiltani yang akan membawa Sobat mengenal lebih dekat tentang jenis-jenis sengkolo dalam budaya Jawa.

Dalam artikel ini, Hasiltani akan memberikan informasi yang kaya dan komprehensif mengenai berbagai jenis sengkolo di Jawa. Mari kita jelajahi dunia menarik dari sengkolo!

Apa Itu Sengkolo?

Sebelum membahas mengenai Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa, mari kita mengenal apa itu Sengkolo.

Sengkolo Growong adalah akibat dari tindakan menggugurkan kandungan. Jenis sengkolo ini dianggap sebagai salah satu yang paling berat karena dapat menutup pintu rejeki dan kebahagiaan.

Seseorang yang terkena sengkolo Growong harus menjalani tiga kali ruwat agar terbebas dari kesialan tersebut.

Selain dilarang oleh agama, menggugurkan kandungan dianggap sebagai pembunuhan manusia yang tidak berdosa. Jika perbuatan tersebut dilakukan, orang tersebut akan mengalami sengkolo Growong yang hanya dapat dihilangkan melalui tiga kali ruwat khusus.

Pada ruwat pertama, hanya bagian luar kesialan yang dapat dibersihkan. Setelah menjalani ruwat pertama, orang tersebut baru terbebas dari selubung kerejekian yang menyelimutinya.

Ritual kedua bertujuan untuk menghubungkan kembali jalinan batiniah antara dirinya dengan jabang bayi yang dibuangnya.

Sedangkan ruwat ketiga bertujuan untuk membersihkan atau menghilangkan sengkolo ikutan yang mungkin timbul akibat perbuatannya tersebut.

Sengkolo Cleret Timbal adalah jenis sengkolo lain yang muncul akibat perbuatan seseorang sendiri. Sengkolo ini timbul karena seringnya memaki dan menghina orang lain.

Ketika seseorang dihina, biasanya mereka akan merasa marah. Jika tidak langsung membalas hinaan tersebut, maka perasaan tersebut akan tersimpan dalam hati dan selalu diingat dalam doa.

Baca Juga :  Rahasia Rejeki Menurut Weton dan Umur

Perlu diingat, doa orang yang dianiaya dan dihina memiliki peluang besar untuk diijabah oleh Allah SWT. Jika hal tersebut terjadi, maka orang yang telah menghina akan mendapat balasan yang sangat pedih.

Untuk menghilangkan sengkolo ini, selain harus memohon ampun kepada Allah SWT, juga harus melakukan ruwat agar sengkolo yang menempel dalam dirinya dapat dihanyutkan saat dilakukan pelarungan.

Satu lagi jenis sengkolo yang umum adalah Khantong Lawe. Orang yang mengidap sengkolo ini biasanya sulit menabung. Apapun jumlah uang yang dimiliki, dengan cepat akan habis.

Bukan karena boros, tetapi karena selalu ada kebutuhan mendesak. Misalnya, tiba-tiba sakit, orang tua atau anak menghadapi masalah, dan berbagai hal lain yang membuatnya harus mengeluarkan uang di luar kebutuhan rutin.

Dalam diri seseorang, mungkin terdapat dua atau tiga jenis sengkolo sekaligus. Dan cara meruwatnya pun tidaklah sama.

Sebagai contoh, ruwat untuk menghilangkan sengkolo Growong berbeda dengan ruwat untuk sengkolo Khantong Lawe.

Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa

Selain ketiga jenis sengkolo yang telah dibahas sebelumnya, masih banyak jenis sengkolo lainnya.

Berikut adalah Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa yang perlu Sobat ketahui:

1. Kebo Kemale:

Dalam Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa, orang yang memiliki sengkolo ini akan selalu sulit dalam mencari pasangan hidup atau jodoh, dan hubungan cintanya akan selalu kandas di tengah jalan.

2. Bahu Laweyan:

Orang yang memiliki sengkolo ini akan mengalami celaka pada pasangannya setelah menikah. Dampak sengkolo ini akan dirasakan oleh pasangan hidupnya.

3. Jomplong:

Orang yang terkena sengkolo ini akan selalu ditimpa masalah kesehatan yang tak kunjung sembuh.

4. Cluwak Bodhes:

Orang yang terkena sengkolo ini akan selalu bentrok dan bertengkar dengan pasangannya. Mereka tidak akan pernah akur sampai sengkolo ini dihilangkan.

5. Sambit Kebul:

Dalam Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa, orang yang terkena sengkolo ini akan selalu mengalami musibah dalam usaha dan bisnisnya. Usahanya selalu putus di tengah jalan dan bahkan bangkrut berkali-kali meskipun terus berusaha membangun usaha baru.

6. Cekal Kendir:

Sengkolo ini menyebabkan karier orang selalu stagnan, jabatannya tidak pernah naik, meskipun sudah lama bekerja dalam pekerjaannya.

Baca Juga :  Manfaat Batu Yaman dan Ciri-cirinya

7. Gotro Patri:

Orang yang terkena sengkolo ini akan selalu mengalami kesulitan dalam memperoleh kelancaran rezeki, meskipun dia sudah bekerja keras tetapi hasilnya tidak kunjung terlihat.

8. Khantong Lawe:

Orang yang terkena sengkolo ini tidak akan pernah bisa menyimpan uang. Uang hasil jerih payahnya seringkali tak terlihat karena kecenderungannya untuk berfoya-foya dan terkadang memiliki banyak hutang.

9. Gandring Bumi:

Dalam Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa, sengkolo ini muncul karena rumah yang ditempati tidak cocok, sehingga usaha yang dilakukan di rumah tersebut selalu gagal. Solusinya adalah dengan pindah rumah atau melakukan ruwatan pada rumah tersebut.

10. Ruwing:

Sengkolo ini disebabkan oleh karma dari orang tua, sehingga orang yang terkena sengkolo ini selalu mengalami kesialan terus menerus sampai dimaafkan oleh orang tuanya.

11. Rerewo Bedes:

Sengkolo ini dihasilkan dari ingkar janji yang pernah diucapkan. Kesialan ini merupakan akibat dari tidak ditepatinya janji yang pernah dibuat, seperti suatu bentuk karma karena ingkar janji.

12. Bandor Sari:

Dalam Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa, orang yang terkena sengkolo ini selalu kurang beruntung karena kutukan dari ibunya yang pernah didurhakainya.

13. Jeblak:

Sengkolo ini berasal dari kutukan ayah, sehingga hidupnya selalu dihantui kegagalan dalam berbagai hal.

14. Cluring:

Sengkolo ini membuat orang selalu gagal dalam usaha dan seringkali disertai dengan masalah kesehatan, sehingga hidupnya selalu kurang beruntung.

15. Sri Ganting:

Sengkolo ini menyebabkan seseorang sering mengalami penolakan dalam hal percintaan, sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk menemukan pasangan hidup.

16. Blunuk Glantar:

Sengkolo ini mengakibatkan hidup seseorang menjadi merana dan menderita karena cinta yang tidak pernah terwujud.

17. Blorong:

Dalam Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa, sengkolo ini membuat orang mendapat pekerjaan yang tidak memberikan berkah. Hal ini terjadi karena orang tersebut menjalani pekerjaan yang tidak sesuai hati, tetapi tetap dijalani atau terpaksa.

18. Gombak Gimbil:

Orang yang terkena sengkolo ini tidak pernah beruntung dalam hal penampilan hidup sehari-hari. Meskipun berusaha menarik, aura kecantikannya meredup dan membuatnya terlihat biasa saja.

Baca Juga :  Manfaat Batu Mata Kucing dan Jenisnya

19. Ganas Pati:

Sengkolo ini menyebabkan orang selalu mendapati kesialan dalam hidup, termasuk sering mengalami kecelakaan.

20. Borong Cokro:

Sengkolo ini membuat orang selalu mendapati kesialan karena sering mengingkari nazar yang pernah diucapkannya.

21. Dewi Sri:

Sengkolo ini menyebabkan kesulitan dalam memperoleh sandang pangan karena orang yang terkena sengkolo ini selalu membuang atau menyianyiakan makanan yang telah didapatkannya.

22. Birowo:

Dalam Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa, sengkolo terakhir ini menggambarkan orang yang selalu mengalami kesialan dalam hidupnya. Hal ini disebabkan oleh kutukan atau sabda dari orang sakti, tokoh agama seperti wali, kyai, dan sejenisnya.

Penutup

Demikian artikel ini, Hasiltani.id telah membahas mengenai Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa.

Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa adalah warisan kepercayaan yang kaya akan mitos dan makna di kalangan masyarakat Jawa.

Setiap jenis sengkolo memiliki karakteristik dan dampak tersendiri dalam kehidupan seseorang. Dari sengkolo yang berkaitan dengan jodoh, kesuksesan, karier, hingga kehidupan percintaan, masing-masing memuat pesan moral dan ajaran yang berharga bagi masyarakat Jawa.

Dalam melihat fenomena sengkolo, kita juga dapat merenungkan tentang pentingnya etika, sikap, dan nilai-nilai positif dalam menjalani kehidupan.

Lebih dari sekadar kepercayaan, sengkolo mengajarkan tentang konsekuensi dari perbuatan dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.

Meski mungkin bagi sebagian orang sengkolo hanya sekadar legenda atau cerita turun-temurun, namun dalam budaya Jawa, sengkolo tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Dengan menghargai dan mengenali jenis-jenis sengkolo ini, kita dapat lebih menghayati dan meresapi kearifan lokal yang ada di tengah-tengah masyarakat Jawa.

Sebagai warisan budaya yang berharga, semoga pemahaman tentang Jenis-Jenis Sengkolo dalam Budaya Jawa tetap lestari dan diteruskan ke generasi selanjutnya.

Mari kita jaga dan lestarikan warisan kearifan lokal ini sebagai bagian dari identitas budaya yang membanggakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *