Teks Syiir Ilahi Nas'aluk

Teks Syiir Ilahi Nas’aluk dalam Lafadz Arab, Latin dan Terjemahannya

Diposting pada

Hasiltani.id – Teks Syiir Ilahi Nas’aluk dalam Lafadz Arab, Latin dan Terjemahannya. Kesenian dan puisi adalah sarana ekspresi yang kaya akan makna, terutama ketika berkaitan dengan aspek spiritual dalam kehidupan manusia. Salah satu bentuk puisi spiritual yang mempesona adalah “Teks Syiir Ilahi Nas’aluk.”

Syiir ini adalah karya indah yang merangkai kata-kata penuh makna, mengajak kita untuk merenung, berserah diri, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh rasa syukur.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kedalaman makna yang terkandung dalam “Teks Syiir Ilahi Nas’aluk.”

Melalui analisis dan pemahaman terhadap setiap bait syairnya, kita akan mengungkap pesan-pesan spiritual yang tersembunyi, serta memahami betapa pentingnya syiir ini dalam memperkuat ikatan kita dengan Sang Pencipta dan nilai-nilai keimanan.

Mari kita mulai perjalanan kita menuju pemahaman yang lebih dalam tentang keindahan dan makna dari “Teks Syiir Ilahi Nas’aluk.”

Teks Syiir Ilahi Nas’aluk

Syiir yang berjudul “Ilahi Nas’aluka” ini adalah sebuah karya yang penuh dengan keindahan dan makna mendalam, diciptakan oleh seorang ulama terkemuka bernama Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Idrus.

Syiir ini menggambarkan kekaguman dan penghormatan yang dalam kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mari kita telusuri lebih dalam tentang syiir ini:


إلهی نسألك بالإسم الأعظم وجاه المصطفی فرج علينا

Ilâhî nas-aluk bil ismil a’dhomi wa jâhil Mushthofâ Farrij ‘alainâ

(Ya Ilahi, kami memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang Agung, dan dengan kedudukan Nabi Pilihan-Mu, lapangkanlah urusan kami semua.).

ببسم الله مولاناابتدينا ونحمده علی نعماه فينا

Bibismillâhi Maulânâ-btadainâ wa nahmaduhu ‘alâ na’mâhu fînâ

(Dengan Asma Allah kami memulai. Dan kami bersyukur kepada-Nya atas nikmat-Nya dalam hidup kami).

توسلنا به فی کل أمر غياث الخلق رب العالمين

Tawassalnâ bihî fî kulli amrin ghiyâtsal kholqi robbal ‘âlamîna

(Kami bertawassul dengannya dalam menghadapi semua urusan. Wahai penolong semua makhluk, Tuhan semesta alam).

وبالأسماء ماوردت بنص  ومافی الغيب محزونا مصونا

Baca Juga :  Lirik Lagu Kotabaru Gunungnya Bamega oleh Paris Barantai

Wa bil asmâ-i mâ warodat binasshin wa mâ fîl ghoibi mahzûnâ mashûnân

(Berkat nama-nama yang tercantum di nas Al-Quran, dan nama-nama di ghaib yang terjaga dan tersimpan.).

بکل کتاب أنزله تعالی وقرآن شفاللمؤمنين

Bikulli kitâbin anzalahu ta’âlâ  wa qur-âni syifâ lil mu’minîna

(Berkat semua kitab suci yang diturunkan. Dan berkat Al-Quran sebagai obat bagi orang-orang yang beriman).

بکل طوائف الأملاك ندعوا بما فی غيب ربی اجمعينا

Bikulli thowâ-ifil amlâki nad’û bimâ fî ghoibi robbî ajma’înâ

(Berkat semua para malaikat yang thawaf kami memohon, dan dengan semua makhluk ghaib yang berada di sisi Tuhan).

وبالهادی توسلنا ولذنا  وکل الأنبياء والمرسلين

Wa bil hâdî tawassalnâ wa ludznâ wa kullil anbiyâ-i wal mursalîna

(Berkat Nabi pembawa petunjuk kami bertawassul dan mohon keselamatan. Dan dengan semua para nabi dan semua para utusan).

وألهم مع الأصحاب جمعا توسلنا وکل التابعينا

Wa âlihim ma’al ash-hâbi jam’ân tawassalnâ wa kullit-tâbi’înâ

(Berkat keluarga mereka, dan para sahabat, dan berkat para pengikut mereka, kami bertawassul).

وبالعلماء بأمرالله طرا  وکل الأولياء والصالحين

Wa bil ‘ulamâ-i bi-amrillâhi thurron wa kullil auliyâ-i was-shôlihîna

(Berkat para ulama yang taat kepada perintah-perintah Tuhan. Dan berkat para wali juga orang-orang yang shaleh).

أخص به الإمام القطب حقا  وجيه الدين تاج العارفين

Akhusshu bihîl imâmal quthbi haqqon wa jîhad-dîni tâjal ‘ârifîna

(Khususnya imamku, wali al-Qutb, yang terang agamanya, mahkota para arif.).

رقی فی رتبة التمکين مرقا  وقد جمع الشريعة واليقين

Roqô fî rutbatit-tamkîni marqôn wa qod jama’asy-syarî’ata wal yaqîna

(Dia yang naik ke kedudukan Tamkin, dan yang mengumpulkan dua ilmu: syari’at dan yaqin)

وذکر العيدروس القطب أجلی  عن القلب الصدی للصادقين

Wa dzikrul ‘Aidarûsil~quthbi ajlâ ‘anil qolbish-shodâ lish-shôdiqîna

(Dia adalah Abu Bakar bin Abdillah al-Aydrus, menyebut namanya menjernihkan kotoran hati bagi semua yang yakin).

عفيف الدين محی الدين حقا  له تحکيمنا وبه اقتدينا

‘Afîfiddîni muhyiddîni haqqôn lahu tahkîmunâ wa bihi-qtadainâ

(Ia adalah penjaga dan penghidup agama. Kepadanya aku mengambil hukum, dan kami mengikutinya).

ولاتنس گمال الدين سعدا  عظيم الحال تاج العابدين

Wa lâ tansa kamâlad-dîni sa’dân ‘adhîmal hâli tâjal ‘âbidîna

(Dan tidak lupa dia adalah orang sukses, sempurna agamanya. Agung keadaannya, mahkota para hamba).

بهم ندعو إلی المولی تعالی بغفران يعم الحاضرين

Baca Juga :  Bacaan Hizib Bahar dalam Arab, dan terjemahannya - Beserta Manfaat

Bihim nad’û ilâl maulâ ta’âlâ bighufrônin ya’ummul hâdlirîna

(Dengan perantara mereka kami berdoa kepada Allah ta’ala. Semoga Dia memberi ampunan kepada semua yang hadir).

ولطف شامل ودوام ستر  وغفران لکل المذنبينا

Wa luthfin syâmilin wa dawâmi sitrin wa ghufrônin likullil mudznibînâ

(Memberi kelembutan yang merata dan selalu menutupi. Dan memberi ampunan kepada semua yang berbuat dosa).

ونختمها بتحصين عظيم  بحول الله لايقدر علينا

Wa nakhtimuhâ bitahshîni ‘adhîmin bihaulillâhi lâ yuqdar ‘alainâ

(Kami akhiri dengan benteng yang kokoh. Dengan daya kekuatan Allah yang kami tidak mampu).

وسترالله مسبول علينا  وعين الله ناظرة إلينا

Wa sitrullâhi masbûlun ‘alainâ wa ‘ainullâhi nâdhirotun ilainâ

(Semoga penutup Allah selalu terpasang untuk kita. Dan pandangan Allah tertuju kepada kita).

ونختم بالصلاة علی محمد  إمام الکل خير الشافعين

Wa nakhtim bish-sholâti ‘alâ Muhammad imâmil kulli khoirisy-syâfi’îna

(Dan kami akhiri dengan bersholawat kepada Muhammad (saw) Imâm semuanya dan sebaik baik pemberi syafa’at).

Makna dari Teks Syiir Ilahi Nas’aluk

Teks syiir “Ilahi Nas’aluk” mengandung makna-makna yang dalam dan spiritual. Berikut adalah penjelasan makna dari teks tersebut:

Penghormatan kepada Allah dan Nabi Muhammad:

Syiir ini dimulai dengan permohonan kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang Agung dan dengan menghormati Nabi Muhammad.

Hal ini menekankan pentingnya hubungan dengan Tuhan dan pengakuan terhadap utusan-Nya sebagai panutan spiritual.

Berkat dan Rasa Syukur:

Teks ini juga mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya dalam hidup kita. Mengawali aktivitas dengan menyebut nama Allah (Bismillah) adalah tindakan yang penuh kesadaran akan keberkahan-Nya.

Tawassul dan Perantara:

Ada pengakuan terhadap praktik tawassul, yaitu memohon kepada Allah melalui perantara yang baik, seperti Nabi Muhammad, ulama, dan wali-wali agama. Ini mencerminkan kepercayaan pada kuasa Allah untuk mendengarkan doa kita melalui jalur-jalur yang benar.

Pentingnya Kitab Suci dan Ilmu:

Teks ini menyebut pentingnya kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah sebagai sumber petunjuk dan obat bagi orang-orang beriman. Ini juga menghargai peran ulama sebagai penjaga dan penyampai ilmu agama.

Doa untuk Semua Makhluk:

Syiir ini berisi doa untuk semua makhluk, termasuk para malaikat dan makhluk ghaib yang berada di sisi Allah. Ini mencerminkan keinginan untuk perdamaian, keselamatan, dan ampunan bagi seluruh ciptaan Allah.

Baca Juga :  Lirik Syair Qosidah Fii Hawa dalam Arab, Latin dan Terjemahannya

Tawassul Melalui Para Nabi dan Wali:

Teks ini menyebutkan praktik tawassul melalui para nabi dan wali agama, mengakui peran istimewa mereka dalam membimbing umat manusia.

Penghargaan kepada Pemimpin Spiritual:

Teks ini menghormati imam atau wali sebagai pemimpin spiritual yang memiliki pengetahuan dan cahaya agama. Mereka dianggap sebagai panutan dalam menjalani agama dengan baik.

Kedalaman Ilmu dan Keimanan:

Syiir ini menghormati sosok yang mencapai kedalaman ilmu dan keimanan, yang menjadi panutan dalam menjalani kehidupan yang benar. Kedalaman ilmu mencakup pemahaman tentang syari’at dan keimanan yang dalam.

Penutup yang Kokoh:

Teks ini diakhiri dengan doa agar Allah melindungi dan memberi kekuatan kepada kita. Ini mencerminkan keyakinan akan perlindungan dan pertolongan Allah.

Sholawat kepada Nabi Muhammad:

Syiir ini ditutup dengan sholawat kepada Nabi Muhammad sebagai tanda penghormatan dan cinta kepada Nabi yang menjadi panutan bagi umat Islam.

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Teks Syiir Ilahi Nas’aluk.

Dalam rangka mengakhiri pembahasan mengenai “Teks Syiir Ilahi Nas’aluk,” tidak dapat disangsikan bahwa syiir ini mengandung makna-makna yang dalam dan penuh dengan spiritualitas.

Dengan merenungkan setiap bait syairnya, kita dapat memperdalam ikatan spiritual kita dengan Allah, memperkuat hubungan kita dengan para pemimpin spiritual, serta memperoleh inspirasi untuk menjalani hidup dalam kerendahan hati dan kecintaan kepada Sang Pencipta.

Teks ini mengajarkan pentingnya tawassul, rasa syukur, penghormatan kepada Allah, Nabi Muhammad, dan pemimpin spiritual, serta pentingnya ilmu dan kedalaman keimanan dalam menjalani agama. Semua ini adalah nilai-nilai yang berharga dalam perjalanan spiritual kita.

Kita juga diajak untuk berdoa, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk seluruh makhluk Allah, memohon perdamaian, keselamatan, dan ampunan bagi mereka.

Dengan berdoa dan merenungkan makna-makna dalam “Teks Syiir Ilahi Nas’aluk,” kita dapat memperkaya dan memperdalam spiritualitas kita, menjadikan syiir ini sebagai sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Mari kita terus merenungkan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam rangka menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermakna.

Terimakasih telah membaca artikel Teks Syiir Ilahi Nas’aluk ini, semoga informasi mengenai Teks Syiir Ilahi Nas’aluk ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *