Fail

Pengertian, Pembagian Fail dan Contohnya

Diposting pada

Hasiltani.id – Pengertian, Pembagian Fail dan Contohnya. Pada ranah bahasa Arab, konsep “Fail” memegang peranan penting dalam struktur kalimat dan pemahaman tata bahasa.

Fail atau kata benda merupakan unsur yang menunjukkan subjek, pelaku, atau penerima dalam suatu kalimat.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih lanjut tentang peran fail, baik yang terkait dengan isim dhohir maupun isim dhomir, dan bagaimana konsep ini membangun fondasi kalimat dalam bahasa Arab.

Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai keberagaman dan peranan fail dalam menyusun kalimat-kalimat yang kaya makna.

Definisi Fa’il

Sighot فاعل adalah bentuk kata benda yang berasal dari kata kerja madhi فَعَلَ. Menurut kamus, “fail” berarti subjek, pelaku, atau pekerja.

Fa’il berbeda dengan isim fa’il, di mana perbedaan utamanya adalah bahwa fa’il merujuk pada posisi atau kedudukan kata benda, sementara isim fa’il lebih berhubungan dengan bentuk kata benda.

Definisi fail tidak jauh berbeda dari makna harfiahnya. Berikut adalah pengertian fa’il dari beberapa referensi:

اِسْمٌ مَرْفُوعٌ أو فِي مَحَلِّ رَفْعٍ تَقَدَّمَهُ فِعْلٌ تَامٌّ مَبْنِيٌّ لِلمَعْلُومِ أو شِبْهُهُ، فأُسْنِدَ إلَيْهِ الفِعْلُ

Fail adalah kata benda yang dinyatakan terangkat atau berada dalam posisi terangkat setelah kata kerja tuntas yang dibangun untuk informasi atau serupa dengannya, yang kemudian dikaitkan dengan kata benda tersebut.

Pengertian fail adalah kalimat benda yang dibaca sebagai rofa atau berada dalam posisi rofa yang didahului oleh kata kerja tuntas atau kata kerja serupa dengannya, yang kemudian dikaitkan dengannya.

Kesamaan definisi ini ditemukan dalam kitab Jamiuddurus dan Nawhu wadhih.

الفَاعِلُ هُو المُسَندُ إلَيْهِ بَعْدَ فِعْلٍ تَامٍ مَعْلُوْمٍ أو شِبْههِ

Fail adalah yang dikaitkan setelah kata kerja tuntas atau kata kerja serupa dengannya yang dibangun untuk informasi yang diketahui atau serupa dengannya.

Baca Juga :  Pengertian Murakkab dan Pembagiannya dalam Ilmu Nahwu Secara Lengkap

الفَاعِلُ اِسْمٌ مَرْفُوْعٌ تَقَدَّمَهُ فِعْلٌ، وَدَلَّ عَلَى الَّذِي فِعْلُ الفِعْل

Jadi, yang dimaksud dengan fail adalah kalimat benda yang dibaca sebagai rofa setelah kata kerja tuntas atau kata kerja serupa dengannya yang diketahui.

Contohnya adalah “Orang rajin itu beruntung.”

Kalimat benda merujuk pada kata benda yang jatuh dalam bentuk terangkat seperti زيدٌ dan juga mencakup kata benda hasil pembentukan pertanyaan (al mua’awwal bil ismi), seperti انْ تَقُوْمَ yang ditawil menjadi قِيَامُكَ.

Kriteria dari definisi ini juga menjadi syarat dan perbedaan fail dengan:

  1. Na’ibul fa’il yang jatuh setelah kata kerja majhul.
  2. Kata benda yang berfungsi sebagai subjek dan predikat yang jatuh setelah kata kerja dengan perubahan bentuk.
  3. Subjek yang harus berada di awal kalimat (tidak jatuh setelah kata kerja).

Penyebab dari kata benda sebagai subjek yang dibaca sebagai rofa adalah kata kerja atau kata kerja serupa dengannya yang diketahui yang terjadi sebelumnya.

Yang dimaksud dengan kata kerja serupa dengannya adalah:

  • Isim fa’il
  • Sighat mubalaghanya
  • Masdar
  • Isim tafdhil
  • Shifat musyabbihat
  • Isim fi’il
  • Isim musta’ar

والمرادُ بشبه الفعلِ المعلومِ اسمُ الفاعل، والمصدرُ. واسمُ التفضيل، والصفةُ المُشبَّهة، ومبالغة اسم الفاعلِ، واسمُ الفعلِ. فهي كلُّها ترفعُ الفاعلَ كالفعل المعلوم. ومنهُ الاسم المستعار، نحو “أكرِمْ رجلا مِسكاً خُلُقُه

Pembagian Fa’il

Fail dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

1. Fa’il Isim Dhohir:

Ini merujuk pada kata benda yang menunjukkan sesuatu yang bernama (musamma) tanpa adanya tambahan dhomir (takallum, khitob, atau ghoib).

Sebagai contoh, kita dapat mengambil kata benda “محمّد” (Muhammad). Kata ini merujuk pada orang yang dinamai Muhammad, tanpa ada tambahan dhomir atau penggantian.

2. Fa’il Isim Dhomir:

Ini berkaitan dengan penunjukkan terhadap sesuatu yang bernama (musamma) dengan menggunakan atribut seperti ghoib, khitob, dan takalum.

Sebagai contoh, dalam fail isim dhomir ta’, kita dapat mempertimbangkan frasa “قمتَ” (qamta).

Di sini, kata ini menunjukkan tindakan atau keberadaan seseorang (musamma) dengan atribut dhomir ta’, yang mencerminkan suatu hubungan atau sifat tertentu.

Baca Juga :  Memahami Makna Mendalam dalam Ucapan Assalamualaikum Ukhti

Fa’il Isim Dhohir

Fail isim dhohir ini mencakup dua bentuk, yaitu fail isim shorih dan fa’il isim mua’awwal.

Berikut adalah contoh-contoh fail yang merupakan isim shorih beserta artinya:

  1. صاحَ الدِّيكُ
    Artinya: Jago berkokok
  2. بَكى الطِّفْلُ
    Artinya: Anak menangis
  3. جاءَ الطبيبُ
    Artinya: Dokter datang
  4. يَربْحُ التاجرُ
    Artinya: Pedagang itu untung
  5. تأكل البنت
    Artinya: Gadis sedang makan

Selain itu, berikut adalah contoh-contoh fail isim mu’awwal beserta artinya:

  1. يُعْجِبُنِي أنْ تَجْتَهِدَ
    Artinya: Kegigihanmu membuatku kagum
  2. بَلَغَنِيْ أنَّكَ فَاضِلٌ
    Artinya: Ketutamaanmu telah sampai kepadaku
  3. أعجبني ما تجتهدُ
    Artinya: Sama dengan yang pertama, kegigihanmu membuatku kagum

Fa’il Isim Dhomir

Fail isim dhomir adalah fail yang berbentuk kata benda dhomir. Jenis fail ini terbagi menjadi tiga kategori, yaitu fail isim dhomir:

  1. Muttashil: Contohnya seperti قمتَ, قاموا, قاما, تقومينَ.
  2. Munfashil: Contohnya seperti ما قام إلا أنا, وإنما قام نحنُ.
  3. Mustatir.

Fail jenis mustatir sendiri dibagi menjadi dua, yaitu mustatir jawaz dan wajib.

Jawaz adalah fail yang ditemukan dalam fi’il madhi dan mudhari’ dengan dhomir (waqi’) tunggal yang tidak terlihat (ghoib) dan jamak yang tidak terlihat (ghaibah).

Contohnya adalah ضَرَبَ dan يَضْرِبُ.

Fail dhomir mustatir wujub ditemukan dalam fiil amr dan mudhori waqi’ tunggal yang ditujukan (mukhotob), fiil mudhari’ mutakalim tunggal dan jamak (ghairu tunggal).

Contohnya:

  • اِضْرَبْ
  • تَضْرَبُ
  • اَضْرِبُ
  • نَضْرِبُ

Contoh Fa’il

Contoh Fail Isim Dhohir dalam Al-Qur’an:

  1. وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ
    Artinya: “Dan dijalankanlah gunung-gunung.”
    Fail: al Jibal, berupa jamak taksir.
  2. تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ
    Artinya: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab.”
    Fail: Yadaa, berupa isim tasniyah.
  3. إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ
    Artinya: “Apabila telah datang pertolongan Allah.”
    Fail: Nasru, berupa isim mufra.
  4. وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
    Artinya: “Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat.”
    Fail: al Ardhu, berupa mufrod.
  5. وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا
    Artinya: “Dan manusia bertanya: ‘Mengapa bumi (menjadi begini)?’”
    Fail: Al Insan sebagai fa’il.
Baca Juga :  Belajar Kosa Kata Bahasa Arab Alat Makan

Contoh Fail Isim Dhomir dalam Al-Qur’an:

  1. وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ
    Artinya: “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.”
  2. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
    Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.’”
  3. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ
    Artinya: “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu.”
  4. اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ
    Artinya: “Bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu.”
  5. وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا
    Artinya: “Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan.”

Contoh fi’il fa’il maf’ul bih

Contoh kalimat dengan fail dalam bahasa Arab lengkapnya sebagai berikut:

يَكْتُبُ الدَّرْسَ الْجَدِيْدَ اَمَامَ الْفَصْلِ هَذَا الْوَلَدُ

Anak ini sedang menulis pelajaran baru di depan kelas.

Fail (Subjek): هَذَا
Fiil (Predikat): يَكْتُبُ
Maful Bih (Objek): الدَّرْسَ
Keterangan Tempat: اَمَامَ الْفَصْلِ

Isim Isyarah (yang merupakan fail): هَذَا
Isim (yang bisa menjadi badal, athaf bayan, atau na’at): الْوَلَدُ

Dalam Bahasa Indonesia, kalimat ini dapat diungkapkan sebagai Subjek, Predikat, dan Objek:

Subjek (Fail): Anak ini
Predikat (Fiil): sedang menulis
Objek (Maful Bih): pelajaran baru
Keterangan Tempat: di depan kelas

Sifat (Naat): yang baru

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Pengertian, Pembagian Fail dan Contohnya.

Dalam menutup artikel ini, dapat disimpulkan bahwa pemahaman mendalam terhadap konsep “Fail” sangatlah esensial dalam memahami struktur kalimat dalam bahasa Arab.

Sebagai unsur yang mencakup subjek, pelaku, atau penerima dalam kalimat, fail memiliki peran yang signifikan dalam menyampaikan makna secara jelas dan tepat.

Keseluruhan pembahasan ini menunjukkan bahwa keberhasilan dalam memahami konsep fail akan membuka pintu untuk pemahaman yang lebih baik terhadap bahasa Arab secara keseluruhan.

Oleh karena itu, teruslah menjelajahi dan memahami konsep fail dalam bahasa Arab untuk memperkaya pemahaman linguistik dan kemampuan berkomunikasi.

Terimakasih telah membaca artikel Pengertian, Pembagian Fail dan Contohnya ini, semoga informasi mengenai Pengertian, Pembagian Fail dan Contohnya ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *