Mars Muslimat NU

Mars Muslimat NU (Nahdlatul Ulama) dan Penjelasannya

Diposting pada

Hasiltani.id – Mars Muslimat NU (Nahdlatul Ulama) dan Penjelasannya. Mars Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjadi simbol kebersamaan dan semangat perempuan dalam perjuangan kemanusiaan.

Lagu ini bukan sekadar melodi yang menggema, tetapi juga ungkapan semangat dan komitmen para perempuan NU dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan adil.

Dalam gelombang sejarah panjang Nahdlatul Ulama, Mars Muslimat NU menjadi sebuah himne yang menyatukan langkah perempuan-perempuan Indonesia, khususnya yang tergabung dalam organisasi ini.

Artikel ini akan menjelajahi makna, sejarah, dan dampak dari Mars Muslimat NU, memahami bagaimana harmoni suara perempuan mampu melahirkan perubahan positif dalam konteks kesejahteraan masyarakat dan keadilan.

Muslimat Nahdlatul Ulama (NU)

Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan yang memiliki karakteristik sosial keagamaan dan merupakan salah satu Badan Otonom dari Nahdlatul Ulama.

Organisasi ini didirikan pada tanggal 26 Rabiul Akhir 1365 Hijriah, yang bersamaan dengan tanggal 29 Maret 1946 di Purwokerto.

Saat ini, kepemimpinan Muslimat NU dipegang oleh Ketua Umum Hj Khofifah Indar Parawansa, yang juga menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jawa Timur.

Muktamar ke-13 NU di Menes, Banten tahun 1938 menjadi awal munculnya gagasan untuk mendirikan organisasi perempuan NU.

Dua tokoh, Nyai R Djuaesih dan Nyai Siti Sarah, memainkan peran penting sebagai pembicara yang mewakili jamaah perempuan.

Nyai R Djuaesih, dengan tegas dan lantang, menyuarakan pentingnya peran perempuan dalam kehidupan organisasi sejajar dengan kaum laki-laki. Ia menjadi perempuan pertama yang berbicara di mimbar resmi organisasi NU.

Pada masa itu, NU juga belum memberikan ruang yang memadai bagi partisipasi dan suara perempuan dalam pengambilan keputusan.

Gagasan tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan peserta Muktamar. Setahun kemudian, pada Muktamar ke-14 NU di Magelang, Nyai Djuaesih diberi tugas memimpin rapat khusus wanita.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Forum ini menghasilkan rumusan penting mengenai peran perempuan NU dalam organisasi, masyarakat, pendidikan, dan dakwah.

Baca Juga :  Lirik Lagu Kotabaru Gunungnya Bamega oleh Paris Barantai

Pada tanggal 29 Maret 1946, dalam Muktamar ke-16 NU di Purwokerto, keinginan jamaah wanita NU untuk berorganisasi secara resmi diterima.

Sebagai hasilnya, dibentuklah lembaga organik bidang wanita dengan nama Nahdlatoel Oelama Moeslimat (NOM), yang kemudian lebih dikenal sebagai Muslimat NU. Hari tersebut kemudian diperingati sebagai hari lahir Muslimat NU.

Pendirian lembaga ini dianggap relevan dengan kebutuhan sejarah, dan pandangan ini didukung oleh sejumlah ulama NU, termasuk KH Muhammad Dahlan, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Saifuddin Zuhri.

Berdasarkan prestasi dan kontribusinya, Muktamar ke-19 NU di Palembang pada tahun 1952 memberikan hak otonomi kepada Muslimat NU.

Dengan status badan otonom NU, Muslimat memiliki kebebasan lebih besar untuk bergerak dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan cita-cita nasional secara mandiri.

Selama perjalanannya, Muslimat NU juga bergabung dengan elemen perjuangan wanita lainnya, terutama dalam Kongres Wanita Indonesia (Kowani), sebuah federasi organisasi wanita tingkat nasional, di mana Muslimat NU menduduki posisi penting.

Lirik Mars Muslimat NU (Nahdlatul Ulama)

Lirik Lagu Mars Muslimat NU

Marilah Kaum Ibu Muslimat
Nahdlatul Ulama nan setia
Al-Quran, Hadits, Ijma’ dan Qiyas
Menjadi pedoman utama
Demi agama, nusa, dan bangsa
Negara damai bahagia……..

Majulah kaum ibu muslimat
Pengemban, pembawa amanat
Pendidik, pembina bunga bangsa

……..

Menunaikan tugas mulia
Berilmu, beramal, dan berbakti
Bertaqwa pada Ilahi

……..

Marilah hai kaum ibu
Bimbinglah putra-putrimu
Iman teguh, bijaksana
Muslimat Indonesia

Kapan Mars Muslimat NU Dinyanyikan?

Mars Muslimat Nahdlatul Ulama biasanya dinyanyikan pada berbagai acara ke-Nu’an yang terkait dengan Muslimat NU.

Acara-acara tersebut mencakup perayaan Milad Muslimat NU, Harlah (Hari Lahir), Forum Muslimat, Muktamar Muslimat NU, dan berbagai acara besar lainnya.

Tradisi ini menjadi salah satu cara untuk menguatkan identitas dan semangat organisasi, serta merayakan berbagai momen penting dalam perjalanan Muslimat NU.

Baca Juga :  Lirik Ya Hujrotan Suluk dalam Arab dan Terjemahannya

Pada umumnya, lagu Mars Muslimat Nahdlatul Ulama dinyanyikan dengan arahan seorang dirigen yang memimpin vokal paduan suara.

Hal ini menciptakan suasana yang khidmat dan meriah saat lagu dinyanyikan bersama-sama, memperkuat rasa kebersamaan di antara para anggota Muslimat NU.

Tujuan Pembuatan Lagu Mars Muslimat NU ?

Bait syair dari himne Muslimat NU menggambarkan tujuan dari pembuatan lagu ini.

Himne ini mengajak para wanita Nahdlatul Ulama dan perempuan Muslim lainnya untuk tetap teguh memegang Al Quran, Sunnah, Qiyas, dan Ijma Ulama sebagai panduan dalam menjalani kehidupan.

Semuanya ini bertujuan untuk menciptakan agama yang utuh dan mewujudkan negara yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur.

Tujuan yang mulia ini merupakan seruan dari tokoh wanita NU, Nyai R Djuaesih. Beliau menjadi pionir yang mengajak para perempuan untuk aktif dalam menjaga dan mengamalkan ajaran agama sebagai landasan hidup.

Dengan menciptakan lagu Mars Muslimat NU, tujuan tersebut diharapkan dapat lebih meresap dan menginspirasi para anggota Muslimat NU dalam melanjutkan peran positif mereka dalam masyarakat dan kehidupan beragama.

Ketua Umum PP Muslimat NU dari Masa ke Masa:

  1. Nyai Chodijah Dahlan (1946-1947)
  2. Nyai Yasin (1947-1950)
  3. Nyai Hj Mahmudah Mawardi (1950-1979)
  4. Nyai Hj Asmah Syahruni (1979-1995)
  5. Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlawi (1995-2000)
  6. Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa (2000-sekarang)

Program dan Kegiatan:

Jumlah anggota Muslimat Nahdlatul Ulama diperkirakan mencapai 32 juta yang tersebar di 34 Pimpinan Wilayah (Tingkat Provinsi), 532 Pimpinan Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota), 5.222 Pimpinan Anak Cabang (Tingkat Kecamatan), dan 36.000 Pimpinan Ranting (Tingkat Kelurahan/Desa).

Layanan Sosial dan Kesehatan:

  • 104 Panti Asuhan
  • 10 Asrama Putri
  • 10 Panti Jompo
  • 108 Pusat Layanan Kesehatan (RS/RSB/Klinik)

Layanan Pendidikan:

  • 9.800 Taman Kanak-Kanak dan Raudlatul Athfal (TK/RA)
  • 350 Taman Pendidikan Al-Qur’an
  • 6.226 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Layanan Koperasi:

  • 1 Induk Koperasi Induk An-Nisa
  • 9 Koperasi Sekunder
  • 144 Koperasi Primer yang berbadan Hukum
  • 355 Tempat Pelayanan Anggota Koperasi (TPAK)

Layanan Ketrampilan:

  • 11 Balai Latihan Kerja (BLK)

Layanan Bimbingan Haji:

  • 146 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji
Baca Juga :  Lirik Langgam Campursari Wiso Tresno Karya Tomo MC

Visi Muslimat NU:

“Terwujudnya masyarakat sejahtera yang dijiwai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berkemakmuran dan berkeadilan yang diridhai Allah Swt.”

Misi Muslimat NU:

  1. Mewujudkan masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, yang sadar beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  2. Mewujudkan masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, yang berkualitas, mandiri, dan bertakwa kepada Allah Swt.
  3. Mewujudkan masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, yang sadar akan kewajiban dan haknya menurut ajaran Islam baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
  4. Melaksanakan tujuan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) sehingga terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang merata dan diridhai Allah Swt.

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Mars Muslimat NU.

Sebuah perjalanan yang diiringi oleh lantunan Mars Muslimat NU telah memberikan kontribusi besar bagi perubahan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Harmoni suara perempuan dalam himne ini bukan sekadar simbol, melainkan sebuah panggilan untuk terus bersatu dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Dengan semangat eko-harmoni, Mars Muslimat NU menjadi pembawa pesan perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan.

Suara-suara perempuan dalam lagu ini tidak hanya menciptakan melodi yang merdu, tetapi juga menciptakan gelombang perubahan positif.

Melalui Mars Muslimat NU, perempuan-perempuan Nahdlatul Ulama telah membuktikan bahwa kebersamaan dan kesatuan suara dapat menjadi kekuatan besar dalam merintis masa depan yang lebih berkeadilan.

Sebagai himne yang merayakan kebersamaan perempuan dalam organisasi, Mars Muslimat NU akan terus menjadi inspirasi dan pendorong semangat bagi generasi-generasi mendatang.

Semoga setiap liriknya selalu mengingatkan kita untuk bersatu, berjuang, dan mewujudkan cita-cita luhur dalam masyarakat yang adil dan sejahtera.

Dengan Mars Muslimat NU, langkah-langkah kecil akan terus membentuk jejak besar menuju masa depan yang cemerlang.

Terimakasih telah membaca artikel Mars Muslimat NU ini, semoga informasi mengenai Mars Muslimat NU ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *