Perkembangbiakan Vegetatif Mencangkok Jeruk

Perkembangbiakan Vegetatif Mencangkok Jeruk

Diposting pada

Hasiltani.id – Perkembangbiakan Vegetatif Mencangkok Jeruk – Budidaya Tanaman Jeruk. Selamat datang di artikel ini yang akan membahas tentang perkembangbiakan vegetatif mencangkok jeruk.

Jeruk adalah salah satu buah yang sangat populer dan digemari di seluruh dunia. Namun, untuk mendapatkan pohon jeruk yang berkualitas, dibutuhkan metode perkembangbiakan yang tepat. Salah satu metode yang umum digunakan adalah mencangkok jeruk secara vegetatif.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep perkembangbiakan vegetatif mencangkok jeruk secara mendalam. Hasiltani akan membahas langkah-langkahnya, manfaatnya, dan beberapa tips praktis untuk mencapai keberhasilan dalam budidaya tanaman jeruk.

Mari kita mulai dengan menggali lebih dalam tentang perkembangbiakan vegetatif mencangkok jeruk yang menarik ini.

Apa Itu Perkembangbiakan Vegetatif Mencangkok Jeruk?

Mencangkok jeruk adalah metode perkembangbiakan tanaman jeruk yang melibatkan penggabungan dua individu tanaman jeruk yang berbeda menjadi satu entitas.

Proses ini dilakukan dengan cara menggabungkan cabang atau ranting tanaman jeruk yang diinginkan (yang disebut sebagai bahan tanam) dengan batang atau akar tanaman jeruk yang sudah mapan (yang disebut sebagai inang).

Dengan metode mencangkok ini, karakteristik unggul dari bahan tanam dapat ditransfer ke pohon inang dengan cepat, sehingga menghasilkan tanaman jeruk yang berkualitas.

Perkembangbiakan vegetatif mencangkok jeruk memungkinkan petani untuk menghasilkan pohon jeruk yang memiliki sifat-sifat yang sama dengan pohon induknya. Hal ini sangat penting untuk mempertahankan kualitas buah yang diinginkan dan menghindari variasi genetik yang tidak diinginkan.

Baca Juga :  Manfaat Daun Mustajab atau Daun Gedi

Mengapa Perkembangbiakan Vegetatif Mencangkok Jeruk Begitu Penting?

Perkembangbiakan vegetatif mencangkok jeruk memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya pilihan yang sangat penting dalam budidaya tanaman jeruk. Berikut adalah beberapa alasan mengapa metode ini begitu populer:

1. Pemeliharaan Karakteristik Unggul

Dengan mencangkok jeruk, petani dapat mempertahankan karakteristik unggul dari pohon jeruk induk.

Ini termasuk rasa buah yang lezat, produktivitas tinggi, resistensi terhadap penyakit, dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan tertentu.

2. Percepatan Pertumbuhan

Mencangkok jeruk memungkinkan tanaman untuk tumbuh lebih cepat daripada metode perkembangbiakan lainnya.

Cabang yang dicangkok akan tumbuh dengan cepat dan menghasilkan pohon jeruk yang tangguh dalam waktu yang relatif singkat.

3. Stabilitas Genetik

Dalam perkembangbiakan seksual, variasi genetik dapat terjadi di antara keturunan, menghasilkan pohon jeruk dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Dengan mencangkok, stabilnya genetika dipertahankan, sehingga menghasilkan tanaman jeruk yang konsisten dan sesuai dengan harapan.

Langkah-Langkah dalam Perkembangbiakan Vegetatif Mencangkok Jeruk

Untuk berhasil dalam perkembangbiakan vegetatif mencangkok jeruk, langkah-langkah berikut harus diikuti secara cermat. Ini akan memastikan bahwa proses berjalan dengan baik dan menghasilkan tanaman jeruk yang berkualitas.

1. Persiapan Bahan Tanam

Untuk memulai proses cangkok, langkah pertama adalah menentukan cabang yang akan dicangkok. Pastikan cabang tersebut tidak terlalu tua atau terlalu muda. Pilihlah batang yang sudah memiliki kayu.

Jika memungkinkan, pilih cabang yang sudah memiliki buah agar tanaman bisa langsung berbuah setelah dipindahkan ke dalam pot atau ke tanah.

2. Pembuatan Sayatan

Lakukan sayatan pada kulit batang menggunakan pisau selebar beberapa centimeter dengan tujuan untuk menghapus lapisan kulit kayu. Setelah itu, bersihkan lendir pada kambium kayu dengan menggosok permukaannya menggunakan ujung pisau secara vertikal, dengan gerakan dari kiri ke kanan jika batangnya berada dalam posisi mendatar.

Beberapa praktisi merekomendasikan agar hasil keratan tersebut dibiarkan selama satu hari semalam sebelum dilakukan pembungkusan.

Namun, berdasarkan pengalaman, untuk pohon jeruk, setelah dilakukan pengerokan, pembungkusan media cangkok dapat dilakukan secara langsung sehingga akar dapat tumbuh.

Baca Juga :  Manfaat Sawi Tanah - Menggali Kekayaan Herbal dari Tanaman Liar

3. Pemasangan Media Cangkok

Proses pembungkusan media cangkok menggunakan plastik yang melingkari batang secara melingkar. Selain menggunakan plastik, kita juga dapat memilih untuk menggunakan bungkus dari sabut kelapa atau kain. Jika cabang cenderung tumbuh secara vertikal ke atas, kita juga dapat menggunakan botol-botol berukuran kecil.

Sementara itu, untuk media pencangkokan, kita dapat menggunakan tanah murni, tanah campur kompos, atau bahkan lumut.

4. Membungkus Batang

Langkah selanjutnya adalah memasang bungkus plastik secara melingkar terlebih dahulu, kemudian mengikatnya di ujung bagian bawahnya.

Setelah itu, masukkan media pencangkokan ke dalam bungkus plastik dan padatkan sedikit. Setelah penuh, ikat plastik di ujung bagian atasnya.

5. Buat Lubang Pada Bungkusan

Setelah proses pembungkusan selesai, perlu membuat lubang-lubang secara merata pada permukaan plastik, sehingga air dapat masuk ke dalam media dan tidak tergenang.

Lubang-lubang tersebut dapat dibuat dengan menusukkan paku atau lidi yang tajam ke permukaan plastik. Pastikan diameter lubang tidak terlalu lebar agar media cangkok tidak tumpah, terutama jika menggunakan tanah sebagai media pencangkokan.

6. Penyiraman dan Perawatan

Pencangkokan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar tidak perlu repot-repot melakukan penyiraman. Namun, jika tidak ada hujan selama beberapa hari dan media cangkok mengering, maka perlu dilakukan penyiraman secara manual.

Pencangkokan tanaman jeruk termasuk proses yang cepat dalam pertumbuhan akar. Setelah sekitar dua bulan sejak pencangkokan jeruk dilakukan, akar-akar pada cangkokan ini akan mulai tumbuh dengan lebat. Pada tahap ini, cabang yang telah dicangkok sudah siap dipotong untuk ditanam di tempat yang baru.

7. Pemindahan Tanaman Hasil Cangkok

Pastikan akar pada cangkokan telah tumbuh dengan lebat sebelum melakukan penanaman. Saat melakukan penanaman, lakukan pemangkasan sebagian daun dan ranting yang tidak optimal untuk mengurangi penguapan air dan merangsang pertumbuhan daun atau ranting baru dengan lebih cepat.

Baca Juga :  Manfaat Daun Gambas atau Oyong Bagi Tubuh

Menjaga jumlah daun yang terlalu banyak dapat menyebabkan tanaman menjadi layu. Setelah membuka plastik pembungkus, langkah berikutnya adalah melakukan pemangkasan daun dan ranting.

Pemotongan ranting dilakukan sesuai dengan estimasi bentuk tajuk tanaman yang diinginkan pada lokasi baru.

Kesalahan Pada Pencangkokan

Kesalahan yang sering terjadi saat pencangkokan adalah pengelupasan kulit kayu yang terlalu dalam, menyebabkan terkelupasnya jaringan kayu yang seharusnya utuh.

Selain itu, saat melakukan pengerokan pada kambium, terkadang lapisan kayu juga ikut teriris. Kondisi ini dapat menyebabkan cabang yang dicangkok menjadi layu dan mengakibatkan kegagalan pencangkokan.

Kesalahan kedua adalah masih adanya lapisan kambium yang tertinggal pada permukaan kayu yang dicangkokkan. Hal ini akan menyebabkan kulit kayu tumbuh kembali tanpa adanya akar yang diharapkan.

Kesalahan ketiga adalah kurangnya penyiraman pada media pencangkokan. Jika tidak ada curahan hujan atau saat musim kemarau dan pencangkokan tidak disiram, maka akar tidak akan tumbuh dengan baik.

Kesalahan keempat adalah memotong akar yang baru tumbuh sedikit saat akan melakukan penanaman. Hal ini dapat mengurangi tingkat kelangsungan hidup tanaman yang akan dipindahkan ke media tanam yang baru.

Penutup

Dalam artikel ini, Hasiltani.id telah membahas tentang Perkembangbiakan Vegetatif Mencangkok Jeruk. Dalam perkembangbiakan vegetatif, teknik mencangkok merupakan metode yang umum digunakan untuk memperbanyak tanaman jeruk.Meskipun demikian, perlu dihindari beberapa kesalahan yang sering terjadi agar pencangkokan jeruk berhasil dengan baik.

Pengelupasan lapisan kulit yang terlalu dalam, adanya lapisan kambium yang tertinggal, kurangnya penyiraman pada media pencangkokan, dan pemotongan akar yang baru tumbuh sedikit dapat menyebabkan kegagalan dalam proses pencangkokan.

Dengan memahami kesalahan-kesalahan ini, diharapkan para praktisi dapat mencapai kesuksesan dalam perkembangbiakan vegetatif melalui teknik mencangkok pada tanaman jeruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *