Doa Malam Arafah

Doa Malam Arafah Arab, Latin dan Terjemahannya

Diposting pada

Hasiltani.id – Doa Malam Arafah Arab, Latin dan Terjemahannya.Dalam perjalanan spiritual seorang Muslim, ada beberapa momen yang dianggap sangat istimewa dan penuh dengan berkah.

Salah satunya adalah malam Arafah. Bagi mereka yang berhaji, malam Arafah memiliki arti yang sangat mendalam, menjadi titik puncak dari rangkaian ibadah haji yang dilakukan.

Namun, tidak hanya bagi jemaah haji, doa Malam Arafah juga memiliki resonansi kuat bagi setiap umat Islam di seluruh dunia.

Artikel ini akan menggali lebih dalam mengenai keistimewaan, makna, dan manfaat dari Doa Malam Arafah bagi kehidupan spiritual setiap Muslim.

Apa itu Doa Malam Arafah

Doa malam Arafah merupakan salah satu doa yang memiliki keistimewaan khusus, dilafalkan pada saat momen krusial dalam ibadah haji, yaitu ketika jemaah haji sedang berada di Padang Arafah pada tanggal 09 Zulhijjah.

Waktu tersebut dianggap sebagai saat puncak dari serangkaian ritual haji dan menjadi kesempatan emas untuk berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Namun, doa ini tidak eksklusif hanya bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah haji. Meskipun doa ini populer di kalangan jemaah haji, semua umat Islam, di mana pun mereka berada, dianjurkan untuk turut serta membacanya.

Hal ini mencerminkan kebersamaan dan solidaritas umat Islam dalam berdoa dan memohon kebaikan.

Tujuan dari doa ini sangatlah mendalam. Dengan mengucapkannya, kita memohon perlindungan dari Allah SWT terhadap segala macam bencana dan malapetaka yang mungkin menimpa.

Lebih lanjut, kita juga memohon agar setiap hajat dan kebutuhan kita di dunia maupun akhirat dapat terpenuhi oleh-Nya.

Khusus untuk saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah haji, doa ini juga menjadi wadah untuk kita meminta kepada Allah agar mereka dapat menunaikan haji dengan sempurna, mendapatkan predikat haji mabrur yang merupakan haji yang diterima dan diridhai oleh Allah SWT.

Kita juga memohon agar mereka dianugerahi kesehatan yang baik selama proses ibadah, serta keselamatan dari berbagai bencana dan cobaan yang mungkin dihadapi.

Doa Malam Arafah

Berikut merupakan sebagian dari kalimat-kalimat doa Malam Arafah yang bisa Sobat lafalkan:

بِسۡـــــــــمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad

 Ya Allah! Sampaikan selawat ke atas Rasulullah dan keluarganya.

اَللّهُمَّ يَا شَاهِدَ كُلِّ نَجْوى، وَمَوْضِعَ كُلِّ شَكْوى، وَعالِمَ كُلِّ خَفِيَّة، وَمُنْتَهى كُلِّ حَاجَة، يا مُبْتَدِئًاً بِالنِّعَمِ عَلَى الْعِبادِ، ياكَريمَ الْعَفْوِ، يَا حَسَنَ التَّجاوُزِ، يَا جَوَادُ يَا مَنْ لا يُوَارِي مِنْهُ لَيْلٌ دَاجٍ، وَلاَ بَحْرٌ عَجَّاجٌ، وَلاَ سَمَآءٌ ذَاتُ اَبْرَاجٍ، وَلاَ ظُلَـمٌ ذَاتُ ارْتِتَاجٍ، يَا مَنِ الظُّلْمَةُ عِنْدَهُ ضِيَآءٌ

Allâhumma yâ Syâhidu kulli najwâ. Wa maudhi‘a kulli syakwâ. Wa ‘âlima kulli khafiyyah. Wa muntahâ kulli hâjah. Yâ mubtadian binni’ami ‘alal ‘ibâd.Yâ Kârimal ‘afwi. Yâ hasanat tajâwuz. Yâ Jawâd. Yâ man lâ yuwârî minhu laylun dâjin, wa lâ bahrun ‘ujjâjin, wa lâ samâun dzâta abrâjin, wa lâ zhulmun dzâtartiyâjin. Yâ manizhzhulmatu ‘indahu dhiyâun.

Ya Allah! Engkau yang selalu menyaksikan setiap isak tangis hamba-Mu. Engkau adalah tempat bersandar bagi setiap yang berkeluh kesah. Engkau Maha Mengetahui setiap rahasia yang tersembunyi. Engkau adalah pemberi solusi atas setiap kebutuhan. Engkau yang dengan murah hati memberikan kenikmatan kepada setiap hamba-Mu. Engkau yang memiliki keagungan dalam memberikan ampunan. Engkau yang mempunyai kebaikan dalam memberikan pengampunan. Engkau adalah Yang Maha Pemurah. Engkau yang tak pernah terlewatkan oleh kegelapan malam, deburan ombak di lautan, awan tebal yang menggumpal di langit, serta badai yang mengamuk. Di hadapan-Mu, setiap kegelapan berubah menjadi cahaya.

اَسْاَلُكَ بِنُورِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ الَّذِى تَجَلَّيْتَ بِهِ لِلْجَبَلِ فَجَعَلْتَهُ دَكَّاً وَخَرَّ موُسَى صَعِقاً

As-aluka binûri wajhikal karîm alladzî tajallayta bihi liljabali faja’altahu dakkaw wa kharra mûsa sha’iqa.

Daku berdoa kepada-Mu dengan keagungan cahaya wajah-Mu, yang saat Engkau tampakkan mampu meruntuhkan gunung dan membuat Nabi Musa terjatuh tak berdaya.

وَبِاِسْمِكَ الْمَخْزُوْنِ الْمَكْنُوْنِ الْمَكْتُوْبِ الطّاهِرِ الَّذِى اِذَا دُعِيْتَ بِهِ اَجَبْتَ، وَاِذا سُئِلْتَ بِهِ اعَطْيَتْ

Wa bismikal makhzûnil maknûn, al maktûbith thâhiri alladzî idzâ du‘îta bihi awjabta wa idzâ suilta bihi a‘thayta.

Dengan Nama-Mu yang kokoh dan terjaga, yang tercatat dengan suci, yang ketika kita berdoa dengan menyebutnya, Engkau kabulkan, dan saat kita memohon, Engkau perkenankan.

وَبِاِسْمِكَ السُّبوُّحِ الْقُدُّوسِ الْبُرْهَانِ الَّذِى هُوَ نوُرٌ عَلَى كُلِّ نُورٍ وَنوُرٌ مِنْ نوُرٍ يُضِيْىُ مِنْهُ كُلُّ نوُر، اِذَا بَلَغَ الاَّرْضَ انْشَقَّتْ، وَاِذَا بَلَغَ السَّمَاوَاتِ فُتِحَتْ، وَاِذَا بَلَغَ الْعَرْشَ اهْتَزَّ

Wa bismikassubûhil quddûsil burhân alladzî huwa nûrun ‘alâ kulli nûr, wa nûrun minnûrin yudhîu minhu kulli nûr, idzâ balaghal ardha insyaqqat, wa idzâ balaghas samâa futihat, wa iddza balaghal ‘arsya ihtazzat.

Dengan Nama-Mu yang murni, yang penuh kesucian dan terang benderang, yang melebihi setiap cahaya, menjadi cahaya penerang di antara segala cahaya. Yang ketika menyentuh bumi, bumi pun pecah; saat menyentuh langit, langit pun terbuka; dan saat tiba di arasy, arasy pun bergetar.

Baca Juga :  Rahasia Khasiat dan Cara Mengamalkan Hizib Nashor

يَا مُجِيْبُ اَسْاَلُكَ بِحَقِّ هَذِهِ الاَّسْمَاءِ وَبِهَذِهِ الدَّعَوَاتِ اَنْ تَغْفِرَ لَنَا مَا قَدَّمْنَا وَما اَخَّرْنَا وَمَا اَسْرَرْنَا وَمَا اَعْلَنَّا وَمَا اَبْدَيْنَا وَمَا اَخْفَيْنَا وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنَّا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Yâ mujîbu, as-aluka hihaqqi hâdzihil asmâi wa bihâdzihid da‘awâti, an taghfira lanâ mâ qaddamnâ wa mâ akhkharnâ, wa mâ asrarnâ wa mâ a‘lannâ, wa mâ abdaynâ wa mâ akhfaynâ, wa Anta a‘lamu bihi minnâ, innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr, birahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Ya Sang Pemberi Kabulan bagi setiap doa! Berdasarkan segala nama dan permohonan yang telah aku sebut, aku berdoa kepada-Mu. Ampunilah kesalahan-kesalahan kami, baik yang telah lalu maupun yang akan terjadi, yang kami rahasiakan maupun yang kami tampakkan. Engkau lebih tahu tentang kami daripada diri kami sendiri. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas apa pun. Berilah pengampunan atas kesalahan kami dengan limpahan rahmat-Mu, ya Sang Paling Penyayang di antara penyayang-penyayang.

يَا حَافِظَ كُلِّ غَرِيْبٍ، يَا مُونِسَ كُلِّ وَحِيْدٍ، يَا قُوَّةَ كُلِّ ضَعِيْفٍ، يَانَاصِرَ كُلِّ مَظْلوُمٍ يَارَازِقَ كُلِّ مَحْرُوْمٍ، يَا مُوْنِسَ كُلِّ مُسْتَوْحِشٍ، يَا صَاحِبَ كُلِّ مُسَافِرٍ، يَا عِمَادَ كُلِّ حَاضِرٍ، يَا غَافِرَ كُلِّ ذَنْبٍ وَخَطيئَة

Yâ Hâfizha kulli gharîb. Yâ Mûnisa kulli wahîd. Yâ Quwwata kulli dha‘îf. Yâ Nâshira kulli mazhlûm. Yâ Râziqa kulli mahrûm. Yâ Mûnisa mustawhisyin. Yâ Shâhiba kulli musâfir. Yâ ‘Imâda kulli hâdhir. Yâ Ghâfira kulli dzanbin wa khathîah.

Ya Sang Pelindung bagi mereka yang merasa terpinggirkan. Ya Pemberi Penghiburan bagi jiwa-jiwa yang kesepian. Ya Pemberi Kekuatan bagi mereka yang merasa lemah. Ya Pelindung bagi mereka yang dianiaya. Ya Pemberi Rezeki bagi mereka yang menghadapi rintangan. Ya Pemberi Ketenangan bagi hati yang berduka. Ya Teman bagi setiap pelancong. Ya Pelindung bagi setiap insan yang hadir. Ya Sang Pengampun atas segala kesalahan dan dosa.

يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ، يَا صَرِيْخَ الْمُسْتَصْرِخِيْنَ، يَا كَاشِفَ كُرَبِ الْمَكْرُوْبِيْنَ، يَافَارِجَ هَمِّ الْمَهْمُوْمِيْنَ، يَابَدِيْعَ السَّمَاوَاتِ وَالاَرَضِيْنَ، يَامُنْتَهَى غَايَةَ الطّالِبِيْنَ، يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ، يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ، يَا دَيَّانِ يَوْمِ الدِّيْنِ

Yâ Ghiyâtsal mustaghîtsîn. Yâ Shârîkhal mustashrikhîn. Yâ Kâsyifa karbil makrûbîn. Ya Fârija hammil mahmûmîn. Yâ Badî‘as samâwâti wal aradhiyîn. Yâ Muntahâ ghâyatith thâlibîn. Ya Mûjîba da‘watil mudhtharrîn. Yâ Arhamar râhimîn. Yâ Rabbal ‘alamîn. Ya Dayyâna yawmid dîn.

Ya Sang Pelindung bagi mereka yang berharap perlindungan; Ya Sang Pemberi Pertolongan saat ada yang berteriak meminta bantuan; Ya Pemberi Kesembuhan bagi mereka yang dilanda penderitaan; Ya Penenangkan bagi mereka yang tenggelam dalam kesedihan; Ya Pencipta seluruh langit dan bumi; Ya Pemberi Jawaban bagi harapan para pencari; Ya Penerima doa dari hati yang tertekan; Ya Sang Penuh Kasih dan Penyayang; Ya Penguasa seluruh alam; Ya Pemberi Balasan di Hari Akhir.

يَا اَجْوَدَ اْلاَجْوَدِيْنَ، يَا اَكْرَمَ اْلاَكْرَمِيْنَ، يَا اَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ، يَا اَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ، يَا اَقْدَرَ الْقَادِرِيْنَ

Yâ Ajwadal ajwadîn. Yâ Akramal akramîn. Yâ Asma‘as sami‘în. Yâ Absharan nâzhirîn. Yâ Aqdaral qâdirîn.

Ya Sang Pemberi yang melebihi semua pemberi; Ya Yang memiliki kemuliaan di atas segala yang mulia; Ya Yang pendengarannya melampaui semua yang mendengar; Ya Yang penglihatannya mengatasi semua yang melihat; Ya Yang kekuasaannya tak tertandingi oleh siapa pun.

اِغْفِرْ لِىَ الذُّنُوْبَ الَّتِى تُغَيِّرُ النِّعَمَ

Ighfir liyadz dzunûbal latî tughayyirun ni‘am.

Maafkanlah kesalahanku yang merubah anugerah-Mu.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنُوْبَ الَّتِى تُوْرِثُ النَّدَمَ

Waghfir liyadz dzunûbal latî tûritsun nadam.

Maafkanlah kesalahanku yang membawa rasa penyesalan.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنوُبَ الَّتِى تُوْرَثُ السَّقَمَ

Waghfir liyadz dzunubal latî tûritsus saqam.

Maafkanlah kesalahanku yang membawa malapetaka.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنُوْبَ الَّتِى تَهْتِكُ الْعِصَمَ

Waghfir liyadz dzunûbal latî tahtikul ‘isham.

Maafkanlah kesalahanku yang menghilangkan perlindungan-Mu.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنوُبَ الَّتى تَرُدُّ الدُّعآءَ

Waghfir liyadz dzunubal latî taruddud du‘â’.

Maafkanlah kesalahanku yang menghalangi terkabulnya doa.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنوُبَ الَّتى تَحْبِسُ قَطْرَ السَّمَآءِ

Waghfir liyadz dzunûbal latî tahbisu qathras samâ’.

 Maafkanlah kesalahanku yang menghalangi datangnya hujan.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنُوْبَ الَّتِى تُعَجِّلُ الْفَنَآءَ

Waghfir liyadz dzunûbal latî tu‘ajjilul fanâ’.

Maafkanlah kesalahanku yang memicu bencana.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنُوبَ الَّتِى تَجْلِبُ الشَّقَآءَ

Waghfir liyadz dzunûbal latî tajlibusy syaqâ’.

 Maafkanlah kesalahanku yang membawa lara dan duka.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنُوْبَ الَّتِى تُظْلِمُ الْهَوَآءَ

Waghfir liyadz dzunûbal latî tuzhlimul hawâ.

 Ampunilah dosa-dosaku yang mengelapkan hati.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنُوْبَ الَّتِى تَكْشِفُ الْغِطَآءَ

Waghfir liyadz dzunûbal latî taksyiful ghithâ’.

 Ampunilah dosa-dosaku yang menutupi tirai.

وَاغْفِرْ لِىَ الذُّنوُبَ الَّتى لاَ يَغْفِرُهَا غَيْرُكَ يَا اَللهُ

Waghfir liyadz dzunûbal latî lâ yaghfiruhâ ghayruka yâ Allâh.

 Ampunilah dosa-dosaku yang tiada memaafkannya kecuali Dikau, Ya Allah!

وَاحْمِلْ عَنِّى كُلَّ تَبِعَة لاَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، وَاجْعَلْ لِى مِنْ اَمْرِى فَرَجاً وَمَخْرَجاً وَيُسْراً، وَاَنْزِلْ يَقينَكَ فِى صَدْرِى، وَرَجَآءَكَ فِى قَلْبِى حَتَّى لاَ اَرْجُوَ غَيْرَكَ

Wahmil ‘annî kulla tabî‘atin liahadin min khalqika. Waj’allî min amrîfarajan wa makhrajan wa yusrâ. Wa anzil yaqînaka fî shadrî wa rajâaka fî qalbî, hattâ lâ arju ghayraka.

Lindungilah aku dari segala dampak negatif dari ciptaan-Mu. Ubahlah setiap urusanku menjadi sumber kebahagiaan, penyelesaian, dan kemudahan. Tanamkan di dalam dadaku kepercayaan yang mendalam kepada-Mu, dan di dalam hatiku, harap yang tulus hanya kepada-Mu, sehingga harapanku tidak tertuju pada yang lain selain Engkau.

Baca Juga :  Memahami Al-Baqarah 155-157 - Makna dan Hikmah

اَللَّهُمَّ احْفَظْنِى وَعَافِنِى فِى مَقَامِى وَاصْحَبْنِى فِى لَيْلِى وَنَهَارِى وَمِنْ بَيْنِ يَدَىَّ وَمِنْ خَلْفِى وَعَنْ يَمِيْنِى وَعَنْ شِمَالِى وَمِنْ فَوْقِى وَمِنْ تَحْتِى

Allâhummahfazhnî wa ‘âfinî fî maqâmî. Washhabnî fî laylî wa nahârî wa min bayni yadayya wa min khalfî wa ‘an yamînî wa ‘an syimâlî wa min fawqî wa min tahtî.

Ya Allah! Peliharalah aku dan berikanlah keselamatan padaku dalam situasi ini. Temani aku dalam gelap malam dan terang siangku, hadapilah aku dari depan dan belakang, dari sisi kanan dan kiriku, dari atas dan bawahku.

وَيَسِّرْ لِىَ السَّبِيْلَ، وَاَحْسِنْ لِىَ التَّيْسِيْرَ، وَلاَ تَخْذُلْنى فِى الْعَسِيْرِ، وَاهْدِنِى يَا خَيْرَ دَليْلٍ، وَلاَ تَكِلْنِى اِلِى نَفْسِى فِى اْلاُموُرِ، وَلَقِّنِى كُلَّ سُرُوْرٍ

Wa yassir liyas sabîla, wa ahsin liyat taysîr. Wa lâ takhdzulnî fil ‘asîr. Wahdinî yâ khayra dalîl. Wa lâ takilnî ilâ nafsî fil umûri, wa laqqinî kulla surûr.

Permudahlah langkahku dalam setiap perjalanan. Berikanlah kemuliaan melalui kemudahan-Mu. Jauhkanlah aku dari rintangan dan kesulitan. Berikanlah aku arahan, Ya Pemberi petunjuk yang sempurna. Jangan biarkan aku merasa sendiri dalam setiap urusan. Anugerahilah aku kegembiraan dalam setiap momen.

وَاقْلِبْنِى اِلَى اَهْلِى بِالْفَلاَحِ وَالنَّجَاحِ مَحْبوُراً مَحْبوُراً فِى الْعاجِلِ وَالاَجَلِ اِنَّكَ عَلى كُلِّ شَىْء قَديرٌ

Waqlibnî ilâ ahlî bil falâhi wan najâhi mahbûran fil âajili wal âjili. Innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr.

Pulangkanlah aku kepada keluargaku dengan penuh kemenangan dan keselamatan yang disertai kegembiraan, entah itu segera atau nanti. Sungguh, Engkau memiliki kekuasaan atas segala hal.

وَارْزُقْنى مِنْ فَضْلِكَ، وَاَوْسِعْ عَلَىَّ مِنْ طَيِّباتِ رِزْقِكَ، وَاسْتَعْمِلْنى فى طاعَتِكَ، وَاَجِرْنى مِنْ عَذابِكَ وَنارِكَ، وَاقْلِبْنى اِذا تَوَفَّيْتَنى اِلى جَنَّتِكَ بِرَحْمَتِكَ

Warzuqni min fadhlika, wa awsi‘ ‘alayya min thayyibâti rizqika. Wasta‘milnî fî thâ‘atika, wa ajirnî min ‘adzâbika wa nârika. Waqlibnî idzâ tawaffaytanî ilâ jannatika birahmatika.

Karuniakanlah aku limpahan rahmat-Mu. Perluaslah pemberian rezeki-Mu yang berkah untukku. Berilah aku kekuatan dan semangat untuk beribadah dan taat kepada-Mu. Lindungilah aku dari adzab dan siksa neraka-Mu. Semoga dengan rahmat-Mu, saat aku kembali kepada-Mu, Engkau tempatkan aku di dalam surga-Mu.

اَللّهُمَّ اِنّى اَعوُذُ بِكَ مِنْ زَوالِ نِعْمَتِكَ، وَمِنْ تَحْويلِ عافِيَتِكَ، وَمِنْ حُلوُلِ نَقِمَتِكَ وَمِنْ نُزوُلِ عَذابِكَ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ، وَدَرَكِ الشِّقَآءِ، وَمِنْ سُوءِ الْقَضَآءِ، وَشَمَاتَةِ الاَعْدَآءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمآءِ، وَمِنْ شَرِّ مافِى الْكِتَابِ الْمُنْزَلِ

Allâhumma innî a‘ûdzubika min zawâli ni‘matika, wa min tahwîli ‘âfiyatika, wa min hulûli niqmatika, wa min nuzûli ‘adzâbika, wa a‘ûdzubika min juhdil balâi wa darakisy syaqâ’, wa min sûil qadhâi wa syamâtatil a‘dâi, wa min syarri mâ yanzilu minas samâi, wa min syarri mâ fil kitabil munzal.

Ya Allah! Sungguh aku mencari perlindungan di sisi-Mu dari lenyapnya anugerah-Mu, dari berubahnya lindungan-Mu, dari mendekatnya siksa dan hukuman-Mu. Aku memohon perlindungan-Mu dari bencana yang membebani dan penderitaan mendalam, dari takdir yang tak menguntungkan dan dari kekejaman musuh-musuh-Mu, serta dari segala keburukan yang turun dari langit dan keburukan yang telah Engkau sebutkan dalam kitab suci-Mu yang Engkau wahyukan kepada Rasul-Mu.

اَللّهُمَّ لا تَجْعَلْنِى مِنَ الاَشْرَارِ، وَلاَ مِنْ اَصْحَابِ النَّارِ، وَلاَ تَحْرِمْنِى صُحْبَةَ الاَخْيَارِ، وَاَحْيِنِى حَيَاةً طَيِّبَةً وَتَوَفَّنِى وَفَاةً طَيِّبَةً تُلْحِقْنِى بِالاَبْرَارِ، وَارْزُقْنِى مُرَافَقَةِ الاَنْبِيَآءِ فِى مَقْعَدِ صِدْقِ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُقْتَدِر

Allâhumma lâ taj’alnî minal asyrâri. Wa lâ min ashhâbin nâri. Wa lâ tahrimnî shuhbatal akhyâri. Wa ahyinî hayâtan thayyibah. Wa tawaffanî wafâtan thayyibatan tulhiqunî bil abrâr. Warzuqnî murâfaqatal ambiyâi fî maq‘adi shidqin ‘inda malîkin muqtadir.

Ya Allah! Jauhkanlah aku dari golongan orang-orang yang mendapat murka-Mu dan mereka yang mendiami neraka. Jangan cegah aku untuk bersama dan berbaur dengan orang-orang yang saleh. Berikanlah aku kehidupan yang mulia; dan saat ajalku tiba, perkenankan aku menghadap-Mu dengan cara yang paling indah yang akan menghantarku kepada teman-teman baik. Semoga aku diberikan kesempatan untuk bersahabat dengan para Nabi di tempat yang paling mulia di sisi Engkau, Sang Pemilik Yang Maha Berkuasa.

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى حُسْنِ بَلاَئِكَ وَصُنْعِكَ، وَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى الاِسْلاَمِ وَاتِّبَاعِ السُّنَةِ

Allâhumma lakal hamdu ‘ala husni balâika wa shun’ika. Wa lakal hamdu ‘alal islâmi wattibâ‘is sunnah.

Ya Allah! Segala puji untuk-Mu yang telah menuntun mereka melalui setiap ujian dan ciptaan-Mu dengan baik. Segala puji bagi-Mu yang telah mengantarkan mereka ke dalam agama Islam dan mengikuti jejak sunnah Nabi-Mu.

يَا رَبِّ كَمَا هَدَيْتَهُمْ لِدِيْنِكَ وَعَلَّمْتَهُمْ كِتَابَكَ فَاهْدِنَا وَعَلِّمْنا

Yâ Rabbi, kamâ hadaytahum lidînika wa ‘allamtahum kitâbaka fahdinâ wa ‘allimnâ.

Ya Tuhan kami! Sebagaimana Engkau telah memberikan petunjuk pada mereka dalam agama-Mu dan mengajarkan mereka isi kitab-Mu, demikianlah berilah kami petunjuk dan ajarkan kami.

وَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى حُسْنِ بَلائَكَ وَصُنْعِكَ عِنْدِى خَآصَّةً كَمَا خَلَقْتَنِى فَاَحْسَنْتَ خَلْقِى، وَعَلَّمْتَنِى فَاَحْسَنْتَ تَعْلِيْمِى، وَهَدَيْتَنِى فَاَحْسَنْتَ هِدَايَتِى. فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى اِنْعَامِكَ عَلَىَّ قَدِيْماً وَحَدِيْثاً

Baca Juga :  Panduan Doa Agar Majikan Welas Asih, Gaji Naik?

Falakal hamdu ‘alâ husni balâika wa shun‘ika khâshshatan. Kamâ khalaqtanî fa-ahsanta khalqî. Wa ‘allamtanî fa-ahsanta ta‘lîmî. Wa hadaytanî fa-ahsanta hidâyatî. Falakal hamdu ‘alâ in‘âmika ‘alayya qadîman wa hadîtsan.

Segala puji bagi-Mu yang telah menuntunku ke arah kebaikan dalam setiap ujian dan ciptaan-Mu yang Engkau rancang khusus untukku. Sebagaimana Engkau menciptakan aku, Engkau juga memberikan bentuk terbaik untukku. Engkau mendidik aku dan menjadikan setiap pelajaran bagiku bermakna. Engkau memberikan petunjuk, dan memastikan bahwa petunjuk tersebut adalah yang terbaik untukku. Hanya kepada-Mu segala puji, atas setiap anugerah yang Engkau beri, baik yang lalu maupun yang baru.

فَكَمْ مِنْ كَرْبٍ يَا سَيِّدِى قَدْ فَرَّجْتَهُ، وَكَمْ مِنْ غَمٍّ يَا سَيِّدِى قَدْ نَفَّسْتَهُ، وَ كَمْ مِنْ هَمٍّ يَا سيِّدِى قَدْ كَشَفْتَه، وَكَمْ مَنْ بَلاَءٍ يَا سيِّدِى قَد صَرَفْتَه وَكَمْ مِنْ عَيْبٍ يَا سَيِّدِى قَدْ سَتَرْتَهُ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى كُلِّ حَال فِى كُلِّ مَثْوًى وَزَمَان وَمُنْقَلَب وَمَقَام، وَعَلَى هَذِهِ الْحَالِ وَكُلِّ حَال

Fakam min kurbin yâ Sayyidî qad farajatahu. Wa kam min hammin yâ Sayyidî qad kasyaftahu. Wa kam min balâin yâ Sayyidî qad sharaftahu. Wa kam min ‘aybin yâ Sayyidî qad satartahu. Falakal hamdu ‘alâ kulli hâlin fî kulli matswâ wa zamânin wa munqalibin wa maqâmin wa ‘alâ hâdzihil hâli wa kulli hâl(in).

Berapa banyak kesusahan yang menimpa kekasihku yang Engkau beri kebahagiaan. Berapa banyak duka yang dialami kekasihku yang Engkau lenyapkan. Berapa banyak rintangan yang dihadapi kekasihku yang Engkau bebaskan. Berapa banyak ujian yang ditujukan pada kekasihku yang Engkau hindarkan. Dan berapa banyak cela kekasihku yang Engkau sembunyikan. Hanya kepada-Mu segala puji dalam setiap situasi, di setiap tempat dan waktu, baik dalam kondisi ini maupun dalam kondisi apa pun.

اَللّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنْ اَفْضَلِ عِبَادِكَ نَصِيْباً فِى هَذَا الْيَوْمِ مِنْ خَيْر تَقْسِمُهُ اَوْ ضُرٍّ تَكْشِفُهُ اَوْ سُوءٍ تَصْرِفُهُ اَوْ بَلاَء تَدْفَعُهُ اَوْ خَيْر تَسوُقُهُ اَوْ رَحْمَة تَنْشُرُهَا اَوْ عَافِيَة تُلْبِسُهَا، فَاِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ وَبِيَدِكَ خَزَآئِنُ السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضِ

Allâhummaj‘alnî min afdhali ‘ibâdika nashîban fî hâdzal yawmi min khayrin taqsimuhu, aw dhurrin taksyifuhu, aw sûin tashrifuhu, aw balâintadfa‘uhu, aw khayrin tasûquhu, aw rahmatin tansyuruhâ, aw ‘âfiyatin tulbisuhâ. Fa innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr. Wa biyadika khazâinus samâwâti wal ardh(i).

Ya Allah! Buatlah aku termasuk dalam kalangan hamba-hamba-Mu yang mendapat bagian terbaik pada hari ini, baik itu dari kebaikan yang Engkau berikan, penderitaan yang Engkau lenyapkan, rintangan yang Engkau hilangkan, ujian yang Engkau hindarkan, keberkahan yang Engkau limpahkan, rahmat yang Engkau hamparkan, atau keselamatan yang Engkau anugerahkan. Sungguh, Engkau memiliki kekuasaan atas segala sesuatu. Semua harta benda langit dan bumi berada dalam genggaman-Mu.

وَاَنْتَ الْوَاحِدُ الْكَرِيْمُ الْمُعْطِى الَّذِى لاَ يُرَدَّ سَآئِلُهُ، وَلاَ يُخَيَّبُ آمِلُهُ، وَلاَ يَنْقُصُ نَآئِلُهُ، وَلاَ يَنْفَدُ مَا عِنْدَهُ بَلْ يَزْدَادُ كَثْرَةً وَطَيِّباً وَعَطَآءً وَجُوْداً

Wa Antal Wâhidul Karîmul Mu’thî alladzî lâ yuraddu sâiluhu, wa lâ yukhayyabu âmiluhu, wa lâ yanqushu nâiluhu, wa lâ yanfadu mâ ‘indahu, bal yazdâdu katsratan wa thayyiban wa ‘athâan wa jûdâ.

Engkau adalah Yang Maha Tunggal, Maha Agung, dan Maha Pemberi. Engkau tidak pernah menolak permohonan mereka yang meminta, tidak pernah mengecewakan mereka yang berharap. Pemberian-Mu tak pernah berkurang bagi siapapun yang menerimanya, dan apa yang ada di sisi-Mu tidak pernah berakhir. Malah, kebaikan, anugerah, dan kemurahan hati-Mu semakin melimpah.

وَارْزُقْنِى مِنْ خَزَآئِنِكَ الَّتِى لاَ تَفْنَى، وَمِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ اِنَّ عَطَآءَكَ لَمْ يَكُنْ مَحْظُوْراً، وَاَنْتَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Warzuqnî minkhazâinikallatî lâ tafnâ wa min rahmatikal wâsi‘ah. Inna ‘athâaka lam yakun mahzhûrâ. Wa Anta ‘alâ kulli syay-in qadîr birahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Anugerahilah aku dari perbendaharaan-Mu yang tak kunjung habis dan dari rahmat-Mu yang melimpah. Sungguh, pemberian-Mu tak pernah terbatas. Engkau memiliki kekuatan atas semua hal; Berilah rahmat-Mu, Ya Sang Paling Penyayang di antara penyayang-penyayang!

Baca juga:

Penutup

Demikianlah informasi dari Hasiltani.id tentang Doa Malam Arafah.

Sebagai refleksi dari keseluruhan perjalanan spiritual dalam Islam, Doa Malam Arafah menawarkan kesempatan unik bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah manifestasi dari kerinduan, harapan, dan ketakwaan kita.

Melalui Doa Malam Arafah, kita diajak untuk merenung, memohon ampun, dan memperbaharui komitmen kita dalam menjalani hidup sesuai dengan tuntunan-Nya.

Semoga setelah memahami esensi dan makna dari Doa Malam Arafah, iman kita semakin bertumbuh dan kita semakin dekat dengan keberkahan dan rahmat-Nya.

Terima kasih telah membaca artikel Doa Malam Arafah ini, semoga informasi mengenai Doa Malam Arafah ini bermanfaat untuk Sobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *