budidaya udang vaname

Panduan Untuk Memulai Bisnis Budidaya Udang Vaname

Diposting pada

Hasiltani.id – Panduan Untuk Memulai Bisnis Budidaya Udang Vaname. Budidaya udang vaname adalah salah satu bisnis yang menjanjikan dan populer di Indonesia. Udang vaname atau vannamei adalah jenis udang air tawar yang berasal dari Amerika Selatan dan terkenal karena pertumbuhannya yang cepat serta keuntungan bisnis yang tinggi.

Dalam artikel ini, akan dibahas panduan lengkap untuk memulai bisnis budidaya udang vaname mulai dari persiapan hingga pemasaran produk.

Apa Itu Budidaya Udang Vaname?

Budidaya udang vanname dengan teknologi intensif adalah cara beternak udang yang memerlukan modal dan teknologi yang tinggi. Pada budidaya ini, pertumbuhan udang sepenuhnya bergantung pada pakan buatan.

Selain itu, diperlukan upaya yang tinggi untuk mengendalikan kualitas air, terutama dengan menggunakan kincir untuk menjaga kadar oksigen terlarut dan mengatur kandungan bahan organik.

Meskipun memerlukan investasi yang besar, budidaya udang vaname dengan teknologi intensif memiliki potensi yang baik di Indonesia dan sudah banyak digunakan oleh para peternak udang. Jenis udang ini dapat berkembang dengan baik dan memenuhi kebutuhan pasar.

Mengapa Budidaya Udang Vaname Menjadi Bisnis yang Menjanjikan?

Budidaya udang menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan saat ini. Udang merupakan komoditas yang banyak diminati oleh pasar global. Sebagai eksportir komoditas perikanan, Indonesia memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pasar udang dunia dengan mampu memenuhi rata-rata 6,9 persen kebutuhan pasar dunia pada periode tahun 2015–2020.

Walaupun modal dan biaya produksi tambak udang cukup besar, keuntungan yang didapat dari harga jual udang di pasar cukup menjanjikan dengan margin keuntungan minimal 30 persen.

Namun, bisnis tambak udang juga memiliki beberapa risiko, seperti infeksi penyakit dan cuaca buruk yang dapat mengancam bisnis petambak udang. Infeksi penyakit dapat menyebabkan kematian massal pada udang, dan jika tidak ditangani dengan baik, akan merugikan petambak.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, petambak dapat mempersiapkan asuransi budidaya agar terlindungi dari kerugian dan kegagalan bisnis. Asuransi budidaya dapat menanggulangi risiko dan memberikan rasa aman bagi petambak dalam menjalankan bisnis tambak udang.

Apa Keuntungan Dari Bisnis Budidaya Udang Vaname?

Udang vaname merupakan jenis udang unggulan yang telah diatur dalam SK Menteri Kelautan No. 41/2001. Budidaya udang vaname memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:

Baca Juga :  Ternak Ikan Gabus dalam Drum - Panduan Memulai Usaha

  • Cepat panen, karena udang vaname memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, yaitu sekitar 3 gram per minggu.
  • Modal budidaya tidak terlalu besar, namun harga jual udang yang tinggi membuat potensi keuntungan menjadi besar.
  • Berpotensi untuk pasar impor, mengingat Indonesia menjadi salah satu negara penghasil udang terbesar di dunia setelah Thailand dan India.
  • Banyak konsumen udang vaname, mulai dari restoran, hotel, usaha kuliner, hingga rumah tangga.
  • Udang vaname dapat dibudidayakan di air dengan salinitas tinggi, bahkan dapat menggunakan kolam terpal sehingga lokasi pembudidayaan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas dan cukup beragam.
  • Waktu pembudidayaan yang relatif singkat, yaitu sekitar tiga bulan untuk satu siklus budidaya.
  • Udang vaname tidak memerlukan asupan protein yang tinggi dalam pakannya, sehingga biaya pakan dapat ditekan.

Mengapa Harus Memilih Kolam Terpal?

Jika sebelumnya budidaya udang vaname hanya bisa dilakukan di tambak, kini ada cara budidaya udang vaname yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan kolam terpal. Dibandingkan dengan tanah atau beton, budidaya udang vaname di kolam terpal lebih praktis.

Proses pembuatan kolam terpal juga sangat mudah dan efektif dalam menghemat waktu. Harga jual kolam terpal terjangkau dan penjualnya mudah ditemukan. Kolam terpal cocok untuk budidaya udang di lahan sempit.

Risiko kematian udang relatif minim dan hasil panen lebih melimpah. Udang yang dibudidayakan di kolam terpal bebas dari bau tanah dan ukurannya cenderung lebih besar. Perawatan kolam terpal mudah dan tidak memerlukan biaya besar. Kolam terpal juga memiliki daya tahan yang bagus, bisa mencapai lima hingga tujuh tahun.

Jika Sobat Tani berminat menggunakan kolam terpal, terdapat dua jenis kolam terpal yang tersedia di pasaran, yaitu kolam terpal kotak dan kolam terpal bulat. Walaupun keduanya sama-sama menggunakan terpal, masing-masing menawarkan keunggulan yang berbeda. Untuk memahami perbedaannya lebih jelas, simak penjelasan berikut ini.

1. Kolam Kotak

Keuntungan:

  • Harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan kolam terpal bulat atau kolam beton dan tanah.
  • Kapasitas volume air pada kolam terpal kotak lebih maksimal, seperti pada ukuran 3x3x1 meter yang mampu menampung air hingga 9 m3.
  • Dapat dibangun secara berderet atau berdampingan, sehingga lebih efisien dalam penggunaan lahan.
  • Mudah ditemukan di toko bangunan atau toko spesialis ikan dan udang.

Kekurangan:

  • Memerlukan sistem aerasi yang merata jika ingin menanamkan udang dalam jumlah yang padat.
  • Risiko adanya benturan antar udang lebih tinggi.
  • Proses panen udang tidak sepraktis pada kolam terpal bulat.

2. Kolam Terpal Bulat

Keunggulan:

  • Cocok untuk budidaya tebar padat tinggi.
  • Dengan aerasi, difusi oksigen pada kolam menjadi lebih merata dan maksimal.
  • Pemasangan kolam terpal bulat mudah dan praktis.
  • Meningkatkan pertumbuhan udang menjadi lebih maksimal.
  • Risiko kematian udang lebih rendah. Proses panen udang lebih mudah dan efisien.
  • Tampilan kolam terpal bulat lebih elegan dibandingkan dengan kolam terpal kotak.
Baca Juga :  Estimasi Modal Membangun 1 Kolam Terpal Ikan Gurame

Kekurangan:

  • Membutuhkan lahan yang lebih luas dibandingkan dengan kolam terpal kotak.
  • Tidak dapat dipasang secara berdekatan atau berjajar.
  • Harganya lebih mahal daripada kolam terpal kotak.

Hal yang Harus Diperhatikan Agar Budidaya Vaname Sukses

1. Mempersiapkan Lokasi

Untuk memulai budidaya udang di kolam terpal, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan lokasi yang tepat. Sobat Tani dapat memilih lokasi yang paling sesuai dengan kebutuhan, seperti halaman belakang rumah, pekarangan, teras, atau garasi yang tidak terpakai. Pastikan juga lokasi yang dipilih dapat menampung ukuran kolam terpal yang akan digunakan.

2. Perhatikan Suhu

Seringkali pembudidaya pemula menganggap remeh pentingnya mengatur suhu dalam budidaya udang vaname. Padahal, suhu yang tidak tepat dapat mempengaruhi nafsu makan udang. Ketika kandungan oksigen terlarut di bawah empat ppm, maka nafsu makan udang akan menurun. Jika kandungan oksigen terlarut di bawah dua ppm, udang bahkan akan berhenti makan.

Karena itu, perhatikan kandungan oksigen terlarut dalam kolam terpal Sobat Tani. Selain itu, pastikan suhu air kolam dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan udang, yakni antara 26°C hingga 32°C. Jangan lupa, suhu air yang terlalu panas juga dapat membuat udang menjadi lebih agresif.

3. Pengisian Air

Langkah selanjutnya dalam budidaya udang vaname di kolam terpal adalah pengisian air. Proses pengisian air sebaiknya dilakukan secara bertahap. Jika kolam terpal telah diisi air sebelumnya, biarkan air tersebut selama tujuh hingga empat belas hari untuk menghilangkan bau karet yang menyengat.

Sementara itu, pada kolam terpal yang baru, cara ini sangat efektif untuk menghilangkan bau karet yang menyengat sebelum digunakan. Setelah yakin bahwa bau karet telah hilang, buang air tersebut kemudian ganti dengan air tawar yang baru. Tunggu beberapa hari sebelum kolam dapat digunakan untuk budidaya udang vaname.

4. Fermentasi

Sebelum menambahkan bibit udang vaname ke dalam kolam terpal, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan fermentasi kolam terlebih dahulu. Tidak perlu khawatir, caranya sangat mudah, yaitu dengan mencampurkan probiotik dengan garam.

Dengan melakukan fermentasi, air di dalam kolam akan menjadi payau, sehingga udang vaname akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

5. Pemberantasan Hama

Seperti halnya ikan, udang vaname juga rentan terhadap serangan hama. Meskipun demikian, tidak perlu khawatir karena di pasaran tersedia banyak obat untuk mencegah dan mengatasi hama tersebut.

Jika Sobat Tani menggunakan kolam terpal bulat, proses pemberantasan hama akan menjadi lebih mudah karena area jangkauannya hanya berputar pada pusat dan tidak menyebar seperti pada kolam terpal kotak.

Baca Juga :  Tebar Bibit Budidaya Lele dalam Tong Drum

6. Pilih Benih Udang

Memilih benih udang yang tepat sangatlah penting dalam budidaya udang vaname di kolam terpal. Benih udang berkualitas tinggi akan menghasilkan udang yang lebih besar dan berkualitas baik, serta mempunyai rasa yang lezat.

Dalam hal ini, perlu diingat bahwa harga jual udang juga akan meningkat seiring dengan kualitas yang dihasilkan. Sebaliknya, jika Sobat Tani menggunakan benih udang berkualitas rendah, hasil yang diperoleh tidak akan memuaskan, bahkan bisa mengecewakan dan mengakibatkan kegagalan panen.

7. Penebaran Benih

Setelah memilih benih udang vaname yang berkualitas, langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran. Namun, sebaiknya jangan lakukan penebaran pada siang hari. Hal ini dikarenakan panas terik matahari bisa membuat udang menjadi tidak nyaman.

Sebaiknya lakukan penebaran pada sore atau jelang malam hari ketika cahaya matahari sudah mulai berkurang. Untuk penebaran, Sobat Tani bisa memasukkan benih ke dalam kantong dan mengapungkannya di dalam kolam.

8. Pemberian Pakan

Selama tujuh hari pertama, beri pakan udang vaname dengan jumlah yang cukup sesuai dengan populasi udang yang ada di kolam. Setelah memasuki usia tujuh hari, beri pakan dengan kandungan protein tinggi sekitar 30% dari jumlah pakan harian. Untuk udang vaname yang sudah berusia remaja hingga dewasa, beri pakan sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari.

9. Pengurasan Air Kolam

Jika kondisi air terlihat kotor, sebaiknya lakukan penggantian air. Namun, disarankan untuk menunggu hingga udang berusia sekitar dua bulan sebelum melakukan penggantian air. Hal ini dikarenakan, pada usia tersebut, udang sudah cukup kuat untuk bertahan hidup di air yang baru. Lakukan penggantian air secara bertahap, sekitar 30-50% dari total volume air kolam terpal.

10. Panen

Pemanenan udang bisa dilakukan setelah udang mencapai usia tiga bulan. Namun, apabila ingin mendapatkan ukuran udang yang lebih besar, sebaiknya panen dilakukan pada usia empat hingga lima bulan.

Penutup

Demikianlah beberapa informasi dari Hasiltani.id mengenai cara budidaya udang vaname menggunakan kolam terpal kotak dan bulat. Kedua jenis kolam terpal tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tempat.

Namun, dengan menggunakan kolam terpal, budidaya udang vaname menjadi lebih mudah dan praktis, serta menghasilkan hasil panen yang lebih melimpah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Sobat Tani yang ingin memulai budidaya udang vaname.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *